Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Rasa


__ADS_3

Wulan tak berani mendekati Cilla walau Hardi sudah pergi dari sana, ia hanya ingin menatap putrinya tersebut seperti dulu. Wulan pergi begitu saja setelah melihat Cilla sudah masuk ke kelasnya.


Dengan hanya menatap Cilla dari jauh, Wulan sangat bahagia apalagi jika ia berdekatan atau bahakan bisa memeluk Cilla. Waktu itu memang ada kesempatan bagi Wulan untuk memeluk Cilla namun Wulan tak melakukannya karena ia melihat tatapan asing Cilla pada dirinya. Ia khawatir jika ia memaksa untuk memeluk Cilla, ia takut nanti Cilla malah seamkin menjauhinya karena di peluk oleh orang yang baru dikenalnya.


_________


Sarah baru membuka matanya setelah ia menyadari ada cahaya matahari yang masuk ke kamarnya. Ia melihat jam di dinding yang ternyata sudah pukul 10 siang. Ternyata ia tidur cukup lama, ia melihat sekeliling ternyata memang Hardi sudah tidak ada. Sarah duduk lalu tak lama terdengar suara dering ponselnya, tertera nama 'suamiku' disana. Sarah mengangkat panggilan telpon itu dengan senang hati.


Hardi : Halo sayang! Sudah bangun?


Sarah : Sudah mas, baru saja aku bangun.


Hardi : Berarti pas banget dong mas nelpon.


Sarah : Mas ada apa nelpon?


Hardi : Yah mau nelpon saja, memangnya tak boleh menelpon istri sendiri. Apa mas harus nelpon orang lain?


Sarah : Maksud mas mau nelpon siapa? kasih tahu aku. (Dengan nada kesal)


Hardi : Nelpon siapa yah? Kalau nelpon cewek lain emang boleh? (Hardi menggoda istrinya)


Sarah : Apa? memangnya mas punya cewek lain? Siapa mas? memangnya aku sudah tak cantik lagi? (Sarah semakin kesal dan sewot)


Sementara Hardi yang mendengar ocehan istrinya hanya bisa menahan tawanya, ia tahu bahwa istrinya itu sedang cemburu.


Hardi : Ada aja? apa perlu mas kenalkan padamu?


Sarah : Beneran? Mas serius? Mas sudah tak cinta lagi padaku? Mas tega, mas sudah berpaling. (Nada suara Sarah berubah menjadi nada sedih)


Hardi akhirnya berhenti menggoda istrinya, ia tak mau bercandanya malah menimbulkan masalah.


Hardi : Sayang, mas bercanda sayang. Jangan di ambil serius begitu, mas itu cuma mencintaimu. Tak ada wanita lain di hati mas, mas sayang sekali padamu. Kamu jangan nangis begitu sayang, mas beneran bercanda.

__ADS_1


(Hardi mendengar isakan di balik telpon)


Sarah : Beneran cuma bercanda? Mas tak bohong kan? Aku tadi sudah kecewa sekali padamu mas.


Hardi : Benar sayang, mas tari hanya bercanda. Sudah jangan nangis yah sayang, mas akan pulang cepat, kamu mau mas bawakan apa?


Sarah : Aku mau rujak mas, yang macam-macam buahnya yah. Tapi pengen rujak ulek yang dekat sekolah TK Cilla dulu mas.


Hardi : Ok siap sayang, mas akan belikan buat istri tercinta. Yasudah dulu sayang, mas ada meeting dulu. Mas akan usahakan pulang cepat.


Sarah : Iya mas, aku juga mau mandi dulu.


Hardi : Mandi yang wangi yah, biar mas betah melukmu.


Sarah : Dasar mas ada-ada saja.


Hardi : Muach... sampai ketemu nanti.


Telponpun terputus, Sarah hanya tersenyum. Lalu ia beranjak menuju ke kamar mandi mandi untuk membersihkan diri.


________


Rio telah mempersiapkan sebuah benda kecil yang terbungkus wadah kotak untuk ia serahkan kepada Sita sebagai bentuk perasaannya. Tanpa Rio sadari, daritadi Hardi memperhatikannya yang tersenyum-senyum sendiri sambil menatap layar ponselnya. Rio pun tertawa girang saat menerima satu pesan dari Sita yang membuatnya melonjak dari duduknya lalu Rio tanpa sadar mencium beberapa kali layar ponselnya.


Hhmmmnnnnmmm..... Suara seseorang membuyarkan kebahagiaannya. Rio pun terkejut langsung berhenti tersenyum tatkala menyadari keberadaan bosnya di dekatnya.


