Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Setelah pernikahan


__ADS_3

Mendengar suara sesuatu membuat Sarah terbangun dari tidurnya, ia melihat Cilla telah bangun dan sedang bermain dengan Lia. Sarah beranjak dari temat tidur menuju Cilla.


"Cilla udah bangun, maaf bunda bangun kesiangan" ucap Sarah mengecup pipi putrinya.


"Iya bunda" jawab Cilla masih asik bermain.


"Lia, ajak Cilla mandi dan siap-siap untuk kesekolah" pinta Sarah kepada Lia.


"Baik nyonya" jawab Lia mengangguk.


Lia menatap kepergian Sarah dengan sangat heran, "kenapa nyonya tidur disini? padahalkan tadi malam adalah malam pertama nyonya dan tuan, aku tak habis pikir dengan apa yang mereka pikirkan" batin Lia.


Sarah masuk kedalam kamar Hardi dan melihat suaminya itu masih terlelap. Sarah menuju ke kamar mandi setelahnya dia berganti pakaiannya dan Hardi masih saja terlelap.


"Apa sudah kebiasaannya bangun siang hari? Apa bangunkan saja? Yasudahlah aku juga tak peduli. Toh aku juga tak di anggap olehnya" gumam Sarah dalam hati.


Sebenarnya Sarah ingin sekali membangunkan Hardi namun ia mengurungkan niatnya dan keluar dari kamar tersebut.


"Bi Lilis, bisa tolong ke pak Tono untuk membeli nasi uduk" pinta Sarah.


"Iya nyonya, nanti saya paggilkan dulu pak Tono nya" bi Lilis permisi ke belakang.


Tak lama pak Tono pun menghampiri Sarah, lalu Sarah memberikan uang utuk beli nasi uduknya. Pak tono berlalu pergi.


Hardi mulai geliat bergerak hendak bangun dari tidurnya, dia mengerjapkan matanya untuk menyadarkan pandangannya. Di lihat jam menunjukan pukul 9 pagi, Hardi langsung bangun dan segera menuju kamar mandi. Setelah itu dia berpakaian dengan rapi, Sarah masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Kau, Kenapa tak membangunkanku?" tanya Hardi.


"Saya tak berani membangunkan pak Hardi, takut mengganggu tidur pak Hardi nanti aku malah di bentak" jelas Sarah.


"Mana mungkin aku membentakmu karena membangunkanku!" heran Hardi.


"Ambilkan aku dasi yang ada di laci, cepetan" ucap Hardi meninggikan suaranya.


"Iya saya ambilkan, tapi tak perlu gitu juga pak, biasa kan bisa" keluh Sarah mengambil dasi di tempatnya.


"Yaudah aku berangkat" Hardi berlalu tanpa mengenakan dasinya hanya menentengnya karena memang sangat terlambat.


"Dia nyuruh lalu pergi gitu aja tanpa mengucapkan terimakasih, bikin sebel aja" gerutu Sarah.


Setiap kali Sarah melihat Hardi, entah mengapa dia selalu mengingat kejadian waktu itu, kadang ia juga masih merasa takut akan Hardi namun ia mencoba menutupinya dengan cara menghindarinya.


"Cilla sini sarapan dulu. Bunda sudah beli nasi uduk, sini duduk di samping bunda" ucap Sarah lalu Cilla duduk di samping Sarah.


"Bunda suapin" manja Cilla, Sarah pun menyuapi Cilla dengan sabar. Cilla terlihat senang dan makan dengan lahap. Bi Lilis dan Lia tersenyum melihatnya seakan mereka adalah anak dan ibu kandung.


"Ok, makan sudah selesai sekarang Cilla harus berangkat sekolah" Sarah memakaikan sepatu dikaki Cilla dan tas ke punggung Cilla.


"Dahhh bunda" Cilla melambaikan tangannya ke arah Sarah. Hari ini Cilla berangkat dengan Lia yang di antar pak Tono. Karena Sarah masih cuti bekerja sampai seminggu kedepan.


Harusnya waktu libur seminggu itu menjadi hari-hari untuk pengantin baru namun bagi Sarah itu hanya seperti hari libur biasa saja. Sementara Hardi malah tidak mengambil cuti sama sekali, dia lebih memilih beraktivitas seperti biasanya.

__ADS_1


Hardi sampai di kantor semua mata karyawan tertuju padanya, mereka merasa bingung kenapa bosnya itu datang bekerja padahal kemarin baru melangsungkan pernikahan. Apakah bosnya itu tidak mau menghabiskan waktunya bersama istrinya?. Begitulah tatapan mereka yang penuh tanda tanya.


"Pak Hardi?" Rio pun ikut kaget melihat Hardi berada di kantor.


"Kau kenapa kaget seperti itu? emang aku hantu apa?" gerutu Hardi melihat ekspresi Rio.


"eng... tidak pak. Apa bapak tidak mengambil cuti?" tanya Rio.


"Cuti? untuk apa? pekerjaan di kantor sangat banyak, buat apa cuti membuang waktu saja" jawab Hardi datar.


Rio hanya tersenyum canggung mendengar jawaban Bosnya tersebut.


"Bagaimana dengan jadi temu dengan Klien hari ini?" tanya Hardi tentang jadwalnya.


"Maaf pak, saya kira pak Hardi akan mengambil cuti beberapa hari, saya jadi mengubah jadwalnya ke minggu depan" sesal Rio mengambil keputusan tanpa persetujuan Hardi.


"Kau ini gimana? saya tidak pernah menyuruhmu kan?" bentak Hardi kesal.


"Maaf pak" ucap Rio


"Yaudah, sekarang kamu ambilkan beberapa berkas dari beberapa klien penting. Saya ingin mengecek ulang semuanya" suruh Hardi tegas.


"Baik pak" Rio pun keluar ruangan Hardi untuk mengambil berkas-berkas yang di maksud.


"*apa-apaan sih semua orang! emang salah berangkat bekerja setelah menikah. Cuti... cciihh... buat apa? tak penting juga" batin Hardi .

__ADS_1


Bersambung.... 🤔🤔🤔*


__ADS_2