Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Season 2 : Di tinggal pergi


__ADS_3

Setelah proses yang cukup panjang akhirnya hasil pemeriksaan mereka pun keluar.


" Bagaimana hasilnya, Dok?" Tanya Cilla penasaran.


" Semuanya bagus, anda berdua sehat-sehat saja jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Anda bisa lihat hasilnya di sini." Dokter memberikan rekam medisnya.


" Bagaimana dengan kesuburan kami?" tanya Adrian.


" Semuanya normal dan tak ada yang perlu di khawatirkan." balas Dokter.


" Syukurlah, soalnya setelah menikah kami tak akan menunda untuk memiliki momongan, kalau hasilnya bagus kan kami hanya tinggal berusaha saja hehehe."


Cilla mencubit pinggang Adrian lalu berbisik pada Adrian, " Jangan bicarakan itu, malu tahu." Adrian hanya tersenyum sambil sedikit menahan rasa sakit akibat cubitan dari Cilla.


Tak lama mereka pun pamit, dengang membawa hasil checkup mereka. Adrian membukakan pintu mobilnya agar Cilla masuk setelahnya Adrian pun masuk kedalam mobil di balik kemudi.


" Beneran kamu mau langsung punya anak?" tanya Cilla.


" Ya pastinya sayang, tapi aku tak memaksakan juga sih, semua tergantung dengan kamu juga. Jika kamu belum siap, aku tak akan memaksakan." Adrian melajukan mobilnya.


" Sebenarnya aku juga ingin segera punya anak tapi aku ingin menikmati waktu berdua kita dulu setelah menikah nanti, karena jika ada anak nanti waktu untuk kita berdua juga berkurang kan. Menikmati sebagai pengantin baru lebih lama itu yang sekarang aku inginkan, aku juga ingin merasakan meniti karir dulu nantinya."


" Aku tak akan mengekangmu, selama kamu bahagia, aku juga ikut bahagia. Oh... iya... Lusa aku harus ke Australia dulu, aku ada urusan disana juga untuk membahas pernikahan kita dengan orangtuaku. Aku juga pergi bersama Reza, karena ada hal penting yang kami urus disana."


" Kamu hati-hati disana, ingat pernikahan kita tinggal 15 hari lagi."


" Wah... sepertinya kamu selalu menghitungnya, pasti kamu sudah tak sabar jadi istri aku yah." Goda Adrian sambil mencubit pipi Cilla lembut.


" Gak gitu juga Ian, berarti aku yang akan mengurus sisanya nanti. Kamu selesaikan saja urusanmu di sana dan ingat selalu mengabariku setiap harinya."


" Baik Sayangku, cintaku, manisku yang bikin aku gemas. Pasti aku nanti akan merindukanmu... Tunggulah aku yah, jangan pernah berpaling kepada pria lain."


" Apaan sih kamu! Kamu pergi juga hanya beberapa hari kan! Nanti juga kita bertemu lagi."


" Iya hehehe ... Yah kamu harus menungguku, aku janji akan secepatnya pulang, semoga saja kurang dari seminggu urusan kami disana kelar "


" Aku bakal merindukanmu." Cilla mengecup pipi Adrian.


_______


Cilla tengah bersama Adrian di bandara, Cilla dan Adrian saling bergandengan tangan saling berhadapan. Terlihat mereka sedang berbincang dan Cilla matanya terlihat berkaca-kaca.


" Sebenarnya aku tak ingin kamu pergi."


" Aku tak akan lama, hanya seminggu saja. Sekalian sebagai pingitan sebelum kita menikah." Adrian mengusap lembut rambut Cilla.


" Tapi hatiku tak enak, pasti nanti aku merindukanmu. Bagaimana aku menjalani hidupku tanpamu di sampingku."


" Hahaha kamu ini kenapa? Sekarang kan kita bisa saling menghubungi walau kita berjauhan, kita masih bisa chatting, telponan atau video call."


" Iya, kamu harus hati-hati, janji yah akan kembali secepatnya." Cilla mengusap air mata di pipinya.


" Iya sayang, aku janji." Adrian mengusap air mata Cilla yang terus mengalir.


