
Di kampus Devan mengadakan pesta di sebuah aula kampusnya, pesta perayaan akhir semester yang biasa di selenggarakan disana. Seperti pesta ala barat, semuanya terlihat bebas bahkan banyak sekali minuman-minuman beralkohol dan mahasiswa yang saling berduaan dengan pasangannya. Karena kebudayaan barat sangat jauh berbeda dengan kebudayaan timur, sebenarnya Devan enggan datang ke acara pesta tersebut karena memang tak sesuai dengan seleranya sebagai orang timur namun teman-temannya memaksanya untuk datang sampai Devan terpaksa ikut ke pesta tersebut.
Suasana pesta sangat bising, lampu pesta yang gemerlapan, suarausik yang teramat kencang dan keramaian orang-orang yang menari sambil beberapa sudah terlihat mabuk. Devan diberi seorang teman sebuah minuman berwarna biru, awalnya Devan menolak karena ia tidak meminum minuman beralkohol namun temannya itu meyakinkan Devan jika minuman itu hanya soda biasa tak ada kandungan alkohol sama sekali sehingga Devanpun menerimanya.
Tanpa pikir panjang, Devan segera meminum dengan sekali tegukkan karena tenggorokannya terasa kering. Namun tanpa ia sangka, minuman yang tadi ia minum terasa pahit dan ada rasa sedikit terbakar di tenggorokannya, Devan sama sekali belum pernah meminum minuman dengan rasa yang seperti itu. Teman-teman Devan yang di dekatnya hanya pada tertawa lepas, telah berhasil mengelabui Devan dengan mengatakan minuman yang mereka berikan itu hanyalah segelas soda padahal minuman itu adalah minuman yang mengandung alkohol cukup kuat. Ketika teman-temannya malah asik tertawa, Devan merasa kepalanya sangat pusing dan pandangannya sudah mulai kabur, untuk berdiri pun ia tidak mampu. Memang ini pertama kalinya Devan mabuk walau hanya meminumnya segelas karena tubuhnya tidak terbiasa dengan adanya alkohol.
Bella yang dari jauh melihat sekelompok pemuda yang sedang tertawa-tawa mengelilingi seseorang jadi penasaran, ia berusaha memfokuskan pandangannya pada orang yang berada di tengah, sesekali tertutup oleh tubuh orang-orang dan sesekali terlihat siapa orang tersebut. Lalu Bella terkejut ketika orang yang telah di kelilingi pemuda-pemuda yang tertawa itu ternyata Devan dan Bella melihat jika Devan dalam keadaan mabuk berat. Segera Bella pamit pada teman-temannya untuk beranjak menghampiri tempat Devan berada.
Devan yang mabuk, terus saja di beri minuman alkohol oleh teman-temannya dan Devan menerimanya lalu meminumnya tanpa sadar. Bella yang datang segera mendorong-dorong tubuh pemuda-pemuda yang mengerubungi Devan, memang pemuda-pemuda itupun sudah mulai mabuk sehingga dengan mudahnya Bella mendorong mereka menjauh.
Devan yang mulai tak sadarkan diri di tarik oleh Bella dan memapahnya, Bella sedikit kesusahan karena tubuh Devan yang tinggi besar membuatnya terasa berat sehingga Bella kadang ikutan oleng di buatnya. Sesekali Devan seperti hendak muntah namun berhasil di tahan sampai Bella berhasil membawanya keluar aula dan duduk di kursi taman. Devan yang tadinya duduk tiba-tiba bangkit karena tidak tahan ingin muntah, hingga ia berjongkok di sisi kursi dan memuntahkan semua cairan yang selalu mengganggunya. Devan kembali duduk dan Bella menyodorkan sebotol air mineral dan sebuah obat penghilang mabuk untuk sedikit membantu meredakan rasa mual serta pusing Devan, Bella yang sebenarnya juga sedikit mabuk tapi dia tak separah Devan, dia masih bisa sadar karena memang sudah terbiasa dengan meminum minuman seperti itu.
" Terimakasih." ujar Devan.
" Tidak masalah, minumlah semoga cepat reda mabuknya." balas Bella.
Devan memang mabuk sangat parah, sesekali ia hilang kesadaran dan seketika tidur di pangkuan Bella setelah Devan meneguk obat dan air mineral. Bella sedikit kaget tapi dia membiarkan Devan tidur di pangkuannya, wajahnya tersenyum dan menyibakkan rambut Devan yang menghalangi matanya, memang rambut Devan sedikit panjang namun tertata rapi. Bella terus memandang wajah tampan Devan yang sekarang tertidur pulas, dalam hatinya ia semakin merasakan debaran yang sangat kuat, ia semakin menyukai Devan dan berharap bisa terus dekat seperti sekarang ini memandang wajah dan mengelus kepala orang yang ia sayangi.
