Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Kebahagian tak terkira


__ADS_3

Hari ini Hardi selalu menempel pada Sarah seakan ada lem yang melekatkannya pada istrinya tersebut. Sarah sih menerimanya walau memang sedikit risih, ' Ini mas Hardi kenapa tingkahnya aneh sekali ' pikir Sarah.


" Mas ini kenapa? nempel terus padaku?" tanya Sarah.


" Soalnya kau sangat cantik " balas Hardi.


" Tapi mas tak seperti biasanya, manja sekali hari ini " ucap Sarah.


" Mas hanya ingin bersamamu saja, memangnya ada yang melarang!" ucap Hardi.


" Tidak sih, tapi kan ini masih sore, panas juga kan harus rebahan di kasur apalagi di peluk seperti ini " ucap Sarah yang merass sedikit kegerahan.


" Tidak apa-apa sayang, mas ingin seperti ini saja, nyaman sekali " ucap Hardi tak melepaskan pelukannya.


Tiba-tiba terasa oleh Sarah, tangan Hardi bergerak menyusuri tubuhnya nengan nakal.


" Mas!" ucap Sarah.


" Apa sayang?" ujar Hardi.


" Tanganmu." ucap Sarah.


" Maaf, reflek sayang " jawab Hardi cengengesan.


" Aku mau ke kamar mandi, bisa mas lepaskan dulu pelukannya!" pinta Sarah.


Hardi pun melepaskan pelukannya, Sarah segera bangkit dan menuju ke kamar mandi. Hardi menatap Sarah, entah mengapa dia tak ingin berjauhan dengan Sarah dan sebuah hasrat pun bangkit dari dalam dirinya. Setelah Sarah kembali, Hardi langsung menarik kembali tubuh Sarah ke pelukannya. Hardi menciumi leher Sarah lalu ke telinga dan berbisik dengan lembut tentang apa yang di inginkannya pada istrinya tanpa menghentikan kegiatannya.


Sarah yang di perlakukan seperti itu pun akhirnya bangkit gairahnya, ia menerima apa yang suaminya lakukan hingga ia tak tahan mengeluarkan lenguhan yang cukup mengisi seisi ruang kamarnya. Mereka pun melakukan kegiatan yang biasanya pasangan suami istri lakukan, Sarah sangat bergairah, ada sensasi yang berbeda dan ia bisa mengimbangi suaminya dan semakin panas. Mereka melakukannya sampai jam makan malam tiba, terdengar suara ketukan pintu untuk memberitahu bahwa makan malam telah siap.


Sarah dan Hardi yang kelelahan dengan peluh yang bercucuran segera bangkit untuk membersihkan diri bersama secepat mungkin agar Cilla tak terlalu lama menunggu mereka. Hardi dan Sarah berpakaian seperti biasanya dan keluar kamar untuk menuju ke ruang makan dengan sikap seolah tak terjadi apa-apa di hadapan Cilla.


_________


Beberapa hari berikutnya Hardi dan Sarah pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kehamilan Sarah, memastikan bahwa kandungan Sarah baik-baik saja. Hardi setia mendampingi Sarah sampai mereka mendapat giliran masuk untuk pemeriksaan.


Dokter mempersilahkan Sarah untuk berbaring di ranjang yang telah di sediakan lalu dokter mulai melakukan pemeriksaan USG sambil menjelaskan apa yang tertera di layar.


" Bagaimana keadaan kehamilan istri saya dok?" tanya Hardi.


" Bapak dan ibu bisa lihat pada layar, ini ada dua buah ruangan yang terlihat, dua ovum yang berhasil di buahi. Anda tahu kan maksud saya! artinya kalian akan mendapatkan dua bayi kembar " jelas dokter.

__ADS_1


" Apa? anak saya akan kembar dok?" Hardi sangat terkejut dan kembali bertanya untuk meyakinkan.


" Benar pak, bapak dan ibu akan mendapatkan bayi kembar dan ini sudah terlihat dengan jelas. Usia kehamilan ibu Sarah sudah memasuki usia 9 minggu, ini adalah waktu yang masih sangat rentan sehingga harus di jaga dengan baik kesehatannya dan istirahatnya. Apalagi dengan kehamilan kembar ini harus lebih hati-hati dan lebih di perhatikan." Jelas dokter.


Hardi dan Sarah sangat bahagia dengan hasil yang mereka ketahui, mereka sangat tidak menyangka bahwa mereka bukan hanya akan mendapatkan seorang bayi namun mereka akan mendapatkan 2 orang bayi sekaligus yang akan menambah kebahagiaan rumah tangga mereka. Senyum keduanya tak pernah lepas dari bibir mereka, kebahagiaan yang teramat sangat mereka rasakan dua kali lipat dari sebelumnya.


" Untuk sementara, harus kurangi dahulu hubungan suami istri demi kebaikan janin yang di kandung bu Sarah, terutama pak Hardi harus bisa menahan diri " jelas dokter.


" Tapi masih boleh kan dokter?" tanya Hardi.


" Masih boleh hanya saja dengan cara yang aman dan tidak terlalu sering, tanyakan juga pada bu Sarah kondisinya karena bu Sarah jangan terlalu kelelahan." tambah dokter.


" Baik dok, saya mengerti " ucap Hardi sambil tersenyum. Sarah hanya tersenyum malu dengan pertanyaan suaminya yang malah Hardi biasa saja.


