Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Hardi Cemburu !


__ADS_3

Sarah memutuskan untuk resign dari sekolah TK tempatnya mengajar. Ia menuruti apa kata suaminya, Hardi ingin Sarah untuk lebih fokus dengan keluarganya. Sarah pun berfikir, memang sudah kewajiban istri untuk berbakti kepada suami, lagipula kebutuhannya sudah cukup terpenuhi bahkan lebih oleh suaminya.


Satu tahun sudah mereka menikah, memang masih waktu yang singkat untuk suatu pernikahan. Sarah dan Hardi memutuskan untuk menunda memiliki momongan, mereka ingin fokus merawat Cilla terlebih dahulu.


Cilla tahun ini sudah akan memasuki sekolah dasar, Hardi menyekolahkan Cilla di sekolah internasional agar Cilla bisa beradaptasi dengan pesatnya perkembangan jaman saat ini.


Sarah dan Hardi mengantarkan Cilla ke sekolahnya karena hari ini adalah hari pertama Cilla kesekolah. Semua mata tertuju pada keduanya, mereka sungguh terkagum dengan visual keduanya yang sungguh menawan.


"Bu guru, saya titip Cilla yah." ucap Sarah pada walikelas Cilla.


"Baik bu Sarah, pak Hardi. Mari" ibu guru membawa Cilla masuk ke dalam kelas.


Hardi dan Sarah menatapnya dengan senyuman, tidak terasa Cilla sudah masuk sekolah dasar. Gadis imut nan ceria yang membuat ayah bundanya menyatu bahagia.


Hardi dan Sarah melajukan mobilnya untuk pulang, namun Sarah meminta Hardi untuk mampir sebentar kesebuah Mall di jalan yang mereka lewati.


Mereka pun turun setelah sampai di Mall yang di tuju. Mereka segera masuk ke dalamnya menuju swalayan untuk belanja kebutuhan bulan ini. Sarah tak lepas menggandeng tangan suaminya karena ini pertama kalinya ia berbelanja berdua seperti pengantin baru.


Ketika Sarah dan Hardi memilih apa saja yang akan mereka beli. Dari jauh ada seorang lelaki yang memperhatikan Sarah, ia seperti menjelaskan pandangannya untuk meyakinkan apa benar itu Sarah yang dilihatnya. Setelah yakin lalu lelaki itu memanggil nama Sarah.


"Sarah! Sarah kan!" ucap lelaki itu.


"Iya... Malvin!" ingat Sarah.


"Betul. Lama tidak bertemu, yah" Malvin begitu akrab dengan Sarah.


"Iya, kira-kira sudah hampir 5 tahun kalau tak salah" balas Sarah tersenyum.


Sementara Hardi yang merasa di acuhkan mendelik tak suka, ia memasang wajah datarnya seperti biasa ia lakukan dulu.


"Eh.. Ini siapa yang disebelahmu?" tanya Malvin menyadari Hardi di samping Sarah.


"Oh iya... hampir lupa. Kenalkan ini suami saya." Sarah merangkul lengan suaminya lalu memperkenalkan suaminya tersebut kepada Malvin.


Malvin mengulurkan tangannya dengan tersenyum ramah, namun Hardi hanya membalasnya sekilas seolah ia tak berminat berkenalan dengan Malvin.


"Malvin" memperkenalkan diri.


"Hardi, CEO MK Company" ucap Hardi dengan bangganya.

__ADS_1


"Oh suami kamu ternyata CEO MK Company, pantas saja sepertinya aku pernah lihat. Ternyata memang ia sering wara-wiri di televisi" Malvin mengenali Hardi tapi dia bersikap biasa saja tak merasa ada yang istimewa.


Hardi yang melihat reaksi Malvin semakin merasa jengkel, namun ia tak menunjukannya langsung hanya mencoba menahan dalam batinnya.


"Kamu kerja dimana sekarang?" tanya Sarah masih tak menyadsri tatapan tajam suaminya.


"Aku berkerja di perusahaan papahku, bantu-bantu disana saja sekaligus belajar berbisnis" balas Malvin tersenyum.


"Hebat dong, bisa langsung jadi penerus papahmu nantinya" Sarah malah senang mendengarnya.


