Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Kerja Sama


__ADS_3

Hardi dan Rio telah mempersiapkan berkas-berkas guna keperluan meeting hari ini dengan Klien. Mereka akan pergi ke sebuah restoran tempat untuk bertemu kliennya tersebut.


"Kau sudah siapkan semuanya? sekarang biar pak Maman yang menyetir, kita masih banyak pembahasan tentang ini" ucap Hardi masuk kedalam mobilnya bersama Rio.


"Klien kita ini seorang Fashion Designer yang sudah terkenal di Asia bahkan sebagian eropa dan amerika juga. Semoga dia bisa menyetujui kontrak kerjasama ini, agar departemen Store MK company bisa berjalan baik." Jelas Rio.


Tibalah mereka di restoran, mereka langsung menuju meja yang telah di reservasi Sebelumnya. Tak butuh waktu lama datang seorang wanita dengan pakaian yang sangat fashionable dan elegan, tidak terlalu mencolok namun malah terkesan mewah, berambut panjang coklat dengan sedikit bergelombang tergerai indah, memakai high heels serta ditambah kacamata hitam yang tambah menunjang penampilannya.


Rio langsung terpaku memandang wanita tersebut karena begitu terpesona dengan penampilannya, tanpa sadar mulutnya sedikit menganga. Sedangkan Hardi malah sibuk dengan tetap mengecek kembali setiap lembar berkas-berkas yang ada di tangannya tanpa melirik ke arah wanita itu sedikitpun.


Wanita itu langsung duduk di kursinya dengan menyilangkan kakinya di kaki satunya lalu meletakkan kacamata hitam yang di pakaikan di atas meja di depannya.


"Perkenalan nama saya Leriana Aini, panggil saja Aini, Fashion Designer, Lean Beauty" ucap Aini memperkenalkan diri sambil mwngulurkan tangannya.


"Saya Hardi malik, CEO MK company dan ini sekertaris saya Rio" ucap Hardi, mereka pun saling berjabat tangan.


"Perkenalkan, saya Rio. Sekertaris pribadinya pak Hardi. Kami ingin menjalin kerjasama dengan anda dan ini berkas yang kami buat silahkan di baca terlebih dahulu, untuk mempelajarinya" Rio menyerahkan berkas di tangannya.


"Kami baru saja memulai bisnis di bidang Fashion dan produk kecantikan, ada yang merekomendasikan anda kepada kami jika anda adalah orang yang paling pahan dan kompeten di bidang ini jadi kami mengajukan kerjasama ini" jelas Rio kepada Aini.


"Emmm.... Semua yang kalian ajukan lumayan menarik, di tambah konsep yang akan kalian usung lumayan unik. Aku bisa mempertimbangkannya, karena saya lihat bahan yang anda gunakan untuk cosmetic yang akan anda luncurkan itu banyak menggunakan bahan alami." ucap Aini setelah membaca isi berkasnya.


"Jadi bagaimana, apa anda tertarik dengan kerjasama ini dan bisa langsung menandatangani kontrak kerjasama ini?" tanya Hardi.


"Emmm... Ok, seperti kita bisa memulai kerjasamanya." jawab Aini menyetujuinya tanpa ragu.


Merekapun menandatangani berkas-berkas kontrak untuk kerjasama mereka yang telah mereka sepakati.

__ADS_1


"Terimakasih semoga kita bisa bekerjasama dengan baik dan semoga produk kita yang nanti di luncurkan akan sukses seperti yang kita harapkan." ucap Aini menjabat tangan Hardi dan Rio lalu segera pamit dan beranjak meninggalkan mereka.


Aini berjalan menjauhi mereka berdua dan menyeringai dengan penuh arti, "Hardi Malik, ganteng juga, tubuhnya juga sangat bagus dan seorang pengusaha muda yang sukses. Hardi adalah pria yang sangat sempurna. Apa aku bisa mendapatkan pria seperti dia atau aku coba merayunya saja yah! Siapa tahu dia pria yang gampang di goda!" batin Aini sambil tetap melenggang pergi.