Cukup lama Devan tertidur di pangkuan Bella, lama kelamaan Bella sudah merasa pegal lalu ada security lewat dan Bella memintanya untuk mengangkat Devan dan membawanya kedalam taxi. Karena cukup lama Bella memperhatikan Devan dan mencari informasi tentang Devan sehingga dia tahu dimana Devan tinggal. Bella mengantarkan Devan menggunakan taxi menuju sebuah apartemen yang lumayan mewah dan nyaman, Bella segera memapah Devan masuk ke dalam apartemen dan menuju lantai 7 dimana Devan tinggal, tak lama tibalah mereka di lantai 7 dan menuju kamar nomor 3405. Bella lalu mencari kunci apartemen Devan dan di temukanlah sebuah kartu sebagai kunci apartemen di dalam dompet milik Devan. Segera Bella membuka pintu apartemen tersebut dan memapah Devan hingga ke tempat tidur. Bella menjatuhkan Devan ke tempat tidur dengan lumayan keras karena merasa sangat berat, Devan langsung tidur begitu saja karena memang masih tak sadarkan diri. Bella duduk di samping Devan dengan memijat-mijat lengan dan pundaknya yang terasa pegal, lalu Bella berdiri hendak keluar dari apartemen Devan setelah menyelimuti Devan dan memberi bantal di kepalanya. Namun ketika hendak pergi, Devan terbangun lalu menarik tubuh Bella hingga Bella ikut berbaring dan Devan segera mendekapnya dengan sangat erat. Bella sangat terkejut namun ia terdiam dan malah tersenyum menatap Devan yang seperti tak sadar dengan ulahnya, cukup lama Bella dalam dekapan Devan yang malah menutup matanya dengan nafas teratur pertanda ia telah tidur. Dekapan Devan pun semakin melonggar dan Bella akhirnya sadar sehingga dia bangkit melepaskan dirinya dari pelukkan Devan.
__ADS_1
Bella tak berpikir untuk melakukan hal yang tidak pantas dengan Devan, Bella segera beranjak untuk pergi keluar untuk pulang.
" Good night Devan, see you tomorrow." ucap Bella sambil meninggalkan Devan yang tertidur pulas.
_______
Pagi harinya Devan terbangun karena mendengar dering ponselnya yang berbunyi, Devan mencari ponselnya yang terletak di samping kepalanya, Devan segera duduk dan bersandar pada ranjangnya, ia memegang kepalanya yang sedikit pusing lalu mengangkat panggilan telponnya yang ternyata dari Hardi.
Devan : Hallo mas!
Hardi : Suara kamu kenapa? parau banget, disana sudah pagi kan!
Devan : Oh iya mas, aku baru bangun tidur aja.
Devan segera melihat jam dinding yang ternyata menunjukkan pukul 9 pagi.
Devan : JAM 9, Yasudah mas, aku harus segera pergi ke kampus soalnya ada kuliah pagi, makasih udah bangunin aku. (Devan yang terdengar sangat panik dan terburu-buru).
Hardi yang tadinya ingin membicarakan hal penting pada Devan akhirnya tidak jadi karena Devan malah menutup telponnya, terpaksa Hardi akan menelpon Devan kembali lain kali.
__ADS_1
Devan yang segera beranjak dari duduknya dengan kepala yang masih pusing tiba-tiba oleng dan terjatuh, dia masih sulit menyeimbangkan dirinya. Terpaksa dia duduk di lantai dan bersandar ketepian tempay tidur, ia yang tadinya hendak pergi ke kampus sepertinya mengurungkan niatnya karena memang kondisinya tak memungkinkan.
Devan mengingat-ingat apa yang terjadi semalam, ia hanya mengingat sampai Devan menerima minuman dari salah seorang temannya kemudian dia tak mengingat apapun lagi. Bahkan dia tak tahu siapa yang membawanya sampai ke apartemennya tersebut, dia mencoba mengingat-ingat namun pusing di kepalanya semakin menjadi. Devan segera naik lagi ke atas tempat tidur dan membaringkan dirinya berharap pusingnya segera hilang. Tiba-tiba terdengar suara pesan chat di ponselnya, Devan segera melihatnya yang ternyata itu dari Bella.
Pesan Bella : Apa kamu baik-baik saja?
Devan : Iya aku baik-baik saja
Bella : Syukurlah, tadinya aku khawatir karena semalam kamu mabuk berat.
Devan : Oh ya... apa mungkin semalam kamu yang mengantar aku pulang?
Bella : Iya, soalnya aku melihatmu tak sadarkan diri saking mabuknya.
Devan : Terimakasih, tapi dari siapa kamu tahu tempat tinggalku?
Bella : Oh itu... nanti aku jelaskan jika kita bertemu nanti, yasudah jangan lupa istirahat, aku udah mau masuk kelas. See you...
Chat pun selesai, penuh pertanyaan di kepala Devan yang ingin ia tanyakan pada Bella. Kepala Devan sudah mulai baikan sehingga dia segera pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa Vote, Like dan komen... Terimakasih 😊