Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Teman lama


__ADS_3

Beberapa minggu pun berlalu, selama itu pula Hardi tak pernah menyentuh Sarah bahkan walau hanya berjabat tangan. Hardi khawatir jika bersentuhan fisik akan mengingatkan Sarah kembali dengan traumanya. Memang selama ini mereka tidur sekamar, iya hanya satu ruangan namun mereka tidur terpisah. Kebanyakan Hardi yang mengalah untuk tidur di Sofa dan terkadang Sarah tidur bersama Cilla.


Malam hari, Sarah, Cilla dan Hardi sedang makan malam bersama. Seperti biasa Cilla dengan manjanya ingin disuapi oleh Sarah dan Sarah pun tak keberatan, dia memang sangat mencintai Cilla.


"Saya lihat tidak ada laporan pengeluaran selama ini, padahal saya kan sudah memberi hak untukmu memakai kartu kredit. Saya hanya melihat laporan untuk biaya bulanan saja, untuk hal pribadimu tak ada sama sekali" Hardi pun membuka pembicaraan.


"Iya, saya menggunakannya hanya untuk membeli keperluan keluarga saja, untuk keperluan pribadi saya menggunakan uang pribadi saya" jawab Sarah.


"Ccckk... Saya memberimu kartu kredit untuk kau gunakan, itu kewajiban suami menafkahi istri. Jangan hiraukan jumlah yang akan kau pakai, itu tak akan pernah habis. Kau istriku lakukan apa yang saya suruh, uangmu kau simpan saja. Mengerti" Hardi meninggikan nada suaranya.


"Tapi keperluan pribadi saya perbulannya tidak banyak, dengan gaji saya juga sudah lebih dari cukup" lagi-lagi Sarah menolak dengan halus.


"Udahlah dengar saja yang aku katakan, saya ingin kau mengganti penampilanmu dan buang semua pakaian lama itu. Saya ingin kau terlihat lebih elegan, kau itu istri CEO MK company. Intinya jangan pernah mempermalukan saya." cerca Hardi menekankan.


"Baiklah pak, jika itu keinginan bapak. Saya akan berusaha mengganti penampilan saya sesuai keinginan anda" Sarah pun menyerah menuruti suaminya.


Hardi selesai makan malam lalu ia pun hendak bangkit dari duduknya. "Jadi pengajar di sekolah TK paling gajinya tak seberapa, kenapa ia tak berhenti saja" gumam Hardi sambil pergi meninggalkan Sarah dan Cilla yang masih di meja makan tanpa Hardi sadari Sarah mendengar apa yang ia gumamkan.


"*Dasar, memang benar kata orang. Sifat itu susah untuk di ubah. Kalau udah songong yah tetap aja songong" gerutu Sarah dalam hatinya.


***


Siang hari, Sarah pergi ke Mall terdekat di antar dengan pak Tono*. Dia ingin berbelanja beberapa pakaian yang baru sesuai keinginan suaminya. Sarah mengajak Lia dan Cilla untuk berbelanja bersama.


Sarah menghampiri toko yang menjual pakaian anak-anak, ia melihat pakaian di sana terlihat menarik. Sarah memilih beberapa yang menurutnya bagus untuk Cilla dan Cilla merasa sangat bahagia bisa berbelanja bersama dengan bundanya memang dulu suka belanja dengan ayah ataupun kakek neneknya, namun tak sesenang sekarang karena sudah punya Sarah yang bisa memilih pakaian sesuai dengan keinginan Cilla.


Sekitar 5 buah pakaian yang Sarah pilihkan untuk Cilla dan membelinya. Setelahnya Sarah ke toko yang khusus untuk pakaian perempuan, dia memilah-milah yang mana yang cocok untuknya. Lumayan sulit juga ia memilih pakaian yang harus terlihat elegan menurut suaminya.

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara perempuan yang memanggil nama Sarah. Dia pun mengedarkan pandangannya mencari sumber suara tersebut. Terlihat seorang wanita melambaikan tangan ke arah Sarah sambil mendekatinya.


"Sarah, kamu Sarah kan yang dulu sekolah di SMA xxx" tanya wanita itu meyakinkan.


