Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Ditinggal


__ADS_3

Hardi meminta Sarah untuk packing pakaian beberapa karena ia hendak pergi ke Hotel cabang yang ada di Malaysia. Ia sebenarnya merasa berat meninggalkan Sarah dan Cilla namun Ada sedikit problem yang harus di selesaikan langsung oleh Hardi hingga ia harus pergi sore ini. Padahal baru sekitar beberapa minggu ini mereka mulai menunjukan sebagai pasangan suami istri yang sesungguhnya namun harus berpisah sementara karena sebuah tugas.


"Mas, berapa hari akan disana?" tanya Sarah sambil memasukan pakaian ke dalam koper.


"Mungkin sekitar 1 minggu, nanti jika sudah sampai mas hubungi Sarah" balas Hardi.


"Sepertinya aku akan sangat merindukan mas" manja Sarah.


"Tenang sayang, tekhnologi semakin maju kita bisa Videocall juga kan" ujar Hardi.


"Tapi nanti saya tak bisa menyentuh mas" Sarah tetap mengeluh.


"Ih... kau ini. Bikin aku tak rela meninggalkanmu" Hardi mencubit gemas hidung istrinya.


"Tapi janji yah, kalau sudah sampai mas langsung menghubungiku" rengek Sarah.


"Siap istriku sayang. Sini mas peluk dulu biar istri manja mas tak merengek lagi" Hardi memeluk erat Sarah seakan tak mau lepas.


Hardi melihat jam di tangannya, waktu sudah menunjukka pukul 15.00 wib. Hardi segera pamit kepada Sarah dan Cilla, untuk segera menuju bandara karena jadwal penerbangan tinggal 1 jam lagi.


Sarah sangat tak rela karena ini pertama kalinya ia di tinggal pergi suaminya dinas ke luar negeri. Hatinya merasa tidak enak, semoga suaminya tidak mendapatkan kendala.


"Tujuh hari yah! waktu yang cukup lama aku untuk menunggumu. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa, yang bisa ku lakukan hanya mendoakanmu selalu sehat dan selamat sampai tempat tujuan." Batin Sarah merasa tak nyaman.


__________


1 jam berlalu, 2 jam berlalu sampai tengah malam Sarah menunggu kabar dari Hardi namun tak ada juga. Sarah pun mulai mengantuk namun ia mencoba untuk menahannya namun rasa kantuknya tak bisa tertahan lagi sampai Sarah tertidur di Sofa hingga pagi menjelang. Ia terbangun lalu segera meraih ponselnya namun tak ada kabar sama sekali.


Sarah memberanikan diri menghubungi suaminya namun ponsel suaminya tak dapat di hubungi. Rasa gelisah pun mulai mengisi hatinya, betapa ia sangat khawatir dengan keadaan suaminya.


Namun ia meyakinkan diri untuk tetap berfikir positif tentang semuanya. Mungkin dia sibuk, mungkin ponselnya kehabisan baterai, beribu kemungkinan terus berkecamuk di pikirannya.

__ADS_1


Sore menjelang, ponsel Sarah berdering. Sarah segera meraihnya, memang dia selalu menempatkan ponselnya di dekatnya agar jika ada panggilan telpon ia siap mengangkatnya.


"Halo! mas. Kenapa tak segera menghubungi ku! aku sangat khawatir" ucap Sarah yang senang sekaligus khawatir.


"Maaf bu, saya Rio bukan pak Hardi. Saya hanya ingin mengabari bahwa pak Hardi baik-baik saja dan beliau sedang melakukan pengecekan dokumen-dokumen yang menjadi permasalahan di hotel ini. Beliau sangat sibuk hingga menyuruh saya untuk menghubungi bu sarah" Jelas Rio panjang lebar di seberang telepon.


"Oh.. Terimakasih kalau begitu. Sampaikan pada pak Hardi. Jika ada waktu luang segera hubungi saya" pesan Sarah kepada Rio yang terdengar kecewa.


"Baik bu" kemudian telponpun terputus.


Sarah berpikir sesibuk apa sih sampai Hardi tak sempat menghubunginya. Rasa kecewanya tak terbantahkan karena Hardi melanggar janjinya untuk segera menghubunginya.


