
Terdengar suara air di dalam kamar mandi yang sedikit mengusik tidur Hardi. Hardi melirik samping tempat tidurnya dan Sarah tak berada di sana. Hardi melihat jam di ponselnya dan waktu masih menunjukkan pukul 3.40 pagi. Apa mungkin Sarah sedang mandi jam segini?, pikir Hardi.
Tak lama Sarah pun keluar dengan menggunakan baju handu dan memang ia baru saja selesai mandi. Hardi yang melihatnya heran, tak pernah Sarah mandi sepagi ini bahkan masih bisa di bilang masih malam.
" Kau mandi jam segini sayang?" tanya Hardi Heran.
" Iya mas, habisnya gerah sih " balas Sarah lalu ia berganti pakaian.
Sarah pun hendak keluar kamarnya dan Hardi bertanya pada istrinya. " Kau mau kemana sayang?"
" Aku mau ke dapur mas, mau cari makan soalnya perutku terasa lapar " balas Sarah.
" Aku ikut " ujar Hardi lalu mengikuti istrinya.
Tak berapa lama sampailah mereka di dapur. Sarah langsung membuka-buka lemari mencari sesuatu untuk ia makan.
" Kau mencari apa? makanan kan masih banyak di kulkas. Sisanya bisa kau hangatkan " ucap Hardi.
" Aku tak ingin makanan itu mas, baunya membuatku tak enak. Aku mencari mie instan, sepertinya masih ada stok tapi kok tidak ada yah " balas Sarah masih terus mencari.
" Sepertinya sudah habis sayang, soalnya kita kan memang jarang beli Mie " ujar Hardi.
" Mas.... bisakah belikan aku mie instannya?" pinta Sarah memelas.
" Beneran kau sangat ingin makan mie instan?" tanya Hardi meyakinkan, Sarah hanya menjawab dengan anggukan yang memelas.
" Baiklah, aku akan membelikannya. Untung saja mini market depan buka 24 jam " balas Hardi.
" Tapi aku tak ingin mas beli di minu market depan, aku inginnya mas membelinya di warung depan komplek aja." ujar Sarah masih memelas.
" Tapi kan sayang kalau di minimarket kan bisa beli banyak " balas Hardi.
" Tak usah beli banyak, beli aja 2 bungkus. Ingat yah harus beli di warung depan komplek jangan di minimarket." pinta Sarah menekankan.
" Iya iya... Kau tunggu sebentar, biar aku pergi membeli mie nya." balas Hardi menuruti permintaan istrinya, Sarah pun tersenyum senang karena suaminya menurutinya.
Hardi pun pergi, ia hanya berjalan kaki karena memang rumahnya tak jauh dari letak warung itu berada. Hardi hanya butuh waktu kurang lebih 5 menit dengan berjalan kaki. Sampailah hardi di depan warung tersebut dan warungnya barusaja di buka oleh pemiliknya. 'Syukurlah, warungnya sudah buka' batin Hardi.
" Pagi bang !" sapa Hardi.
" Eh pak Hardi, tak seperti biasanya ke warung apalagi di waktu subuh seperti ini." balas tukang warung.
__ADS_1
" Iya bang, ini warungnya biasa buka jam segini?" tanya Hardi.
" Iya pak, biar rejeki nya gak di patok ayam " balas tukang warung.
" Saya mau beli mie instan rebus yang pedas, ada!" ucap Hardi.
" Ada pak, sebentar. Memangnya untuk siapa pak?" ucap tukang warung sambil memberikan 5 bungkus mie instannya.
" Ini untuk istri saya, katanya ingin makan mie instan. Jadi semuanya berapa?" tanya Hardi.
" 15 ribu aja. Atau bisa jadi istri anda...." ucap tukang dagang tak melanjutkan perkataannya.
" Yasudah saya permisi yah bang " ucap Hardi lalu meninggalkan warung tersebut.
Hardi pun berjalan pulang dengan menenteng kantung kresek hitam di tangannya. Sesuatu yang tidak pernah ia lalukan, ini baru pertama kalinya ia lakukan demi menuruti permintaan istri tercintanya. Tak berapa lama sampailah Hardi di rumah lalu ia langsung menuju ke arah dapur.
" Sayang, ini mas sudah membeli mie rebusnya." ucap Hardi yang membangunkan Sarah yang tadi tertidur di meja makan.
" Kau tidur sayang?" tanya Hardi.
" Iya mas, tadi sambil menunggu aku ketiduran sebentar." balas Sarah.
" Ini mie nya, mas sudag belikan" Hardi meletakkan kantung kresek itu di atas meja makan.
" Oh... ok deh sayang." Hardi pun menyiapkan panci kecil yang telah di isi air lalu meletakkannya di atas kompor yang telah dinyalakan.
