
Hari ini adalah hari minggu, hari dimana waktu luang sangat banyak, hari untuk bersantai dan hari yang sangat di nanti untuk sepasang kekasih yang ingin bertemu untuk berkencan. Itulah yang di lakukan Rio, hari ini Rio menghubungi Sita pagi-pagi sekali, Rio mengajak Sita untuk pergi jalan-jalan atau bisa di bilang pergi berkencan. Karena di hari kerja Rio sangat sibuk apalagi semenjak Hardi sering tidak pergi ke kantor sehingga semua pekerjaan di tangani oleh Rio. Bukan hanya tidak dapat bertemu dengan Sita, hanya untuk sekedar menelpon pun tidak sempat. Rio sangat merindukan Sita sehingga kesempatan di hari libur ini Rio ingin sekali bertemu dan pergi berkencan dengan kekasihnya itu.
Rio menghubungi Sita untuk bertemu siang ini, Rio sengaja mengambil waktu siang agar ia bisa berlama-lama dengan kekasihnya itu sampai malam tiba. Mereka janjian di sebuah cafe untuk sekalian makan siang dan ngobrol-ngobrol disana, Sita sangat senang karena sekarang Rio sudah mulai lebih berani dari biasanya yang hanya menyerahkan keputusan pada Sita saja.
Seperti biasanya Rio lebih sibuk mempersiapkan dirinya memilih pakaian untuk di pakai nanti lebih dari perempuan, sedangkan Sita santai saja dalam memilih pakaian cantik dan santai yang penting nyaman untuk di gunakan seharian. Rio menjatuhkan pilihannya pada kaus berkerah warna hitam dan celana jeans serta sepatu ket berwarna hitam sedangkan Sita menggunakan kemeja santai dengan pita di bagian dada berwarna peach dengan celana jeans berwarna hitam serta sepatu berwarna putih.
Jam 12.30 siang, Rio sudah berada di depan rumah Sita dengan sepeda motor sport merah miliknya. Rio langsung terperangah melihat Sita di depannya, Rio sangat terpesona beberapa saat dengan Sita yang terlihat sangat cantik di matanya. Sita berjalan dengan senyuman yang mengembang di bibirnya dengan manis yang tanpa Sita sadari itu membuat hati Rio semakin terpincut padanya.
Sita melihat saat ini Rio memilih menggunakan motor tanpa memberitahunya, untuk saja Sita tidak salah kostum dan memilih pakaian yang cocok untuk naik motor tersebut. Rio tersenyum, lalu ia memberikan sebuah Helm berwarna merah sesuai dengan motornya dan helm tersebut sama dengan helm yang di pakai Rio ( Helm Couple ). Sita naik ke atas motor tersebut lalu memeluk pinggang Rio dan Rio langsung senang karena dengan menggunakan sepeda motor ia bisa lebih dekat dengan kekasihnya tersebut tanpa ia harus memintanya.
Rio melajukan motornya ke arah sebuah Cafe untuk makan siang, sebuah cafe yang tidak terlalu besar namun cocok untuk tongkrongan anak muda jaman sekarang. Rio menemukan tempat tersebut bukan karena ia sering datang ke sana namun ia mencari-cari rekomendasi dari internet tentang tempat yang terpopuler saat ini dan di temukanlah cafe tersebut karena sesuai dengan yang diminati oleh Sita. Sita sangat suka tempat-tempat unik, indah ataupun nyentrik untuk di potretnya serta tampilan makanan yang terlihat indah.
30 menit perjalanan akhirnya mereka pun tiba di cafe tersebut, Sita sangat senang melihat suasana dan isi cafenya. Mereka pun duduk di tempat yang dekat dengan jendela karena memang disana suasananya lebih nyaman dan tidak terlalu bising karena cukup ujung.
" Ini bagus sekali mas, kok mas tahu tempat seperti ini " ucap Sita senang.
" Mas juga baru pertama kali kesini, mas lihat di internet kalau tempat ini bagus banget " balas Rio.
__ADS_1
" Bener banget, tempat yang sangat bagus " ujar Sita masih terpesona dengan suasana cafe tersebut.
" Kita pesan dulu makanannya lalu nantibkita foto-foto, karena cafe ini menyediakan spot foto yang di khususkan untuk pengunjung " ucap Rio.
Sita pun mulai membuka buku menunya dan melihat-lihat makanan yang ada di menu terlihat indah di foto dan mungkin juga rasanya akan enak soalnya cafe tersebut memang cukup ramai di datangi pengunjung.
Sita dan Rio memilih menu yang berbeda dan sudah termasuk desert nya, juga agar lebih bervariasi saling mencoba menu yang mereka pesan dan juga untuk di abadikan dengan bidikan kamera ponsel milik Sita. Tak butuh waktu lama, pesanan merekapun sampai, mata Sita langsung berbinar tak kala melihat tampilan makanan yang mereka pesan sangat indah untuk di pandang, tak ingin melewatkannya Sita langsung saja memotretnya di berbagai sisi lalu meminta Rio untuk memotretnya dengan hidangan di hadapannya dan terakhir Sita meminta mereka di potret berdua, Rio pun bersedia namun dengan ekspresi yang sangat kaku.
