Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Perlu waktu


__ADS_3

3 bulan pun berlalu, Devan yang saat ini berada di Amerika terlihat sangat sibuk dengan studinya. Dia terlihat tampan dengan jas putih yang melekat di tubuh tinggi kekarnya, tak jarang banyak sekali gadis-gadis bule yang mencoba mendekatinya dan menyapanya blak-blakan. Devan membalas sapaan mereka dengan penuh dengan ramah tamah namun hanya sekedar itu saja, Devan saat ini belum terlalu tertarik untuk menjalin hubungan apalagi dengan gadis-gadis di negara tersebut. Untuk saat ini ia ingin segera menyelesaikan studinya agar mendapatkan lisensi dokter spesialis yang dia inginkan, ia berencana untuk menyelesaikannya kurang lebih 2 tahun.


Sekarang Devan juga lebih sering menghubungi keluarganya di Indonesia, tak seperti dulu yang sangat cuek namun sekarang sebaliknya. Yang sering Devan tanyakan yaitu tentang kabar dari keponakan-keponakannya yang sangat ia rindukan. Dia merasa sepi hidup sendiri di negeri orang, namun demi mencapai cita-citanya apapun akan ia jalani walaupun terasa berat.


Ketika sedang istirahat dan membaca bukunya, Devan merasakan ponselnya yang bergetar, di lihatnya tertera nomor yang tidak di kenal. Lalu Devan mengangkatnya, namun tak ada jawaban dari si penelpon padahal di lihatnya masih nyambung, yang terdengar hanya suara hembusan nafas entah itu pria atau wanita, Devan tidak bisa mengetahuinya. Karena terus tidak mendapatkan jawaban akhirnya depan mengakhiri panggilan telpon tersebut.


' Siapa sih nih orang? apa cuma iseng atau salah sambung? ganggu orang saja.' gerutu Devan dalam hatinya.


Devan melanjutkan membaca bukunya di kantin kampus dan sesekali dia menyeruput minuman dingin di depannya. Seseorang tak jauh dari tempat duduk Devan memperhatikan Devan dengan sangat intens, seorang gadis cantik berparas bule namun dengan warna rambut coklat dan matanya yang indah tersenyum manis ke arah Devan, terlihat perempuan itu seperti mengagumi paras tampan Devan. Namun ketika Devan mengalihkan pandangannya dari buku yang di pegangnya, perempuan itu pura-pura memandang kearah lain dan tak berani menatap Devan yang sekarang menatap ke arahnya namun kembali fokus membaca bukunya.


Perempuan itu kembali menatap Devan dengab terpesona ketika menyadari Devan tengah kembali membaca buku di tangannya, cukup lama dia memandang Devan sampai Devan beranjak dari duduknya karena minuman di depannya telah habis. Perempuan itu merasa kecewa karena Devan pergi dari hadapannya.


___________


Malam hari di kediaman Hardi.


Hardi sedang sibuk dengan laptopnya, sepertinya dia sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya padahal waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 WiB.


" Mas masih sibuk?" tanya Sarah yang duduk di depannya dengan menggunakan gaun tidurnya yang cukup terbuka.


" Iya sayang, soalnya masih banyak pekerjaan yang belum selesai." balas Hardi tanpa mengalihkan pandangannya pada laptopnya.


" Apa kamu tak capek mas? padahal sudah seharian kerja di rumah masih saja mengerjakan pekerjaan kantor. Apa mas gak mau istirahat kan sudah malam?" ujar Sarah.


" Iya sayang, sebentar lagi mas juga mau tidur, kamu tidur duluan saja, mumpung si kembar sudah tidur, kan!" ujar Hardi.


Namun Sarah tak menjawab Hardi, Sarah malah duduk di pangkuan Hardi, menghadap ke arah Hardi dengan kaki di antara pinggang Hardi. Sarah menggoda Hardi dengan mengecup leher dan pipi suaminya lembut.


" Kamu kenapa sayang, manja banget malam ini. Jangan mencoba menggoda mas, kalau sudah bangkit nanti kamu tanggung akibatnya." ujar Hardi yang berusaha fokus dengan pekerjaannya.


" Aku tak pedulu, soalnya aku kangen banget sama mas." balas Sarah yang terus saja mengecup bagian wajah dari suaminya.


" Awas yah." Hardi memegang wajah Sarah lalu menahannya dan mulai menciumi bibirnya, cukup lama mereka melakukan itu sampai pelukan mereka pun semakin erat.

__ADS_1


Pakaian mereka masih utuh melekat di badan mereka dengan posisi yang sama, Hardi yang duduk di sofa namun Sarah berada di pangkuan Hardi dan masih saling berhadapan, yang terlihat hanya CD milik Sarah yang tergeletak di lantai. Namun terlihat Sarah seperti menahan desahannya dengan Hardi yang terus memeluknya dengan erat dan terkadang wajah Hardi seperti meringis, namun Hardi terus mengecup leher istrinya dengan lembut. Wajah mereka memerah dan terkadang tersenyum saling pandang, sesekali saling mengecup bibir dengan penuh kemesraan.