" Jangan lupa tambahkan potongan daun bawang, sawi hijau, cabe rawit dan sebutir telur." ujar Sarah.
" Baik tuan putri " balas Hardi lalu melakukan apa yang Sarah inginkan.
Tak butuh waktu lama, mie instan pedas buatan Hardi pun siap. Ia menyajikannya pada Sarah yang terlihat senang.
" Ini tuan putri, hidangannya telah siap. Aku tambahkan bumbu cinta agar semakin sedap." ucap Hardi.
" Terimakasih sayang. Tapi kok cuma satu, mas tak makan?" ucap Sarah.
" Kau saja yang makan, mas masih belum lapar." balas Hardi.
Sarah pun menyantap makanannya dengan lahap. Ia merasa mie ini sangat enak beda dari biasanya, apa karena buatan suaminya yang benar di tambah bumbu cinta.
Hardi hanya tersenyum menatap Sarah yang sedang makan. Ia senang karena mie buatannya sangat dinikmati oleh istrinya. Hardi terus memandangnya sampai Sarah menyeruput habis sampai ke airnya. Sarah mengelus perutnya yang terasa kenyang.
__ADS_1
" Sudah kenyang sayang?" tanya Hardi.
" Iya sudah mas, terimakasih. Mie buatan mas enak sekali." balas Sarah lalu menguap.
" Kau ngantuk sayang?' tanya Hardi.
" Iya mas, aku mau tidur lagi yah " ucap Sarah lalu kembali kedalam kamar.
Hardi mengikuti istrinya masuk ke dalam kamar mereka. Satah berbating di tempat tidur lalu Hardi menarik selimut menutupi sebagian tubuh Sarah. Hardi mengecup kening Sarah dengan penuh kasih sayang.
" Selamat tidur sayang " ucap Hardi.
" Mas temani aku yah, jangan pergi kemana-mana sebelum aku tertidur " pinta Sarah untuk menemaninya.
Hardi menuruti istrinya, ia menggenggam tangan istrinya sambil sedikit bersenandung agar Sarah cepat tertidur. Benar saja, tak lama Sarah terlelap karena genggamannya pada tangan Hardi mulai melonggar.
__________
Di sisi lain Wulan sedang bersiap-siap dengan pakaian dan dandanan cantiknya. Hari ini ia berencana melihat Cilla kembali di sekolahnya. Wulan benar-benar sangat merindukan putrinya tersebut, ia berusaha untuk mengambil hati putrinya sampai Cilla bisa memanggilnya mamah.
Flashback on
Setelah perceraian antara Hardi dan Wulan, sebenarnya Wulan masih tetap mengunjungi rumah Hardi secara diam-diam. Dari kejauhan Wulan selalu mencuri-curi kesempatan untuk melihat perkembangan tumbuh kembang Cilla.
Terkadang Sarah ingin sekali menghampiri Cilla tat kala ia melihat Cilla sedang bermain di halaman rumah bersama pengasuhnya.
Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan beberapa tahun Wulan selalu saja mengunjungi rumah Hardi hanya untuk melihat putrinya yang semakin besar dan semakin cantik.
Lalu pada suatu hari, Wulan melihat Hardi dan keluarganya keluar dengan pakaian Formal mereka. Itu membuat banyak pertanyaan di kepala Wulan, ada acara apa sampai Hardi dan keluarganya berpakaian rapi da membawa beberapa parsel lalu di masukan kedalam mobil.
Sebulan kemudian setelah Wulan melihat itu, Wulan melihat Hardi membawa seorang gadis kedalam rumahnya dan membawa sebuah koper besar, membawanya masuk kedalam rumahnya.
Setelah di selidiki ternyata itu adalah istri baru Hardi. Wulan merasa kesal sekaligus sedih dimana istri baru Hardi sangat dekat dengan putrinya. Terkadang airmatanya menetes dari kedua matanya membayangkan bahwa posisinya yang dulu telah tergantikan oleh orang lain.
Flashback Off
________
Hardi mengantarkan Cilla ke sekolah sebelum ia berangkat ke kantornya. Hari ini Sarah tidak ikut mengatar Cilla karena Sarah masih tidur sampai pagi.
Wulan sudah berada di sana, ia tidak mendekati mereka. Ia tahu bahwa ia akan di usir jika terlihat oleh Hardi karena tindakannya waktu itu menjemput Cilla pulang tanpa sepengetahuan Hardi. Wulan hanya melihat Cilla dari kejauhan, itu pun telah membuatnya cukup mengobati rasa rindunya pada putrinya.
__ADS_1
Bersambung......
Nantikan up selanjutnya 😁