Dalam hatinya ia merasa jengkel apa pekerjaannya itu lebih penting dari pada dirinya. Padahal hanya ingin mendapat kabar langsung dari suaminya, sebentar tak perlu lama. Sesulit itu menepati janji.


___________


Malam haripun tiba, waktu menunjukan pukul 22.30 wib. Terdengar suara dering ponsel Sarah, ia sebenarnya sudah terlelap bersama Cilla di sampingnya. Dengan mata yang masih mengantuk namun ia mencoba meraihnya.


Tertera nama Hardi di layar ponsel dan itu bukan sekedar telpon melainkan Videocall. Sarah dengan malas menerima Videocall dari suaminya karena ia merasa sangat kecewa.


"Biarin" Sarah terlihat ngambek.


"Duh begitu saja ngambek nih, nanti cantiknya hilang loh" Hardi tertawa di seberang.


"Istri marah kok malah di ketawain bukannya di bujuk kek" Sarah.


"Iya iya, mas minta maaf. Mas salah, yaudah dong... Sekarang kan mas juga menghubungimu karena baru sehari sudah merindukanmu" hibur Hardi.


"Iya, iya saya maafkan. Mas sudah makan?" tanya Sarah.


"Sudah. Mas sudah makan" balas Hardi.

__ADS_1


Di belakang Hardi terlihat seorang perempuan yang seperti mencari sesuatu. Hardi menengok ke belakang melihat perempuan itu lalu tiba-tiba ponselnya seperti terjatuh dan Videocall pun terputus.


Sarah yang melihatnya membuat hatinya bergejolak, matanya mulai berkaca-kaca. Ia merasa marah ingin mengetahui siapa perempuan yang ada di dekat suaminya! pikirannya mulai berkecamuk, hatinya sudah tak karuan. Ini memang seperti yang Sarah lihat atau hanya salah Faham. Tapi untuk sekarang hati Sarah terasa sakit seperti saat ia pernah memergoki Martin mantan pacarnya dulu.


Malam itu Sarah tak bisa tidur sama sekali, pikiran negatif mulai memenuhi kepalanya.


Siapa perempuan itu? Apa suaminya benar-benar kesana untuk bekerja? Apakah suaminya masih setia?.. Sarah tak bisa menghilangkan kecurigaannya hingga pagi pun menjelang tanpa ia menutup mata sedikitpun.


Sarah mulai mengusap airmatanya ketika mendengar ketukan pada pintu kamarnya. Sebelum membuka Sarah mencuci mukanya terlebih dahulu agar tak terlihat baru menangis. Namun mata merah dan bengkaknya tak bisa di tutupi karena masih terlihat jelas.


Didepan pintunya ada Cilla yang menatap bundanya heran karena terlihat tak bersemangat seperti biasanya.


"Bunda kenapa? Bunda sakit?" Tanya Cilla khawatir.


"Bunda tak apa-apa sayang, bunda cuma merasa kurang enak badan" balas Sarah berbohong.


"Sekarang Cilla berangkat sekolahnya denga mbak Lia yah. Soalnya bunda ingin istirahat biar bunda cepat sembuh" Lanjut Sarah lalu mengecup kening putrinya.


"Iya bunda" Cilla pun berlari ke dekat tangga yang disana ada Lia yang menunggu lalu merrka pun turun untuk berangkat ke sekolah.


Sarah kembali menutup pintunya dan kembali mendudukan dirinya di atas ranjang. Ia benar-benar tak ingin melakukan apa-apa, yang ingin ia lakukan hanyalah menyendiri jangan ada siapapun yang mengganggunya. Ia ingin menenangkan dirinya dan mencoba menghilangkan semua pikiran puruk tentang suaminya.


Sarah ingin perasaannya tak mengusik kehidupan rumah tangganya yang baru saja dimulai. Ia membaringkan tubuhnya untuk mengistirahatkan dirinya yang semalaman tak tidur. Beberapa menit berlalu dan akhirnya ia bisa memejamkan matanya dan tubuhnya bisa menjadi segar kembali ketika ia bangun nanti.


Bersambung......


Readers jangan lupa tinggalkan jejak yah... Terimakasih 😊


Jangan lupa baca juga karya lain Author


-terpikat pesona janda kembang

__ADS_1


-Kimita


Terimakasih 😊


__ADS_2