Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Orang dari masalalu 2


__ADS_3

Hari ini bu Rahma ingin mengunjungi Sarah selain untuk membicarakan tentang papahnya Sarah, ia juga ingin sekali melihat keadaan Sarah dan calon bayinya. Sebenarnya bu Rahma sedikit ragu melihat keadaan dulu dimana papahnya Sarah meninggalkannya di depan matanya, Sarah kecil menangis sejadi-jadinya ketika papahnya pergi dengan tampang marah walau Sarah mencoba meraih tangan papahnya itu namun di tepis begitu saja oleh papahnya.


Kejadian yang memang sudah sangat lama namun cukup membekas bagi bu Rahma dan mungkin juga bagi Sarah. Kelakuan papah Sarah dulu memang sulit untuk di maafkan namun bu Rahma mempertimbangkan keadaan pak Wahyu saat ini. Walau masa lalu yang buruk tapi tetap saja pak Wahyu adalah ayah kandung Sarah, jadi bu Rahma suka tidak suka harus memberitahu Sarah. Tentang respon Sarah nantinya bu Rahma menyerahkan segalanya pada putrinya tersebut lagipula Sarah sudah dewasa jadi dia bisa mengambil keputusannya sendiri.


Bu Rahma memencet bell pintu rumah Sarah dan di bukakan oleh asisten rumah tangganya , bu Rahma masuk kedalam dan melihat Sarah sedang memasak dengan bi Lilis untuk makan siang mereka karena memang sebentar lagi Cilla pulang dari sekolah.


" Sarah!" panggil bu Rahma, Sarah pun segera berbalik dan melihat mamahnya berdiri tak jauh darinya.


" Mamah " Sarah segera menghampiri mamahnya lalu memeluk mamahnya sebagai tanda sapa.


" Mamah, aku kangen banget. Mamah sudah lama tak datang pasti sibuk." ucap Sarah sambil melepaskan pelukannya.


" Iya sayang, sengaja mamah datang ingin tahu keadaanmu dan calon cucu-cucu mamah." ujar bu Rahma.


" Ayo kita duduk dulu mah, nanti biar bi Lilis buatkan kita minum." ajak Sarah.


Mereka pun duduk di sofa depan televisi, terlihat Sarah memang senang akan kedatangan mamahnya.


" Bagaimana keadaan kandunganmu nak?" tanya bu Rahma.


" Alhamdulillah sehat-sehat saja mah, mereka juga sudah aktif menendang-nendang." balas Sarah.


" Wah syukurlah, mamah senang mendengarnya. Nak Hardi bagaimana kabarnya?" tanya bu Rahma.


" Hardi sehat juga mah, hanya saja belakang ini sedang sibuk-sibuknya bekerja karena katanya ada proyek baru yang harus selesai dalam 3 bulan. Proyek besar yang sangat penting sehingga menyita banyak waktu sampai-sampai mas Hardi jarang pulang." jelas Sarah.


" Oh begitu, ketika suami sibuk kau jangan salah sangka ataupun curiga yah, Sarah harus mendoakannya segala kebaikan agar selalu sehat dan tidak ada masalah yang menimpanya." ujar bu Rahma.

__ADS_1


" Iya mah, aku tak pernah berpikiran negatif padanya, aku percaya padanya dan terimakasih sudah mengingatkan aku mah." ucap Sarah.


" Sebenarnya ada hal penting yang ingin mamah bicarakan denganmu." ucap bu Rahma.


" Hal penting, tentang apa mah?" tanya Sarah.


Sebelum bu Rahma menjawab tiba-tiba terdengar jika Cilla sudah pulang dari sekolah, seperti biasanya suara khas Cilla yang berteriak melengking memanggil bundanya.


" Bunda... Bunda... Bunda... " teriak Cilla memanggil.


" Iya sayang, bunda di sini. Kesini sayang, ada nenek juga." balas Sarah.


Cilla pun segera berlari ke arah Sarah, melempar tas yang di bawanya yang langsung di ambil oleh Lia ( pengasuh Cilla ). Cilla segera mencium tangan bunda dan neneknya bergantian, bu Rahma segera mengecup pipi Cilla karena merindukannya. Walau Cilla bukan cucu kandungnya tapi rasa sayang yang ia rasakan seperti rasa sayang akan cucu kandungnya sendiri.


" Ayo sekarang kita makan dulu, nanti kita lanjutkan pembicaraan kita setelah makan yah mah." ujar Sarah dan mereka bertiga pun menuju meja makan.


" Iya sayang, bunda sengaja membuatnya untuk Cilla, ayo cepat makan." ujar Sarah.


