Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Menikmati Waktu berdua


__ADS_3

Hardi membawa Sarah ke Mall lalu menuju salah satu outlet Hasa Beauty. Hardi meminta Sarah memilih kecantikan yang ia butuhkan. Seperti kebanyakan perempuan, Sarah sangat antusias dengan produk kecantikan yang di produksi suaminya itu. ia mencoba menggunakan lipstiknya dan benar saja terasa ringan dan tidak lengket langsung menyatu dengan bibirnya. Sarah pun memilih beberapa jenis produk kecantikan yang ia butuhkan sampai memenuhi bag paper nya.


Sarah dan Hardi pun berjalan keluar Outlet itu untuk mencari restoran karena memang sudah waktunya makan siang. Hari ini memang Hardi mengkhususkan waktunya untuk di habiskan berdua dengan istrinya. Melupakan pekerjaannya dan urusan lainnya, hanya fokus untuk menyenangkan istrinya.


"Terimakasih mas, untuk meluangkan waktu dan untuk membelikanku ini" Sarah mengangkat bag paper di tangannya.


"Tidak masalah, mulai sekarang aku akan lebih memperhatikanmu lagipula, produk kecantikan itu mas tak membelinya kan" cengiran Hardi yang memang mereka hanya mengambil tak membeli.


Sarah kepikiran dengan nama produk kecantikannya, "HaSa, Ha untuk Hardi dan Sa untuk Sarah, betulkah itu mas?" Hardi pun mengangguk.


"Apa waktu itu mas sudah tertarik padaku?" Sarah merangkul menggoda.


"mmmm ... Entahlah!" Hardi berkilah namun wajahnya menampakan senyuman malunya.


Sarah melihatnya merasa yakin bahwa di awal pernikahan, Hardi sudah tertarik padanya namun rasa gengsinya lebih tinggi hingga ia tak bisa mengungkapkan nya.


Sampailah mereka di sebuah restoran, tak begitu mewah sih namun nyaman. Yang terpenting makanannya lezat, pesanan pun datang Hardi dan Sarah langsung melahapnya. Mereka sungguh menikmati hidangannya sampai mereka lupa untuk berbincang satu sama lain.


Setelah itu mereka kembali berjalan-jalan berdua, mereka menuju ke sebuah taman di sana yang menampilkan pemandangan yang sangat indah serta danau yang memiliki air yang begitu jernih sehingga merefleksikan benda-benda di sekitarnya.


Waktu beranjak sore, Sarah dan Hardi duduk di bangku taman dekat danau tersebut. Mereka duduk sangat berdekatan sampai Sarah menyenderkan kepalanya di bahu suaminya. Hardi merangkulnya dan mengelus lembut rambut istrinya yang terurai indah.


Untuk kesekian kalinya Sarah bertanya pada suaminya, "Kapan mas mulai mencintaiku?" tanya Sarah masih dalam rangkulan Hardi.


"Saat aku ingin menidurimu." balas Hardi santai mencoba menahan tawanya.


"Benarkah?" Sarah langsung terjengkat menatap Hardi hingga rangkulan Hardi terlepas karena saking kagetnya.


Hardi akhirnya tak bisa menahan tawanya, "Hahahaha tak seperi itu, mas cuma bercanda".


"Iiihhh.... Mas. Aku jadi curiga, jangan-jangan itu ucapan isi hati mas" Sarah melingkarkan kedua tangannya di perutnya dan mengerutkan keningnya.


"Benar sayang, mas cuma bercanda. Jangan ngambek gitu, kan makin gemas" Hardi meraih kedua pipi istrinya lalu mencubitnya gemas.


"Ih... lepasin mas, sakit tahu" Sarah mengelus kedua pipinya ketika Hardi melepaskan cubitannya.


"Sudah sore, kita pulang yuk" ajak Hardi dan mereka pun beranjak dari duduknya untuk kembali kerumah.


Mereka sangat bahagia bisa menghabiskan waktu berdua saja, layaknya orang pacaran yang sedang dimabuk Cinta.


_______

__ADS_1


Tepat pukul 19.00 Wib, Hardi dan Sarah sampai di rumahnya. Cilla sudah menunggu mereka dan duduk cemberut setelah Hardi dan Sarah menghampirinya.


"Putri ayah kenapa nih, wajahnya jelek banget!" Hardi menggendong Sarah yang masih Cemberut.


"Sayangnya bunda kok cemberut sih!" Sarah mencoba menggoda putrinya.


"Bunda sama ayah kemana sih! Cilla di tinggal sendiri!" Cilla masih saja ngambek.


