Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Lunch


__ADS_3

Sarah kembali kesekolah setelah 5 hari cuti. Ia pun kembali mengajar bersama Sita di kelas Matahari. Sita tidak tahu kenapa Sarah cuti selama itu. Makanya ia berusaha mencari tahu untuk mengobati rasa penasarannya pada Sarah.


"Sar, kamu sering banget cuti. Apa ada sesuatu?" tanya Sita penasaran.


"Oh iya, ada keperluan keluarga ke luar kota jadi aku Cuti deh" balas Sarah santai.


"Sumringah banget hari ini, apa dapat lotre nih!" ujar Sita melihat Sarah selalu tersenyum.


"Bisa di bilang begitu sih." jawab Sarah masih tersenyum.


________


Waktu pulang pun tiba, Sarah tidak bisa pulang bersama Cilla jadi Cilla di suruh untuk pulang bersama pak Tono.


Suara klakson di depan sekolah Sarah segera keluar, namun yang di lihatnya bukan pak Tono melainkan Rio. Sarah binfing kenapa Rio yang malah menjemput nereka. Sita yang melihat dari dalam itu turut keluar dari sekolah.


"Sarah, siapa dia! Tampangnya lumayan tampan." Sita berbisik pada Sarah.


"Ini Rio, sekertaris pak Hardi. Rio kenalkan ini teman saya, Sita" Sarah memperkenalkan Sita kepada Rio.


Sita dan Rio pun saling berjabat tangan, Rio tersenyum tipis kepada Sita.


"Begini bu, saya ditugaskan untuk menjemput non Cilla dan Bu Sarah untuk makan siang bersama. Pak Hardi ingin makan siang hari ini bersama kalian" ucap Rio.


"Tapi hari ini saya sepertinya tidak......" belum sempat Sarah melanjutkan Sita memotong perkataan Sarah.


"Tak apa lah, kamu pergi saja, toh suamimu sudah menunggu. Biar tugasmu hari ini aku yang kerjakan, sebagai balasan telah mengenalkanku pada Rio" tanpa basa-basi Sita mengatakan nya.


"Tapi nanti aku minta nomor telponnya Rio." lancut Sita berbisik di telinga Sarah dan Sarah hanya tersenyum lalu mengangguk tanda persetujuan.


"Ok deh kalau begitu, makasih ya Sita. Yaudah aku pergi yah" pamit Sarah lalu masuk kedalam mobil bersama Cilla.


Mobil pun melaju meninggalkan sekolah, Sita terus saja menatapnya hingga mobil pun menghilang dari pandangan.


"Ganteng banget sekertaris Rio, aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Apa aku masih ada kesempatan dekati dia yah!" batin Sita.


Sementara Rio pun menahan senyumnya dengan tetap melajukan mobilnya. Mungkin saja Rio juga menyukai Sita?


______

__ADS_1


Mobil pun berhenti di sebuah Restoran dekat kantornya Hardi, Sarah dan Cilla segera turun dari mobil berjalan memasuki restoran bersama Rio.


Terlihat Hardi sudah duduk di meja khusus untuk VIP dan hidangan pun sudah tersedia. Cilla, Sarah dan Rio pun ikut duduk disana. Terlihat makanan yang banyak terhidang di atas meja.


"Dalam rangka apa, sampai menyiapkan hidangan istimewa seperti ini mas?" Sarah penasaran.


"Tak ada yang istimewa, aku hanya menyiapkan makanan kesukaanmu dan Cilla" balas Hardi.


"Tapi ini memang makanan yang saya suka, membuatku tergiur" ucap Sarah.


"Yasudah kita mulai makan, Rio kau juga makan" ujar Hardi.


Mereka berempat pun menikmati hidangan yang tersedia, Sarah membantu Cilla mengambil makanan yang bisa Cilla cerna. Benar-benar makanan yang sangat nikmat dan keharmonisan keluarga sangat terasa. Rio yang biasanya melihat Hardi yang selalu serius dan tampak dingin, hari ini begitu hangat dan selalu mengembangkan senyumnya.


"Benar-benar cinta itu bisa meluluhkan hati yang sedingin gunung es menjadi mencair bak mata air hangat" batin Rio, tersenyum.