_________


Di dalam mobil Hardi dan Sarah terus mengembangkan senyum, mereka bahagia bahwa akan memiliki 2 anak sekaligus. Mereka sangat ingin sekali memberikan kabar baik ini pada orangtua mereka, pasti orangtua mereka juga sangat bahagia mendengarnya.


" Mas kenapa tadi menanyakan hal itu pada dokter?" tanya Sarah.


" Hal apa sayang?" tanya Hardi balik.


" Yah mas menanyakan itu juga demi bayi kita, mas juga tak mau kan nanti bisa membahayakan mereka dan juga mas tidak akan bisa menahan jika sedang dalam hasrat, tidak nyaman rasanya " jelas Hardi.


" Tapi ingat yah, kata dokter jangan terlalu sering dan jangan terlalu bersemangat " ujar Sarah menginginkan.


" Siap sayang, lihat aja nanti " balas Hardi cengengesan.


" Mas kita berhenti di sana yah " ucap Sarah sambil menunjuk ke arah yang dimaksud.


" Disini?" tanya Hardi.


" Iya mas " balas Sarah.


Sarah pun segera turun dari mobil, lalu menuju tukang es kelapa muda dan Hardi hanya mengikutinya dari belakang.


" Kau ingin membeli es kelapa muda? kenapa tidak bilang biar mas yang belikan tadi." ucap Hardi.


" Tidak apa-apa mas, soalnya aku ingin makan di tempatnya " balas Sarah.


" Tapi disini bising sayang dan tempatnya juga kurang bersih " ucap Hardi.

__ADS_1


" Tapi aku ingin di sini mas, mas mau anak kita nanti pada ngeces " ujar Sarah.


" Tidak sayang, amit-amit " Ucap Hardi bergidik.


" Yasudah, mas temani aku saja yah dan duduk manis " pinta Sarah dan Hardi pun hanya bisa mengikuti keinginan dari istrinya tersebut.


Hardi menyaksikan Sarah menikmati es kelapanya lama kelamaan Hardi pun merasa ingin karena terlihat sangat segar. Hardi memesan 1 untuk dirinya dan ternyata memang cukup segar di tambah udara yang lumayan panas. Sarah tersenyum melihat suaminya yang menyeruput es kelapanya dengan cepat sampai habis sekaligus.


Setelah menghabiskan waktu 30 menit akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke rumah. Didalam perjalanan mereka pun kembali berbincang tentang bayi mereka yang akan hadir nanti.


" Kira-kira bayi kita nanti laki-laki atau perempuan?" tany Hardi.


" Yah belum tahu mas, kan masih hamil 2 bulan." balas Sarah.


" Aku sih inginnya anak laki-laki, punya dua jagoan pasti rame " ucap Hardi.


" Tapi Cilla kan inginnya adik perempuan " ucap Sarah.


" Tapi mungkin saja bisa juga laki-laki dan perempuan " lanjut Sarah.


" Bisa juga sayang tapi yang terpenting bayi kita nanti sehat dan sempurna " harap Hardi.


" Ammmiinnn " balas Sarah.


" Berarti malam ini aku bisa dapat jatah dong!" goda Hardi.


" Mulai lagi nih " ucap Sarah menekuk wajahnya.


Hardi sangat senang jika menggoda istrinya apalagi jika reaksi sarah yang terkesan malu-malu, membuatnya merasa sangat gemas dan itu membuatnya tambah mencintainya. Ingin rasanya Hardi meraihnya lalu memeluknya dengan erat sampai seolah tak bisa bernafas karena saking sayangnya ia pada istrinya tersebut.


_________


Waktu menunjukan pukul 23.30, Hardi gelisah sampai ia memimpikan sesuatu, tak dirasa ada sesuatu yang bangkit di bawah sana membuatnya tak nyaman hingga ia terbangun dari tidurnya. Ia melihat istrinya yang terlelap membelakanginya, sebenarnya Hardi tidak ingin mengganggu waktu tidur Sarah tapi sesuatu yang bergejolak tak bisa ia bendung lagi. Secara perlahan dan sedikit ragu Hardi mulai bergerilya di tubuh Sarah, ia mulai mencoba meraih sesuatu disana, sentuhan Hardi membuat Sarah menggeliat mengubah posisinya menjadi terlentang. Itu kesempatan Hardi untu melakukan hal yang lebih pada istrinya, Hardi mulai mencium bibir istrinya secara perlahan dan lama kelamaan semakin panas.


Sarah merasakan ada sesuatu yang hangat pada bibirnya akhirnya membuka matanya, ia membelalak tatkala melihat suaminya sudah berada di atasnya namun ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata karena bibirnya telah di serang oleh suaminya. Hardi yang menyadari bahwa istrinya tengah bangun karena Sarah ikut mengimbangi permainan Hardi akhirnya melepaskan ciumannya. Lalu Hardi tersenyum penuh arti yang membuat Sarah mengerti dan mengangguk tanda persetujuan darinya. Permainanpun di lanjutkan penuh dengan desahan dan terasa udara malam yang semakin panas mereka rasakan, entah berapa lama mereka lakukan sampai peluh pun bercucuran di tubuh masing-masing, sampai permainan pun selesai dengan nafas mereka yang tidak beraturan. Hardi tersenyum dan mengucapkan terimakasih lalu mendekap tubuh Sarah, lalu mereka pun tidur tanpa benang sehelaipun hanya selimut yang menutupi tubuh mereka.


Bersambung.....


Silahkan berikan saran untuk jenis kelamin anak mereka sesuai komen terbanyak, nanti saya coba kembangkan ceritanta.


😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2