_________


Disisilain Sarah sedang sibuk membereskan beberapa pakaian barunya yang tadi ia beli dan menyingkirkan beberapa pakaian yang dirasa sudah terlalu lama. Ia mengikuti saran yang disuruh suaminya agar suaminya merasa senang, mungkin. Sarah memanggil bi Sumi untuk mengambil pakaian yang ingin ia singkirkan.


"Bi, ini pakaian yang sudah tak ingin saya pakai, ini pakaian lama saya sih. Bibi bisa membuangnya atau memberikannya pada orang yang membutuhkan" ucap Sarah menyerahkan bungkusannya.


"Baik nyonya, tapi apa boleh bibi pilih beberapa untuk saudara bibi di kampung." bi Sumi pergi dengan membawa pakaian tersebut.


"Boleh kok bi, bibi pilih saja yang menurut bibi masih bagus" Sarah tersenyum pada bi Sumi.


"Akhirnya selesai juga" batin Sarah setelah membereskan pakaiannya dalam lemari.


Lalu ia membantingkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk sekedar mengistirahatkan tubuh lelahnya.


________


Sarah memanggil Lia untuk membeli beberapa ice cream ke mini market depan komplek, memberikan beberapa lembar uang kepadanya dan meminta pak Tono untuk mengantarkannya.


Tak berapa lama Lia kembali membawa belanjaannya dan menyerahkannya kepada Sarah.


Sarah dan Cilla memilih ice cream yang ingin mereka makan, tapi mereka hanya memilih 1 wadah ice cream satu cup besar untuk dimakan mereka berdua dan sisanya di simpan di kulkas.


Sarah dan Cilla asik menyantap ice creamnya sesekali mereka tertawa melihat acara kartun di televisi kesukaan Cilla.

__ADS_1


Terlihat Hardi telah tiba di rumah, dia melihat Sarah dan Cilla tengah asik bercanda gurau di ruang televisi. Hardi tersenyum menghampiri mereka.


"Asik banget lagi pada ngapain? eh.. pada makan ice cream, ayah juga mau dong" ucap Hardi lalu mengambil sendok yang ada di tangan Cilla dan menyendok ice cream dan melahapnya.


"Ih ayah.. itu kan sendok Cilla. Balikin" Cilla mencoba meraih sebdok di tangan Hardi tapi Hardi berkelit agar Cilla tak dapat meraihnya membuat Cilla merengek hendak nangis.


"Udah gak usah rebutan, ini Cilla pake sendok bunda saja" Sarah menyerahkan sendok miliknya pada Cilla.


"Terus bunda gimana?" tanya Cilla.


"Bunda, biar ayah yang suapin" Hardi menyendok ice creamnya lalu mengarahkan sendoknya ke mulut istrinya. Sarah terdiam melihat itu karena belum pernah Hardi seperti ini namun Hardi memberi isyarat untuk menerimanya dan akhirnya Sarah membuka mulutnya melahap ice creamnya.


"Cilla juga mau" rengek Cilla manja.


"Kamu kan punya sendok sendiri, makan aja sendiri" ucap Hardi menggoda Cilla membuat Cilla cemberut. Hardi hanya tersenyum senang melihat tingkah Cilla.


"Yaudah, ayah mau mandi dulu udah gerah." Hardi memberikan kembali sendok yang dipegangnya kepada Sarah, lalu pergi menuju ke kamarnya. Sebelum itu, Sarah berbicara membuat Hardi menghentikan langkahnya.


"Perlu saya siapkan dulu air hangatnya pak!!" tanya Sarah menawarkan.


"Tak perlu, kau temani saja Cilla, saya bisa sendiri" tolak Hardi lalu kembali melanjutkan langkahnya pergi ke kamarnya.


Setelah 2 bulan Sarah menikah dengan Hardi, Sarah sudah terbiasa dengan sifat dingin suaminya. Jadi dia sekarang lebih cuek dan tidak terlalu peduli seperti dulu.


Sepertinya karena telah terbiasa sehingga ia menjadi lebih kebal dan tak ambil hati seperti dulu. Apalagi dia sekarang sudah sangat senang karena ada Cilla yang begitu ceria sehingga menghilangkan rasa kesepiannya selama ini.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa Like, vote dan komen yah.


Terimakasih 😊


__ADS_2