"Eh pak Hardi, sudah lama disini?" tanya Rio gugup.


"Cukup lama melihatmu tersenyum ke arah layar ponselmu" balas Hardi.


Rio pun tertunduk malu, lalu ia menyadari kenapa bosnya datang ke ruangannya.


"Oh iya pak Hardi pasti ingin menanyakan perihal meeting hari ini. Hari ini jadwal meeting 30 menit lagi dengan perusahaan xxx klien baru kita yang ada di Surabaya. Beliau sudah pada datang namun sedang menyantap makan siang mereka di kantin kanyor kita. Saya sudah menyiapkan beberapa berkas untuk bahan meeting kita nanti" jelas Rio panjang lebar lalu ia menyerahkan berkas-berkas tersebut pada Hardi.

__ADS_1


Hardi duduk di ruangan Rio sambil membaca dan mempelajari isi berkas tersebut. Rio melihat Hardi sangat serius membacanya, Rio duduk bersandar sambil menghela nafasnya. Sebenarnya daritadi jantung Rio berdetak kencang sedikit malu dan sungkan pada bosnya tersebut.


" Kau sepertinya serius dengan sahabat istri saya!" pertanyaan Hardi sedikit mengejutkan Rio yang tadi sudah tenang.


" Eh itu, iya pak. Saya serius dengan Sita, saya juga sangat berterima kasih pada bu Sarah karena beliau telah memperkenalkan Sita pada saya " jawab Rio sedikit gugup.


" Iya nanti saya sampaikan pada istri saya. Tapi hubungan asmara jangan sampai mengganggu kinerjamu, jadikan asmara sebagai vitamin untuk menambah semangatmu dalam bekerja " ujar Hardi.


" Baik pak " balas Rio.


" Yasudah, kita keruang rapat. Kita mulai meetingnya " ujar Hardi lalu beranjak dari duduknya dan di susul oleh Rio yang membawa dokumen berkasnya.


_______


Waktu menunjukan pukul 4 sore, Sarah terus menunggu suaminya pulang.


'Katanya akan pulang cepat tapi belum pulang juga' batin Sarah.


Sarah terus menunggu sampai 2 jam berlalu, ia pun tertidur di ruang televisi dengan televisi yang masih menyala dan remote berada dalam genggamannya.


Hardi pun pulang tepat pukul 6.30 malam. Ia membawa bungkusan di tangannya yaitu rujak pesanan istrinya yang syukurnya masih buka di sore hari. Hardi memanggil-manggil nama istrinya namun tak ada jawaban. Lalu Hardi lewat di depan ruang televisi, baru ia melihat istrinya yang meringkuk di atas sofa dengan tidur terlelap.


Hardi menghampiri Sarah, ia duduk di dekat Sarah. Lalu Hardi mengelus kepala istrinya tersebut. 'Maafkan aku sayang, pulang terlambat tak sesuai janji. Tadi meetingnya cukup menyita waktu, tapi aku bawa pesanan yang kau inginkan' gumam Hardi pada Sarah yang terlelap.


Karena merasa tidak nyaman dengan posisi tidur Sarah, Hardi menggendong istrinya tersebut untuk ia bawa ke kamarnya. Tangan kekarnya menggendong Sarah dengan mudah, apalagi dengan tubuh langsing Sarah yang tidak membebankan otot tangan Hardi sehingga ia dengan entengnya mengangkat tubuh istrinya tersebut.


Setelah sampai di kamarnya Hardi meletakan tubuh Sarah secara perlahan di atas tempat tidur. Lalu Hardi menarik selimut untuk menyelimuti setengah tibuh istrinya. Hardi menatap lekat wajah Sarah yang dirasanya semakin lama semakin cantik saja. Ia mengecup kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


Hardi membuka dasinya sekaligus dengan kemejanya, tubuhnya terasa sangat lengket. Ia pun segera menuju ke kamat mandi, dengan tubuh sudah bertelanjang dada. Otot di tubuhnya sangat sempurna, dengan wajah tampan dan tubuh tinggi kekar membuat Hardi bak patung yang di ukir sempurna oleh tuhan. Pantas saja banyak perempuan yang selalu berusaha menggoda Hardi meski dengan cara kotor atau dijadikan istri keduanya. Namun Hardi tak goyah, Cintanya sekarang hanya untuk Sarah, satu-satunya wanita yang ia cintai dan satu-satunya istri kesayangannya.


Bersbung......


Berikan Saran untuk episode selanjutnya. Author akan mencoba mengembangkan ceritanya sesuai saran yang paling menarik.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2