"Baru di tinggal sebentar saja sudah ngambek kayak gini sih!" Hardi mencubit gemas hidup putrinya yang masih dalam gendongannya.


"Yaudah, sekarang Cilla bunda bolehin tidur bersama bunda" Sarah mencoba menenangkan putrinya.


"Benar bunda! Asyik..." Cilla tersenyum senang sedangkan Hardi menatap istrinya dengan mata yang membulat. Sarah hanya tersenyum melihatnya.


"Gampang banget nenangin kamu, emang kenapa suka banget tidur bareng bunda" Hardi mendelik pada Cilla.


"Biarin suka-suka Cilla, yang penting bunda gak keberatan" ucap Cilla dengan suara cemprengnya.


"Tapi ayah yang lebih beruntung tiap malam bisa tidur sama bunda... Wweee" ledek Hardi.


"Ayah yang aneh, udah gede tidur masih di temenin.... wweee" ucapan Cilla membuat Hardi tak bisa membalas lagi, Hardi hanya bisa menahan tawanya akan ucapan putrinya yang polos. Begitupun Sarah ikut terkekeh mendengar perkataan Cilla.


_________


"Mas!"


"mmmh"


"Mas bagaimana kalau kita punya anak? Cilla juga sudah besar" Sarah membuka pembicaraan.


"Emang kau sudah siap?" Sarah hanya mengangguk.


"Kalau mas sih terserah kau saja, mas hanya bisa ikuti prosesnya" genit Hardi.


"Itu maunya mas." ucap Sarah.


" Yah kalau gak memproses bersama kan tak akan hamil sayang" ucapan Hardi ada benarnya.


"Iya, Soalnya aku sangat suka anak kecil dan pernikahan kita juga sudah lebih dari setahun. Jadi aku ingin sekali memiliki anak dari mas" jelas Sarah.


"Yaudah, hayo kita buat sekarang" Hardi hendak bangkit namun Sarah mendorong Hardi ke dalam pangkuannya kembali.

__ADS_1


"Kenapa?" Hardi terkejut.


"Jangan sekarang" tolak Sarah mengarahkan pandangannya pada Cilla yang sedang tertidur.


"Apa masalahnya? Dulu juga kan pernah melakukan ketika Cilla di sini" Hardi mengingatkan kejadiannya.


"Jangan mas, nanti saja yah. Sekarang kita tidur saja" Pinta Sarah.


"Tapi apa salahnya sih sayang?" tanya Hardi heran.


"Aku gak mau, karena harus menutup mulutku" balas Sarah malu, Hardi yang mendengar jawaban istrinya hanya terkekeh, namun dalam hatinya sedikit kecewa juga.


"Yasudah" keluh Hardi dan menghela nafasnya keras. Dengan malas Hardi mengikuti istrinya berbaring di tempat tidur dengan Cilla berada di tengah mereka.


__________


Sarah membangunkan Cilla untuk bersiap-siap kesekolah. Cilla pun bangun dengan malas, Sarah mengantarkan Cilla pada Lia untuk mandi dan berganti pakaian.


Sarah kembali masuk kedalam kamarnya melihat Hardi masih terlelap. Ketika di dekat Hardi, tiba-tiba tangan Sarah ditarik oleh Hardi hingga Sarah berbaring di samping Hardi lalu Hardi segera memeluknya erat.


"Mas ini kebiasaan, bikin kaget aku aja" keluh Sarah.


"Ah, habisnya semalam gak dapat apa-apa" balas Hardi.


"Lepasin mas, Cilla sudah mau berangkat sekolah. Aku harus segera turun" pinta Sarah namun tak coba memberontak.


"Ok sayang, mas juga harus segera ke kantor juga" Hardi melepaskan pelukannya.


Sebelum turun, Sarah menyiapkan pakaian suaminya beserta dasi dan sepatu yang akan di pakai ke kantor. Sarah turun dan melihat Cilla sudah siap-siap.


"Kamu gak satapan dulu?" tanya Sarah.


"Gak bunda, mbak Lia udah bawain Cilla bekal" balas Cilla.


"Yasudah, ayo kita berangkat sekarang biar gak telat masuk sekolahnya" ajak Sarah.


Sebelumnya Hardi pun terlihat turun dari kamar dengan pakaian rapi. Hardi ingin berangkat bersama dengan anak dan istrinya sekalian ingin mengajak Sarah ke kantornya untuk pertama kalinya.


Bersambung......


Selalu dukung Author dengan Like, Vote dan komentar.

__ADS_1


Terimakasih 😊**


__ADS_2