"Benar saya Sarah, maaf dengan siapa" Sarah masih tidak mengingat siapa orang yang di depannya.


"Aku Aini, teman sekelasmu yang suka tidur saat pelajaran pak Agus" ucap Aini mengingatkan.


"Oh iya, aku ingat. Soalnya kamu terlihat berbeda, semakin cantik" Sarah mengingatnya, lalu mereka saling memeluk sekilas.


"Kamu terlihat bingung memilih pakaian, emangnya mau memilih model pakaian seperti apa?" tanya Aini memang dari tadi ia melihat Sarah memilah-milah pakaian namun tak mengambilnya.


"Yang cocok dengan aku saja namun terlihat elegan" jawab Sarah.


Akhirnya Aini membantu memilihkan pakaian yang di maksud. Setelahnya mereka mampir di restoran di mall tersebut.


"Sebenarnya aku tuh baru pulang dari Florida baru 2 bulan yang lalu. Aku sekolah design di sana. Kegiatan kamu sekarang apa?" balas Aini dan balik bertanya.


"Aku hanya mengajar anak-anak di TK, itu saja" balas Sarah.


"Oh... ini siapa, kok cantik banget!" Aini melihat Cilla di sampingnya.


"Saya Cilla tante" jawab Cilla dengan suara khas anak kecil.


"Dia anak kamu Sar? imut banget ngegemesin" Aini mencubit ringan pipi Cilla.


"Iya dia anak saya" Sarah tersenyum ringan.

__ADS_1


Aini melihat jam tangannya lalu ia seperti ada urusan yang mendesak.


"Wah udah jam 3, aku harus segera pergi. Nanti kita bertemu lagi yah, jangan lupa hubungi aku" Aini pergi meninggalkan Sarah dengan sebelumnya memberikan kartu namanya pada Sarah.


Leriana Aini, Fashion Designer, Lean beauty.


________


Sarah telah sampai di rumahnya, ia sangat lelah. Ia mendudukan dirinya di sofa yang sebelumnya telah memanggil Lia untuk membantu Cilla mandi dan berganti pakaian.


Sarah memanggil bi Lilis untuk membuatkan es jeruk karena memang ia merasa sangat haus padahal tadi telah minum di cafe namun memang cuaca begitu panas tadi sehingga ia mulai merasa haus kembali.


Bi Lilis meletakkan minumannya di atas meja di depan Sarah, lalu bi Lilis hendak pergi namun Sarah memanggilnya kembali sehingga bi Lilis berbalik.


"Bi, bisakah menu makan malam ini buat telur balado dan bakwan jagung, serta Sayur sup ayam kesukaan Cilla yah" pinta Sarah.


"Baik nyonya" bi Lilis pun kembali ke belakang untuk mulai menyiapkan bahan untuk apa yang majikannya inginkan, di bantu oleh kedua Asisten rumah tangga lainnya.


_______


Sarah bangkit dari duduknya setelah letihnya hilang, ia menuju kekamarnya melangkah perlahan menaiki anak tangga. Ia meletakkan tasnya lalu menuju kamar mandi.


Ia membuka seluruh pakaiannya lalu menyalakan Shower yang ada di sana. Ia langsung mengucurkan dirinya di bawah guyuran air itu.


Ia merasa segar setelah seharian badannya terasa lengket. 30 menit sudah Sarah menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi dan keluar dengan menggunakan baju handuk dan handuk kecil di kepalanya untuk mengeringkan rambutnya.


Sarah duduk di Sofa dekat tempat tidur lalu ia mengambil kartu nama yang ada di dalam tasnya. Ia melihat kartu nama itu, lalu ia ingin menyimpan nomor itu di ponselnya namun ia urungkan. Karena ia merasa tak begitu dekat dengan Aini jadi bingung untuk menghubunginya terlebih dahulu. Dia kembali meletakkan kartu nama itu dalam tasnya. Lalu ia bangkit menuju ke depan lemari makaiannya untuk mengenakan pakaian santainya. Setelah selesai, ia membaringkan dirinya untuk menonton acara televisi sampai makan malamnya nanti tiba.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2