Mereka bertiga pun menikmati makan siang mereka dan sedikit berbincang hal-hal ringan terutama menanyakan tentang sekolah Cilla yang di jawab Cilla dengan antusias. Beberapa lama akhirnya makan siang pun selesai, Cilla pergi ke kamarnya di ikuti oleh Lia karena tadi Cilla belum sempat berganti pakaian. Cilla ingin mandi karena badannya terasa gerah, seperti biasanya Cilla bukan hanya mandi namun ia suka sekali mandi sambil berendam dan pastinya di ikuti dengan bermain air sehingga butuh waktu lama sampai selesai.


Sedangkan Sarah dan bu Rahma kembali ke ruang televisi untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang tadi sempat tertunda.


" Sebenarnya hal apa yang ingin mamah sampaikan sepertinya sangat penting?" tanya Sarah.


" Begini Sarah, beberapa hari yang lalu mamah mendapatkan telpon dan ternyata itu telpon dari papahmu, dia menelpon setelah sekian lama menanyakan kabar kita. Tapi yang ingin mamah beritahu sepertinya dia sedang dalam keadaan sakit, sehingga mamah harus memberitahukannya padamu." jelas bu Rahma sedikit ragu-ragu.


" Siapa? apa selama ini Sarah punya papah. Yang Sarah tahu papah Sarah sudah mati belasan tahun yang lalu saat dia memutuskan pergi meninggalkan kita. Dulu dia kemana saja, sampai Sarah memohon dan menangis dengan memegang tangannya untuk menahannya agar tidak pergi tapi apa yang dia perbuat, dia menepis tangan Sarah begitu saja dengan kasar lalu pergi tanpa menoleh kepada kita sedikitpun. Apa orang seperti itu masih pantas di bilang papah?" ujar Sarah dengan air mata yang berlinang.

__ADS_1


" Iya mamah mengerti perasaanmu, mamah hanya ingin memberitahumu saja, mamah juga tidak akan memaksamu untuk menemuinya. Semua keputusan ada di tanganmu." balas bu Rahma.


" Iya mah, maaf aku terbawa emosi. Untuk saat ini aku belum bisa memaafkannya jadi untuk apa aku menemuinya, mungkin itu semua ganjaran untuknya karena perbuatannya dulu." ujar Sarah masih menahan emosinya.


" Yasudah, kau tak perlu memikirkannya. Kabar ini jangan sampai membuatmu stres, ingat janin di perutmu harus tetap dalam keadaan nyaman dan makan makanan yang bergizi juga yah nak." ujar bu Rahma.


" Makasih mah, aku akan menjaganya sekuat tenaga." balas Sarah memeluk bu Rahma.


Bu Rahma pun pamit setelah melihat Sarah sudah tenang, bu Rahma bisa mengira dan memaklumi reaksi yang di tunjukkan Sarah. Biarlah berlalu, semoga nanti Sarah bisa memikirkan untuk bertemu dengan papahnya kateba ia telah mengetahui keadaan papahnya sekarang.


______


Beberapa minggu pun berlalu, pekerjaan Hardi yang dia kerjakan bersama teamnya akhirnya mencapai kesepakatan yang baik, proyeknya yang selama 3 bulan pengerjaan ternyata goal dengan hasil yang memuaskan. Senyum kepuasan dan rasa lega terpancar dari wajah Hardi, ia sangat senang akan hasil yang di capai.


Yang membuatnya tambah bahagia, bahwa ia akan memiliki waktu yang lebih lagi dengan keluarganya karena selama ini ia mengabaikan keluarganya karena tuntutan pekerjaan.


Hari ini Hardi ingin sekali cepat pulang, ia sangat merindukan anak istrinya terutama Sarah karena ia menyadari bahwa perhatiannya berkurang, dengan keadaan Sarah yang sedang hamil besar harusnya ia mendapatkan perhatian yang lebih.


Hardi merapikan mejanya dan bersiap untuk pulang, sebelumnya ia juga menghubungi Rio untuk pulang juga karena ia sudah bekerja keras. Senyum terus mengembang di bibir Hardi tatkala ia dalam perjalanan menuju ke rumahnya. Dalam hatinya sudah tak bisa lagi menahan rasa rindunya akan anak dan istrinya, mulai sekarang ia ingin sekali menghabiskan waktu bersama mereka.


' Tunggu ayah Cilla, tunggu mas sayang, sebentar lagi kita akan bertemu dan menghabiskan waktu bersama lagi." Gumam Hardi dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan.


Akankah Sarah tetap keras hatinya ataukah ia akan memaafkan papahnya?


Bersambung....


Jangan lupa Vote, like dan komen yah... Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2