Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Buah Hati


__ADS_3

Di kantor Hardi sangat fokus memeriksa lembar demi lembar pekerjaannya yang sangat menumpuk, karena memang Hardi sering sekali tidak masuk kerja setelah kehadiran dua jagoan kecilnya. Namun itu tak masalah untuk Hardi, pekerjaan jika di kerjakan akan segera selesai tapi melihat tumbuh kembang buah hatinya tidak dapat di ulang sehingga Hardi tak ingin melewatkannya.


Hardi memanggi Rio ke ruangannya untuk membahas beberapa pekerjaan yang selama ini di tangani oleh Rio, Hardi dan Rio sangat serius jika membahas soal pekerjaan seperti tidak ada yang bisa mengganggu mereka.


" Bagaimana hubunganmu dengan Sita?" tiba-tiba Hardi menanyakan pertanyaan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.


" Eh... itu... Kami masih berhubungan baik pak." balas Rio yang sedikit tak menyangka dengan pertanyaan Hardi.


" Ini... Kau liburanlah sehari dengan Sita, karena selama sebulan ini kau terlalu sibuk mengurus pekerjaan sehingga tak ada waktu untuk kalian." ujar Hardi menyodorkan sebuah amplop kepada Rio.


Rio membuka amplopnya dan terlihat dua buah tiket konser band kesukaan Sita beserta Rio, juga voucher makan malam romantis di sebuah restoran mewah. Rio terlihat sangat bahagia dan beberapa kali mengucapkan kata terimakasih, Rio tak menyesal telah menjadi orang kepercayaan Hardi, walau sifat Hardi dingin namun memang Hardi bos yang baik di matanya sehingga ia masih tetap bertahan mengabdi pada Hardi selama sepuluh tahun terakhir ini.


Rio dan Hardi melanjutkan pembahasan pekerjaannya sampai selesai dan waktu sudah menjelang sore. Hardi segera berbenah untuk pulang dan mengijinkan Rio untuk pulang juga, karena memang pekerjaan mereka telah selesai dan memberi waktu untuk Rio agar bisa mempersiapkan kencannya besok. Hardi segera masuk ke mobilnya yang di kendarai mobil pribadinya, semenjak si kembar lahir Hardi selalu ingin segera menyelesaikan pekerjaan lebih cepat agar ia bisa lebih cepat untuk pulang.


_______


Sudah lama Rio tak bertemu dengan kekasihnya, rasa rindunya sungguh memuncak, memang mereka masih mengirim pesan atau sekedar telponan sebentar namun itu tak mengobati rasa rindu Rio. Hari ini Rio sedang tiduran, ia mengambil ponselnya dan memfoto tiket dan voucher yang Hardi berikan lalu mengirmkan pesannya kepada Sita.


Rio : Aku dapat hadiah dari bos, bagaimana pendapatmu?


Sita : Serius? ini tiket konsernya kan mahal banget apalagi tiket VIP kayak gitu. Pak Hardi baik banget di tambah voucher makan di restoran mewah lagi.


Rio : Iya, kamu senang?


Sita : Senang banget, tapi besok kan mas masih kerja.


Rio : Tenang sayang, besok aku dapat cuti katanya untuk menggantikan waktu sibukku sebulan ini.


Sita : Wah, aku salut sama suami Sarah ini, udah ganteng baik lagi.


Rio : Jadi aku tak ganteng dan tak baik 😩


Sita : Ada yang jealous nih 😅


Rio : Aku tak cemburu kok


Sita : Duh gemes banget cemburunya


Rio : Gak

__ADS_1


Mereka terus berlanjut berkirim pesan sampai tak terasa memakan waktu sangat lama, kerinduan sepasang kekasih yang akan mencurahkan rasa rindu mereka setelah sekian lama tak bertemu.


___________


Di dalam mobil, ketika melewati sebuah kedai pinggir jalan Hardi melihat Devan dengan Larisa tengah menikmati bakso disana. Hardi tak habis pikir seberapa dekatnya Devan dan Larisa saat ini, Hardi tak ingin Devan menjalin hubungan dengan perempuan yang tidak punya etika namun dia harus mencari tahu lebih banyak tentang hubungan mereka.


' Aku harus memerintahkan seseorang untuk memata-matai Larisa, aku tak mau Devan hanya di manfaatkan oleh perempuan tak bermoral itu.' pikir Hardi.


Tak berapa lama Hardi pun dampai di rumah segera ia masuk, tak sabar bertemu dengan buah hatinya. Hardi meminta pak Maman untuk membawakan tasnya masuk dan letakan di meja ruang keluarga.


" Sayang, si kembar mana? mas kangen banget." ucap Hardi ketika melihat Sarah yang duduk di meja makan sedang menikmati teh hangat bersama Cilla yang sedang makan di suapi oleh Lia.


" Mereka ada di kamar mas, mereka sedang tidur." balas Sarah.


" Yasudah mas, mau lihat si kembar dulu soalnya sudah kangen." Hardi segera masuk ke kamar melihat kedua jagoannya.


