
Sebulan ini Devan benar-benar tak menghubungi Larisa, segala pesan dan telponnya pun tak ia hiraukan. Devan sudah memutuskan untuk tak lagi dekat dengan Larisa, karena ia lebih mementingkan pendapat keluarga besarnya nanti setelah mendengan apa yang pernah Larisa lakukan kepada kakaknya. Devan ingin mencari calon pendamping yang baik, beretika dan beriman agar keluarganya kelak menjadi keluarga yang bahagia seperti kakaknya. Tak peduli dengan kesucian Larisa yang masih ada ataupun tidak, sekarang dia lebih peduli akan akhlak calon pendampingnya nanti.
Devan lebih mementingkan pekerjaannya sebagai seorang dokter yang memang sedang sibuk-sibuknya, apalagi dia berencana belajar kembali untuk memperdalam keahliannya di bidang bedah ortodoks, karena pak Herman memiliki penyakit jantung itu adalah salah satu alasan Devan memilih bidang ahli bedah ortodoks. Agar dia bisa mengobati ayahnya dan pasien-pasien lain yang membutuhkannya.
"Van, kamu jadi kembali ke luar negeri untuk belajar?" tanya pak Herman.
" Jadi pah, aku ingin menjadi dokter ahli bedah yang kompeten." balas Devan.
" Kapan kamu mau berangkat? universitas mana yang akan kamu ambil?" tanya pak Herman.
" Sekitar dua bulan dari sekarang pah, universitas yang dulu saja pah, disana pengajarannya sangat bagus dan suasananya juga enak, paling butuh waktu 2 tahun saja untuk lulus dan mendapatkan lisensinya." balas Devan.
" Yasudah, papah hanya bisa mendukung saja, semoga kamu cepat menyelesaikan pendidikanmu nanti." ucap pak Herman.
" Iya pah, Terimakasih." balasnya.
________
Cilla melihat adiknya yang sedang di mandikan oleh bu Rahma, Cilla senang melihatnya dengan reaksi Arka dan Arsa ketika dimandikan. Tubuh mereka sudah mulai gembul dan terdapat garis lekukan-lekukan karena sudah bertambah gemuk. Arka dan Arsa tumbuh dengan baik dan sehat, lalu bu Rahma dan Sarah memakaikan baju kepada mereka. Memang sudah mulai sulit karena Arka dan Arsa sudah bisa tengkurap, melihat itu Cilla malah semakin senang karena dia akan bisa bermain dengan adik-adiknya sebentar lagi.
Semuanya telah selesai, bu Rahma pamit harus segera kembali ke restorannya sementara Sarah sedang menyusui Arka dan Cilla menemani Arsa di atas tempat tidur.
Tiba-tiba Arsa menjerit menangis, Sarah yang tadinya fokus pada Arka seketika itu langsung meletakkan Arka di tempat tidur bayi dan segera menghampiri Arsa yang tengah tergeletak di lantai dengan terus menangis.
" Bunda bilang jaga adikmu dengan baik, ini malah buat dia jatuh. Kamu ini bagaimana? bisa tidak jadi kakak yang baik?" Sarah reflek membentak Cilla, lalu ia segera menggendong Arsa dan mencoba menenangkannya.
Cilla hanya diam, tubuhnya gemetar seperti ketakutan dan khawatir sekaligus. Cilla tidak bisa berkata-kata, matanya berkaca-kaca dengan bibir bergetar seakan menahan tangisannya karena memang baru pertama kali ini bundanya membentaknya.
Sarah yang menyadari tindakannya tadi lalu menghampiri Cilla yang masih terduduk di atas ranjang dengan menahan tangisnya.
" Maafkan bunda sayang, bunda tadi tak sadar sudah membentakmu karena terlalu panik, sekali lagi bunda minta maaf. Kamu jangan nangis, bunda sayang sekali sama Cilla dan juga adik-adiknya Cilla. Lihat tuh, Arsa juga tidak apa-apa dan sudah tidak nangis, Cilla maafin bunda yah sayang." Cilla lalu memeluk Sarah dan tangisannya pecah setelah dia menahannya sedari tadi, Sarah membalas pelukan Cilla dan mengelus rambutnya yang halus. Sarah benar-benar menyesal telah membentak putrinya, ia janji jika itu adalah kali pertama dan terakhirnya ia membentak Cilla.
" Maafin Cilla juga bunda, tadi de Arsanya mau tengkurap tapi malah terlalu ujung di ranjang dan Cilla gak bisa menahannya jadi de Arsa jatuh." ucap Cilla sesenggukan.
" Iya sayang, Arsa juga tak apa-apa, yasudah kita main lagi yah tapi di bawah aja, di atas karpet saja. Tuh Arka juga mau main." ucap Sarah meletakkan Arsa lalu Arka di karpet bulu di samping tempat tidur.
Namanya juga anak kecil, Cilla seperti melupakan kejadian tadi dan sekarang dia asik kembali bercanda gurau dengan kedua adiknya itu membuat Sarah tersenyum senang.
__________
__ADS_1
Seminggu kemudian Sarah mendapatkan sebuah undangan yang ternyata undangan pernikahan dari Rio dan Sita, Sarah benar-benar terkejut akan itu karena selama ini Sita tidak pernah membahas masalah ini dengannya. Biasanya Sita akan selalu curhat akan apapun padanya tapi kali ini benar-benar sebuah kejutan yang membahagiakan bagi Sarah pada sahabatnya itu.
Lalu Sarah segera menelpon Sita karena saking terkejut dan penasarannya.