Lalu terdengar suara bahwa pesawat yang akan menuju ke Australia akan segera berangkat. Adrian memeluk Cilla beberapa saat lalu pergi meninggalkan Cilla sambil terus melambaikan tangannya. Cilla hanya terus menatap kepergian Adrian dengan hati yang sedikit tidak rela. Cilla tetap berdiri hingga Adrian hilang dati pandangannya.


__________


Cilla sampai di rumah dengan wajah sembab, dia memasuki rumahnya dengan sangat lesu. Sarah melihat Cilla berjalan perlahan sambil menundukan kepalanya lalu menghampiri putrinya tersebut.


" Cilla, Adrian sudah berangkat?"


" Sudah bunda." Jawab Cilla lesu.

__ADS_1


" Jangan mengeluh, Adrian kan hanya pergi beberapa hari, pasti dia akan kembali lagi. Toh pernikahan kalian sebentar lagi, kalian masih bisa saling menghubungi juga kan."


" Iya bunda, aku hanya khawatir saja."


" Yasudah, sini duduk, kita lihat-lihat kue pengantin untuk kalian, biar nanti terlihat indah dan sesuai dengan tema pernikahan kalian."


Cilla membuka katalog di hadapannya, " Wah.... kuenya bagus-bagus, Cilla ingin yang lumayan besar dan indah."


" Bagaimana kalau yang ini? Teman kalian kan seperti pesta pernikahan kerajaan pasti cocok dengan kue ini." Sarah menunjuk salah satu foto kue pernikahan.


" Bagus sekali bunda, tapi apa tak terlalu mewah. Aku juga tadinya ingin pernikahanku biasa saja tapi ayah......"


" Ikuti saja kemauan ayah, mungkin karena ayah banyak relasinya dan juga beberapa klien ayah juga di undang. Ayah ingin yang terbaik untuk putri kesayangannya."


" Yah.... Apa boleh buat, aku juga suka sih, yasudah aku setuju dengan kue pilihan bunda."


" Gaun pernikahan akan siap seminggu lagi, nanti kamu fitting baju yah. Kalau untuk Adrian pasti juga pas karena sudah di ukur dengan benar."


" Huh.... padahal aku ingin mencobanya dengan Adrian." keluh Cilla.


" Kan ada bunda, kita pergi berdua."


_________


Cilla sedang berkumpul dengan Dona dan Citra, namun Cilla terlihat tak bersemangat. Sudah 2 hari Adrian meninggalkan Indonesia namun tak sekalipun ada kabar darinya, dulu janjinya jika sudah sampai Adrian akan segera menghubunginya namun tak ada sama sekali.


" Cil, Cilla... Hallooo.... Hei.... loe denger gak?" panggil Citra.


" Eh.... sorry... sorry... loe tadi ngomong apa?" tanya Cilla yang kebingungan ketika baru sadar dari lamunannya.


" Yaelah... Nih anak kesambet apaan? Makanya jangan ngelamun loe, gue lihat dari tadi loe cuma mantengin Hp loe doank, Kenapa sih?' sewot Dona.


" Oh ini... gue gak apa-apa... Oh iya, si Amel gimana kabarnya? Loe udah kasih tahu kan kalau kita mau kumpul!" ujar Cilla mengalihkan pembicaraan.


" Hush.... masalah pribadi orang jangan di bicarain di publik." sanggah Cilla.


" Yyeehhh.... gue juga tahu itu dari si Amelnya sendiri, orang dia cerita sama gue."


" Loe tahu kan kalau si Amel mulutnya gak bisa dijaga, mungkin dia keceplosan bicarain hal pribadi dia." tambah Citra.


" Bener juga sih loe."


" Eh... yang tadi gue tanya belum loe jawab. Ngapain loe dari tadi mantengin Hp loe mulu?"


" Itu... Soal Adrian, semenjak pergi ke Australia, dia belum ngasih gue kabar sama sekali. Udah gue Chat berkali-kali tetap gak di baca, gue telpon kadang Hpnya mati atau lagi sibuk. Jujur, gue khawatir sama dia." keluh Cilla.


" Positif thinking aja Cil, mungkin pacar loe lagi sibuk kali jadi gak sempet ngasih kabar. Loe tunggu saja, pasti nanti ngasih kabar."


Tak lama ponsel Cilla pun berbunyi, terlihat ada sebuah Chat dari Adrian. Cilla seketika langsung sumringah melihatnya, segera dia membuka dan membaca isi Chat dari Adrian.