Dalam suasana yang romantis seperti itu tiba-tiba terdengar suara rengekan dari arah tempat tidur si kembar, Sarah lalu berhenti dan beranjak dari pangkuan Hardi.


" Mas, kayaknya putra kita kebangun deh, aku harus segera menghampiri mereka." ucap Sarah.


" Tapi sayang, ini tanggung banget, padahal sudah hampir sampai, bagaimana ini?" keluh Hardi.


" Tangan mas masih ada kan, mas bisa lanjutkan sendiri di kamar mandi, aku mau menidurkan mereka lagi." ujar Sarah meninggalkan Hardi yang duduk dengan tampang penuh kekecewaan.


" Tapi Sayang....." Hardi tak melanjutkan perkataannya, dia hanya menatap Sarah yang sekarang sedang menyusui Arka, terpaksalah Hardi beranjak dari duduknya dan menuju ke kamar mandi dengan tampang lesu.


' Huh... Dia yang memulai tapi malah dia tak menuntaskannya, nasib nasih.' keluh Hardi dalam hatinya.


___________


Pagi harinya.


Hari ini Cilla tidak masuk sekolah karena pihak sekolah akan mengadakan rapat dengan yayasan, maka dari itu sekolah Cilla libur.


" Akhirnya kalian datang juga, sudah di tunggu beberapa hari mas kira tak akan mampir." ujar Hardi.


" Iya mas, sebenarnya hari ini kami akan kembali ke Swiss jadi sebelum kami pulang, kami mampir dulu sebentar ke rumah mas, sambil mau lihat lagi si kembar dan Cilla yang sudah lama tak bertemu." ujar Diana.


" Cilla... Cilla... kesini sayang, ini ada tante mu katanya ingin bertemu." ujar Hardi sedikit berteriak, lalu tak lama Cilla datang dengan boneka berada di pelukannya.


" Salim sayang, ini tante Diana dan Om Stuart, pasti Cilla tak mengingat mereka karena Cilla bertemu tante dan om saat Cilla masih bayi." ujar Hardi, Cilla langsung mencium tangan Om dan tabtenya.


" Wah keponakan tante sudah besar yah, sekarang sudah kelas berapa?" tanya Diana sambil menarik Cilla kedalam pangkuannya.


" Aku sudah kelas 2 SD tante." balas Cilla.


" Oh iya, beda setahun sama Andrew anak tante yah, lain kali liburannya ke Swiss yah biar ketemu sama Andrew." ujar Diana.

__ADS_1


Cilla menatap ke arah Hardi.


" Iya, nanti kalau ada waktu kami akan main ke Swiss." balas Hardi.


Satu jam sudah Diana dan Stuart berada di rumah Hardi, karena jadwal penerbangan tinggal sejam lagi akhirnya dengan berat hati Diana dan suaminya pamit kepada Hardi dan yang lainnya dan memberikan sekotak mainan pada Cilla sebagai hadiah dan kenang-kenangan dari tante dan omnya.


___________


Hardi berbaring di sofa dengan remote televisi di tangannya, dia menyaksikan pertandingan bola yang tayang di televisi. Lalu Sarah duduk di samping Hardi dan meletakkan tangannya di kaki suaminya.


" Maksudnya apa lagi nih? jangan goda mas lagi kalau tak bisa bertanggung jawab seperti tadi malam." ujar Hardi cuek.


" Oh... mas marah yah, yasudah aku minta maaf mas." ucap Sarah.


" Yah bagaimana mas tak marah, seperti di bawa terbang sampai langit ke tujuh lalu di jatuhkan begitu saja, sakit sih tidak tapi jadi kecewa aja." ujar Hardi cemberut.


" Yasudah sekali lagi aku minta maaf, lain kali kita tuntaskan sampai selesai. Sudah dong sayang, sudah tua kok kayak anak kecil saja, padahal sudah bisa buat anak kecil hehehe." ucap Hardi.


Hardi yang tadinya cemberut menjadi tersenyum ketika mendengar kata-kata dari istrinya yang menurutnya menghibur.


" Janji yah, nanti jangan seperti itu lagi." ucap Hardi sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Sarah.


" Ok sayang, aku janji." ucap Sarah melingkarkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Hardi.


" Apa mau sekarang saja biar janjimu tak lama-lama?" ajak Hardi.


" Yah gak sekarang juga kali mas, ini kan masih sore. Cilla dan si kembar juga masih pada bangun, lain kali aja kalau situasi dan kondisi mendukung." tolak Sarah dan Hardi hanya tersenyum senang karena berhasil menggoda istrinya sampai tersipu malu.


Bersambung....


Masihkah mau di lanjutkan?


Terus dukung Author dengan Vote, Like dan komen yah....

__ADS_1


Terimakasih 😊


__ADS_2