Sarah : Halo Sita! ini apa yang kamu kirim, tak ada hujan tak ada angin langsung kirim undangan pernikahan. Kamu sudah lupa yah padaku sampai aku benar-benar tak tahu kamu merencanakan untuk segera menikah.
Sita : Maaf Sar, aku sengaja membuat kejutan untukmu, buktinya kamu benar-benar terkejut kan... hehehehe. Tapi memang sih ini juga keinginan mas Rio untuk segera menikah katanya sudah ingin bersama tak perlu antar jemput atau sudah bertemu karena kesibukan. Jika sedang sibuk kerja katanya biar pulang ada yang mijitin.heheheh
Sarah : wah wah wah so sweet banget sih, tapi aku senang banget karena sahabatku yang jomblo dari lahir ini akan menjadi pengantin, aku benar-benar tak menyangkanya.
Sita : Duh ini tuh ikutan senang apa ngeledek sih?
Sarah : Dua-duanya hehehehehe
Sita : Nanti hati minggu kamu datang yah ke Salon xxx untuk ikutan fitting baju, aku kan punya seragam untuk keluarga dan kerabat jangan lupa ajak Cilla juga. Kalau laki-laki di utamakan pakai setelan jas hitam dengan dasi kupu-kupu saja.
Sarah : Ok siap, aku pasti datang sekalian kan sudah lama juga kita tak bertemu.
Sita : Ok di tunggu hari minggu
Sarah : Ok
Hardi : Halo sayang! ada apa?
Sarah : Mas, kita dapat undangan pernikahan Rio dan Sita, mas sudah tahu?
Hardi : Mas sudah tahu sih Rio akan menikah tapi mas tak begitu tahu tanggal pastinya lagipula Rio juga belum mengajukan cuti kerja pada mas.
Sarah : Iiiiihhhh... mas ini kalau sudah tahu kenapa tak memberitahuku.
Hardi : Yah kirain mas, kamu tahu dari Sita lagian masih 2 minggu lagi. Kita mau kado apa sayang?
Sarah : Kita kasih yang special saja untuk mereka tapi aku bingung juga mau ngasih apa.
Hardi : Yasudah mas kasih aja liburan bulan madu di bali, kita kan punya hotel di sana biarkan mereka bersenang-senang dengan mas kasih waktu cuti lebih panjang untuk Rio.
Sarah : Wah aku setuju sekali mas
Hardi : Yasudah, mas nanti suruh bawahan mas siapkan tiketnya, sekarang mas sedang banyak pekerjaan nanti kita sambung lagi di rumah.
__ADS_1
Sarah : Iya mas.
__________
Hari minggupun tiba, Sarah mengajak Cilla untuk ketempat yang Sita tujukkan untuk fitting baju pengantin. Sarah tak membawa kedua putranya, ia meminta Lia dan kebetulan juga bu Rahma untuk menjaga mereka.
" Ayo Cilla, kita nanti terlambat." ujar Sarah.
" Iya bunda, ayo Cilla juga sudah siap." balas Cilla yang berlari ke arah Sarah, Sarah meraih tangan Cilla lalu berjalan bersama menuju kedalam mobil.
Perjalanan memakan waktu 30 menit dan merekapun sampai, di sana sudah ada Rio yang duduk di Sofa tanpa Sita.
" Pagi Rio, Sitanya mana?" tanya Sarah, Rio pun segera berdiri menyambut kedatangan istri bosnya tersebut.
" Eh bu Sarah, silahkan duduk. Sita sedang mencoba baju pengantinnya, sebentar lagi dia selesai." ujar Rio.
Tak berapa lama, Sitapun keluar dari ruang ganti, dia terlihat sangat cantik dengan gaun berwarna putih khas gaun pernikahan namun dengan disain unik dan elegan membuatnya terlihat mewah.
" Wah mempelai perempuan cantik sekali." ucap Sarah.
" Sarah, sudah datang." Sita segera menghampiri Sarah lalu memeluknya.
" Kamu cantik, iya kan Rio?" ujar Sarah.
Rio hanya terdiam melongo melihat calon pengantinnya yang sangat cantik.
" Mas... hey mas... Sarah tanya tuh." ujar Sita membuat Rio tersadar.
" Eh... iya... maaf bu Sarah, soalnya Sita cantik banget." balas Rio sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil tersenyum malu-malu.
Sarah dan Sita pun terkekeh melihat tingkah Rio yang salah tingkah. Lalu Sita menunjukkan baju yang akan Sarah kenakan dan ternyata memang pas di tubuh Sarah yang walaupun sehabis melahirkan namun tubuhnya sudah terlihat bagus kembali tak gemuk seperti saat Sarah hamil.
Baju yang akan di kenakan keluarga dan kerabat dari kedua belah pihak itu seperti baju kebaya modern dengan di dominasi warna cream dengan sedikit latar keemasan benar-benar sangat indah di pandang. Sarah pun sangat menyukainya termasuk baju untuk Cilla di samakan warnanya walau modelnya khas model anak kecil.
Sita mencoba 3 gaun pengantin yang akan di pakainya nanti, Sarah sangat senang melihat model gaunnya, ia jadi mengingatkan pernikahannya dulu namun dia dulu tak begitu bahagia karena pernikahannya karena kecelakaan, tapi kali ini Sarah ingin sekali kembali mengenakan gaun pengantin walau bukan untuk kembali menikah namun hanya ingin kembali mengenang moment saat itu dengan kebahagiaan, dia ingin mengajak Hardi untuk memperbaharui foto pernikahan mereka berdua dengan gaun pengantin dan ekspresi kebahagiaan.
Bersambung......
Selalu dukung Author yah, Like, vote dan komen.
__ADS_1
terimakasih 😊