' Cilla, maaf banget. Udah dua hari semenjak aku sampai Australia gak ngasih kabar, sesampainya di Australia aku langsung ke kantor papah, aku langsung mengerjakan tugas-tugas yang harus aku kerjakan. Ternyata papah lagi sakit makanya aku dan Reza di suruh untuk kesini. Jangan khawatir, aku baik-baik saja, kamu juga jaga kesehatan yah. Sampai ketemu lagi di Indonesia nanti, semoga pekerjaannya cepat beres. I love you."


Dona dan Citra juga ikutan antusias dengan apa yang Cilla rasakan, ekspresi Cilla pun berubah hingga membuat kedua temannya pun ikut senang.


" Cie... cie... yang dapat chat dari calon suami, udah gak galau lagi Neng?" Ejek Dona.


Cilla hanya tersenyum pada kedua sahabatnya, sambil membalas pesan dari Adrian, ' *Iya tak apa-apa, aku hanya khawatir takut terjadi apa-apa sama kamu. Soalnya dari semenjak kamu berangkat ke Australia, hatiku rasanya tidak tenang. Tapi setelah mendapat pesan darimu, aku jadi mulai tenang. Bisa kita telponan?"


' Maaf Cilla, saat ini aku gak bisa menelponmu. Soalnya aku sedang mengerjakan pekerjaanku, Reza juga ada di sampingku ikut membantu."


' Oh... Ok kalau begitu, selama bekerja yah dan jaga kesehatan."


' Maafkan aku yah Cilla, aku janji kalau ada waktu, aku yang akan menghubungimu. Bye Sayang.'

__ADS_1


' Iya tak apa sayang.'


Cilla terlihat kecewa karena tak bisa menelpon dengan Adrian tapi Cilla memaklumi mungkin Adrian benar-benar sedang sibuk sehingga dia tak dapat di ganggu sama sekali. Cilla tak akan mengganggu kasihnya itu karena semakin dia tak mengganggu Adrian, semakin cepat pekerjaan Adrian selesai. Cilla ingin Adrian segera menyelesaikan pekerjaannya hingga dia bisa segera pulang ke Indonesia.


" Kenapa? Udah dapat kabar kok masih cemberut aja!"


" Gue senang sih dapat kabar tapi gue ingin banget telponan, dianya malah gak bisa. Sibuk lah, apa lah... Hups..."


" Sabar... Yah mungkin Adrian beneran sibuk, biar kerjaannya cepat selesai dan bisa cepat pulang."


" Yaudah... Mumpung dekat Mall bokap loe, kita main Ice Skating yuk, udah lama gue gak main. Biar ngilangin rasa galau loe." Ajak Dona.


" Ide bagus Don, Yuk Cill." Citra meraih tangan Cilla untuk mengajaknya bangun dari duduknya, dengan sedikit paksaan akhirnya Cilla pun ikut bersama kedua temannya menuju Mall tersebut.


Sesampainya di tempat Ice Skating, mereka pun menggunakan sepatu khusus untuk permainan tersebut. Cilla dan Dona sangat mahir dalam berseluncur sementara Citra hanya bisa pelan-pelan saja karena dia memang sama sekali tak bisa main Ice Skating, sesekali Citra memegang pinggiran pagar pembatas dan sesekali Citra terjatuh. Dona dan Cilla tertawa terbahak-bahak melihatnya, lalu Cilla menghampiri Citra dan membantunya berdiri. Cilla membimbing Citra untuk berseluncur dengan benar, Cilla sekarang terlihat bahagia, wajahnya yang sedari tadi hanya cemberut mulai dihiasi dengan senyuman. Ternyata cara itu mampu mengurangi kegalauan Cilla dan Cilla bisa bersenang-senang dengan kedua sahabatnya tersebut.


________


Reza sedang mengerjakan pekerjaannya, sepertinya dia sangat sibuk dengan berkas-berkas yang berada di atas mejanya. Membantu papahnya yang juga sedang sibuk dengan dokumen-dokumen yang di pegangnya. Sesekali Reza melihat ponsel di atas mejanya, wajahnya terlihat sendu namun ia tetap kembali mengenakan pekerjaannya dengan sangat serius.