Rio gugup karena ini adalah pertama kalinya ia berfoto sangat dekat dengan Sita lalu tiba-tiba Sita mengecup pipi Rio hingga membuat wajah Rio merona namun Sita berlaga biasa saja, Sita hanya tersenyum sambul melihat satu persatu hasil fotonya.
" Kenapa? kok bengong, tidak di makan?" tanya Sita ketika melihat Rio yang diam saja hanya mengaduk-aduk perlahan makanan di didepannya.
" Habis ini kita kemana?" tanya Sita.
" Terserah kau saja " balas Rio yang masih gugup.
" Kok aku terus sih yang menentukan, padahal aku senang kau sudah bisa berinisiatif ketika mengajakku ke cafe ini tapi sekarang sudah mulai bilang terserah lagi " ucap Sita yang mulai cemberut.
__ADS_1
" Bukan begitu, aku hanya ingin mengikuti keinginanmu saja yah walau sebenarnya aku mau mengajakmu ke bioskop saja, katanya ada film baru yang bergenre romance comedy " balas Rio.
" Yasudah kalau begitu habis selesai makan kita kesana " ucap Sita senang dan Rio pun tersenyum ketika melihat Sita sudah kembali ceria.
________
Rio telah membeli 2 tiket bioskop sedangkan Sita menunggunya di sebuah kursi, Rio membawa sewadah popcorn yang berukuran besar serta 2 buah minuman soda dan menghampiri Sita. Mereka pun akhirnya masuk ke ruangan bioskop dan duduk di bagian tengah yang lumayan strategis untuk melihat Film dengan jelas dan nyaman. Menonton bioskop pada jam habis makan siang begini memang tidak terlalu ramai, mungkin biasanya menjelang sore atau malam yang akan ramai terbukti dari kursi samping Rio ataupun Sita ada beberapa yang kosong begitupun yang lainnya, mungkin hanya setengah yang terisi oleh pengunjung.
Film pun di mulai, Sita sangat terbawa suasana Filmnya, Sita sangat fokus menyaksikan Film dan alur ceritanya membuat Sita terhanyut sedangkan Rio tak terlalu fokus dengan Filmnya karena memang ia tak begitu menyukai Film seperti itu, yang ia sukai Film yang bergenre Action atau Mistery. Rio hanya sesekali memandang ke arah layar dan sesekali juga memandang wajah kekasihnya di sampingnya dan tersenyum-senyum sendiri.
Ketika Rio memandang lekat ke arah Sita tiba-tiba Sita menoleh lalu Rio pura-pura mengalihkan pandangannya menyaksikan Film di layar dan Sita pun kembali melihat ke depan. Adegan di layar m nunjukan sepasang pemuda pemudi sedang beradegan romantis di mana awalnya pemeran pria melontarkan kata-kata mesra sehingga membuat pemeran wanita terpesona, lalu mereka mulai mendekatkan badan mereka dan wajah mereka hingga bibir mereka saliang bersentuhan, musik pun mengalun menambah suasana romantis yang indah. Rio dan Sita merona menyaksikan walau Sita bersikap biasa dan wajar namun Rio malah lebih salah tingkah dan sesekali menatap Sita lalu mengarahkan pandangannya pada bibir merah merekah milik Sita. Rio menepis pikirannya, ia tak ingin bersikap seperti orang yang tidak tahu etika, Rio punya prinsip jika ia akan mencium wanita hanya jika wanita itu telah menjadi istrinya.
Film pun usai, semua penonton yang menyaksikan sangat puas dengan ending ceritanya. Walau berakhir berpisah dan banyak yang menangis termasuk Sita namun itu cukup mampu memuaskan ekpektasi para penonton karena sesuai dengan judul Filmnya. Sita ijin ke toilet untuk membersihkan dan merapikan makeupnya, Rio hanya tersenyum menatap Sita yang begitu cantik di matanya. Rio ingin sekali mulai berhubungan ke arah yang lebih serius lagi walau ia masih berpacaran beberapa bulan saja dengan Sita.
Rio tidak ingin ada hal yang dapat memisahkannya dengan Sita, ia ingin segera memiliki Sita seutuhnya hingga Rio berpikir untuk segera melamar pujaan hatinya tersebut. Dia harus merencanakannya dengan matang dan menghubungi keluarganya nanti, keputusan Rio sudah bulat, ia akan menyiapkan semuanya dan melamar Sita.
Setelah berkencan sampai waktu menunjukan pukul 8 malam, akhirnya Rio mengantarkan Sita ke rumahnya. Rio memang terlihat seperti lelaki baik-baik yang tak ingin mengajak kekasihnya sampai larut malam, Rio juga sudah sangat dekat dengan keluarga Sita hingga orangtua Sita sangat percaya kepada Rio dan Rio pun tak ingin merusak kepercayaan calon mertuanya.
__ADS_1
Rio pamit dan melambaikan tangannya pada Sita, Sita pun membalas dan tetap melihat Rio sampai sepeda motornya menjauh dari rumahnya.
Bersambung.......