_________


Hardi pulang ke rumah lebih cepat, jam 19.00 wib di sudah sampai di rumah. Sarah dan Cilla menyambut kedatangan Hardi. Sarah meraih tas di tangan suaminya lalu membantu membuka jasnya.


"Mas, mau mandi atau makan dulu?" tanya Sarah.


Cilla menonton acara kesukaannya di temani oleh Lia.


Sesampainya di kamar, Sarah meletakkan tas dan jas Hardi di Sofa. Tiba-tiba Hardi menarik tangan Sarah dan langsung memeluknya. Sarah sangat terkejut dengan tingkah suaminya yang tanpa aba-aba memeluknya.


"Mas, bisa lepasin saya. Katanya mas ingin mandi dulu. Biar saya siapkan air hangatnya" ujar Sarah namun tak mencoba melepaskan pelukan suaminya.


"Aku tak akan melepaskannya, ini hal ternyaman yang ingin ku lakukan" Hardi malah mempererat pelukannya.


"Mandi dulu, baru kita begini lagi soalnya mas bau asem" Canda Sarah.


Seketika Hardi melepaskan pelukannya lalu mengendus tubuhnya sendiri, apa benar ia memang bau? pikirnya.


"Ok aku mandi, tapi setelahnya aku ingin lebih dari pada sekedar pelukan, ingat yah" pinta Hardi lalu melangkah menuju kamar mandi setelah mendapat jawaban anggukkan dari istrinya.


Sarah menyiapkan air hangat di bathtub, agar tubuh suaminya merasa rileks berendam sebentar di air hangat. Hardi yang dari tadi telah di kamar mandi mencoba membukabpakaiannya, setelah sarah selesai menyiapkannya.


"Tunggu dulu, jangan buka pakaian mas dulu. Tunggu sampai aku keluar" cegah Sarah, Hardi malah tersenyum.

__ADS_1


"Halah, jangan seperti itu. Kau juga kan sudah melihat semuanya" Hardi malah sengaja tak menghentikan membuka pakaiannya.


Melihatnya Sarah langsung berlari keluar meninggalkan Hardi yang terkekeh di kamar mandi karena berhasil menggoda istrinya sampai membuatnya salah tingkah.


Salah menghela nafasnya, ia bukanya tak ingin melihat tubuh polos suaminya namun ia hanya masih malu jika memandangnya secara langsung begitu.


Sarah beranjak ke depan lemari lalu Sarah mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur dress bahan satin yang cukup seksi namun ia tutupi dengan jubah yang senada. Sarah pun menyiapkan piyama tidur untuk suaminya dan di letakan di atas tempat tidur.


Sarah turun sebentar menghampiri Cilla yang masih menonton televisi, Sarah menyuruh Lia untuk segera membawa Cilla ke kamarnya karena sudah jam 8 malam, ini waktunya untuk segera tidur.


Lia pun berjalan bersama Cilla menuju kamar Cilla.


Sarah kembali ke kamarnya lalu melihat Hardi sudah keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang di ikat di pinggangnya. Sarah sebenarnya sedikit terperangah namun ia mencoba kembali bersikap biasa.


"Ini mas, baju piyamanya sudah saya siapkan. Pakailah" ujar Sarah.


"Tak perlu pakai piyama segala, toh nanti juga tak pakai apa-apa. Ribet kan udah pakai nanti di buka lagi" ujar Hardi menyeringai penuh arti.


"Ih mas apaansih!" ucap Sarah malu.


"Tapi benar kan, kalau pakai handuk tinggal tarik. Sudah terlihat semuanya" masih saja Hardi asik menggoda Sarah.


"Kau juga buka jubahnya, tak enak di pandang kalau tertutup" lanjut Hardi.


Sarah hanya menuruti bperkataan suaminya. Ia melepaskan jubah baju tidurnya.


"Tuh kan, Cantik" ucap Hardi mendekati Sarah sementara Sarah hanya tertunduk malu.


Bersambung....


Author akan menceritakan kisah cinta Sita dan Rio, ada yang menantikannya? 😊


Baca juga karya lain Author


- Terpikat pesona janda kembang


- Kimita


terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2