" Bagaimana dengan klien ini pah? Sepertinya yang ini setuju dengan proyek yang akan kita jalankan nanti."


" Iya, kita temui mereka nanti, sebelumnya kita hubungi terlebih dahulu mereka semoga mereka bisa berinvestasi dalam proyek kita ini."


" Apa kita juga akan mencari investor dari luar?"


" Yah... Sepertinya begitu, jika kita hanya mengandalkan investor dari sini saja sepertinya masih kurang untuk membiayai proyeknya."


" Target kita saat ini negara mana saja?"


" Papah kira di Indonesia juga pasti banyak yang tertarik. Kita cari sekitar Asia saja dulu, karena banyak perusahaan yang menjalankan usahanya sesuai dengan proyek ini."


" Ok pah, aku akan mencoba menghubungi beberapa perusahaan di Asia, semakin banyak investor akan semakin cepat terlaksana."


" Iya... Udah waktunya makan siang, kita makan dulu."


" Ok Papah saja yang makan, aku nanti saja setelah satu dokumen ini aku selesaikan."


" Yasudah, kamu jangan lupa makan, Papah mau keluar dulu."


" Ok Pah."


Reza terus saja berkutat dengan pekerjaannya, tak lama pikirannya pun teringat dengan abangnya, Adrian. ' Kira-kira Bang Adrian lagu apa yah! Biasanya dia selalu semangat kalau masalah pekerjaan... Huh....' Reza lagi-lagi menatap ponsel di atas mejanya.


_________


Seminggu pun berlalu, Cilla selalu berkomunikasi dengan Adrian setiap harinya, walaupun tidak terlalu sering namun mereka saling mencurahkan isi hati mereka dan rasa rindu mereka. Ketika Cilla ingin sekali melakukan video call atau sekedar telponan, Adrian selalu mengelak dengan berbagai alasan, salah satunya masalah kesibukan pekerjaannya. Cilla mencoba mengerti dan dia tak memaksa Adrian untuk melakukan yang dia inginkan.


Di perusahaan Hardi, Adrian mendapatkan cuti hingga Adrian bisa berangkat ke Australia. Dalam perusahaan Hardi, jika seorang karyawan telah bekerja lebih dari 3 tahun, akan mendapatkan cuti besar namun di lihat dari kinerja mereka dan Adrian masuk ke dalam kategori tersebut.


Cilla menatap langit-langit rumahnya, tinggal seminggu lagi hari pernikahan mereka namun Adrian masih belum ada tanda-tanda untuk pulang. Dalam hati Cilla merasa was-was, hatinya merasa tidak tenang, ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman namun Cilla pun tak tahu perasaan apa itu. ' Kenapa Adrian tak mau video call dan telponan dengan aku sih? Biasanya dia paling malas untuk Chatting, tapi sekarang dia malah hanya bisa komunikasi lewat Chatting, Apa kesibukannya sampai menyita waktu lapangnya? Huh... Aku kangen kamu, Adrian! Cilla memeluk guling di sampingnya.


Cilla meraih bingkai foto dirinya bersama Adrian, Cilla mengelus wajah Adrian di dalam foto tersebut, walaupun Adrian memakai kacamata tak menghalangi ketampanan wajahnya. Dengan perilakunya yang baik, kesopanannya yang bisa di bilang sangat bagus, bahkan bisa meluluhkan hati Cilla Yang tadinya masih terisi oleh Reza. Cilla bersyukur karena dalam waktu satu minggu lagi, dia akan menjadi nyonya Adrian, sebuah status yang sangat dia inginkan. Cilla meletakkan kembali bingkai fotonya lalu kembali membaringkan dirinya, menatap kosong ke langit-langit. Lama kelamaan rasa ngantuk menyerangnya, hingga tak butuh waktu lama untuk Cilla memejamkan matanya dan terlelap.


" Adrian? kok kamu ada di sini? Kapan kamu pulang? Kok kamu gak memberitahuku." Cilla berlari lalu memeluk Adrian dengan sangat erat.


" Maaf sayang, aku mendadak pulang karena sudah sangat merindukanmu."


" Terimakasih sayang, aku juga sangat merindukanmu."


BERSAMBUNG.....


Selalu nantikan episode selanjutnya 😊

__ADS_1


__ADS_2