" Bunda, Cilla udah kenyang. Tapi makannya gak habis, bolehkan Cilla gak habisin?" tanya Cilla yang mengelus perutnya yang sudah merasa penuh.


" Iya gak apa-apa sayang, tapi lain kali Cilla harus menghabiskan makanan Cilla, nanti makanannya nangis kalau tak di habisin." ujar Sarah.


" Iya bunda, Cilla janji nanti Cilla akan habisin makannya." balas Cilla.


" Sekarang Cilla mandi dulu yah sama mbak Lia, bunda juga akan memandikan kedua andik Cilla soalnya kan sudah sore." ujar Sarah.


Di kamar, Sarah melihat Hardi yang sedang mengajak bicara Arka dan Arsa, Hardi terlihat sangat bahagia walau respon dari kedua putranya belum terlalu aktif, memang mereka masih sangat kecil untk mengerti apa yang mereka lihat dan mereka dengar. Juga sistem motorik mereka yang masih butuh perkembangan lebih lanjut sesui dengan usia mereka.


" Mas, senang sekali dengan mereka." ujar Sarah.


" Iya sayang, mas bahagia sekali dan ingin cepat pulang, setiap waktu suka ingat mereka terus." balas Hardi.


" Iya sih mas, tapi mas juga jangan mengesampingkan Cilla yah, mereka bertiga kan buah hati kita." ujar Sarah.


" Pasti dong sayang, mas itu sayang mereka bertiga, tak akan pilih kasih dan di beda-bedakan. Mas juga bahagia sekali memiliki istri yang menerima Cilla seperti anak sendiri." ujar Hardi.


" Hush, jangan begitu mas, Cilla juga anak aku, anak pertama aku jadi aku sangat sayang padanya." ujar Sarah.


" Iya sayang." ucap Hardi lalu mengecup kening istrinya.


" Oh iya, udah sebulan lebih kan apa boleh nih kita luangkan waktu berdua?" tanya Hardi dengan senyuman penuh arti.

__ADS_1


" Boleh sih asal nifasnya sudah selesai, tapi akunya yang belum siap mas, masih ngilu-ngilu gimana gitu, jadi masih was-was." balas Sarah.


" Yasudah mas hanya bertanya saja, kalau kau sudah siap baru mas beraksi." ujar Hardi menyeringai.


" Apaan ih senyuman mas ngeri banget!" ucap Sarah bergidik.


" Beginilah kalau singa lagi lapar, ingin segera dapat mangsa dan melahapnya." canda Hardi.


" Terserah mas aja, aku mau mandi." ucap Sarah lalu menuju ke kamar mandi.


" Mau mas mandikan?" ujar Hardi tersenyum lebar.


" Ogah ah... aku bisa mandi sendiri." Sarah segera masuk ke kamar mandi dan mengunci pintunya, ia takut Hardi mengikutinya dan melahapnya disana.


Sedangkan Hardi kembali memfokuskan dirinya bermain dengan kedua putranya yang sekarang sudah bangun karena terus Hardi ganggu.


_______


Malam harinya, Hardi sedang duduk di Sofa dekat tempat tidur sedangkan Sarah sedang duduk di tepi tempat tidur sambil menyusui Arka.


" Ada yang ingin mas katakan." ucap Hardi tiba-tiba.


" Apa mas?" tanya Sarah.


" Begini, kamu tahu kan kejadian yang membuatku menidurimu dulu, itu semua ulah Larisa." ujar Hardi.


" Larisa? apa Larisa yang teman dekatnya Devan?" tanya Sarah dengan sedikit terkejut.


" Iya sayang, Larisa yang dulu memberikan obat pada mas sehingga mas tak sadarkan diri, untung saja ada kamu yang menolongku." ujar Hardi.


" Benarkah? aku sampai tak percaya dia yang melakukan itu pada mas. Dulu sih aku sempat berpikir saat menolong mas seperti menolong anjing kejepit, tapi jika di pikir lagi mungkin kita memang harus berjodoh walau caranya saja yang salah." ucap Sarah.


" Maafkan mas yang dulu sayang, sekarang mas sedang menyelidiki Larisa apakah dia benar tulus pada Devan atau dia memiliki maksud tersembunyi pada Devan. Mas tak ingin Devan menjadi korban berikutnya." ujar Hardi.


" Iya mas, aku setuju dengan mas, kita harus tahu dulu dan juga kita jangan berprasangka buruk dulu sebelum tahu semuanya." ucap Sarah.


" Justru itu sayang, mas sudah menyewa orang untuk mencari tahu dan memata-matai Larisa, semoga secepatnya dapat terungkap." ujar Hardi.


" Iya mas, sudah malam aku ngantuk, Arka dan Arsa juga sudah kenyang." ucap Sarah lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.

__ADS_1


Hardi pun merasa matanya sudah tak sanggup terjaga, hingga dia pun beranjak ke tempat tidur dan membaringkan dirinya di sana. Tak lupa dia selalu mendekap tubuh Sarah seperti biasanya.


Bersambung....


__ADS_2