Melihat Sarah semakin asik dan akrab berbincang dengan Malvin, Hardi tak lagi bisa menahan rasa jengkelnya. Hardi menarik lengan Sarah membuat Sarah terkejut.


"Kenapa mas?" tanya Sarah heran.


"Katanya mau belanja, udah ngobrolnya jangan kelamaan" ketus Hardi.


Karena terus di tarik Hardi mau tidak mau Sarah pun pamit ke Malvin lalu pergi berlalu meninggalkannya.


"Hardi Malik, CEO MK Company. Rival terberat perusahaanku, begitukah siklfatnya. Dingin dan sombong. Untung saja dia suaminya Sarah, kalau tidak sudah aku hancurkan perusahaannya" batin Malvin terus menatap kepergian Sarah dan Hardi.


________


Sarah menyadari selama mereka berbelanja, Hardi hanya diam saja tak mengatakan apapun sambil tetap mendorong troli belanjaan. Di depan kasir pun ia hanya diam saja jadi Sarah yang membayar menggunakan Black Card yang diberikan suaminya dulu. Hardi langsung melengos pergi sambil membawa kantung belanjaan mereka.


Lalu setelah mereka berada di dalam mobil, Sarah baru memberanikan diri untuk bertanya pada suaminya.


"Kau kenapa mas? dari tadi cuma diam saja" tanya Sarah menatap Hardi yang sedang menyetir.


"Tidak ada apa-apa" Hardi masih menatap ke arah depan.


"Apa... karena tadi bertemu Malvin!" tebak Sarah dan ternyata benar.


"Tidak, kenapa aku harus memikirkan dia yang berbicara akrab kepadamu." Hardi mencoba berkilah namun perkataannya malah membuat itu terlihat benar.


Sarah terkekeh melihat Hardi yang sedang ngambek seperti itu.


"Halah, ngambek nih. Kok suamiku bikin gemas sih" Sarah menggoda suaminya dengan mencubit pipi suaminya.


"Tidak, mas bilang tidak" sanggah Hardi dingin.

__ADS_1


"Halah... jangan bohong. Jangan-jangan mas cemburu yah!" Sarah masih saja asik menggoda suaminya.


"Mas tidak cemburu" Hardi masih saja sok fokus dengan menyetir.


"Kalau tidak cemburu senyum dong" Sarah terkekeh-kekeh melihat sikap Hardi yang menurutnya lucu.


Hardi pun tersenyum terpaksa memperlihatkan bahwa dirinya tidak cemburu. Namun itu malah membuat Sarah tertawa renyah.


"Kok kau tertawa seperti itu" Hardi heran.


"Habisnya lucu, Ternyata Hardi Malik CEO MK Company yang dingin, egois dan angkuh ini bisa cemburu juga" ledek Sarah masih tetap tertawan.


"Awas kau yah, kalau sudah sampai rumah nanti aku lahap habis" Ancam Hardi yang sekarang malah tersenyum karena melihat Sarah langsung diam seketika setelah ia mengatakan itu.


Sarah duduk manis menatap kedepan, wajahnya merona merah. Hardi yang melihatnya terkekeh-kekeh, dengan ekspresi istrinya yang dalam sekejap berubah dan diam.


Sesampainya di rumah Hardi memberikan kantung belanjaan pada bu entin dan bi Sumi, karena memang belanjaan mereka banyak untuk stok 1 bulan kedepan.


Hardi pamit pada Sarah untuk kembali ke kantornya karena sebentar lagi ada jadwal meeting.


Hardi mencium kening istrinya sekilas lalu pergi sambil melambaikan tangan pada Sarah yang tersenyum menatap kepergiannya.


Sarah pergi ke dapur membantu bi Entin dan bi Sumi membereskan barang belanjaannya.


"Biar kami nyonya yang membereskannya" ujar bi Entin.


"Tak apa bi, saya ingin mencuci buah-buahan. Tolong ambilkan wadahnya" pinta Sarah.


Sarah mencuci semua buah-buahan yang ia beli sementara bi Entin dan bi Sumi membereskan beberapa bahan makanan ke lemari dapur dan kulkas.


Bersambung......


Manusia es bisa cemburu juga 😂


Baca juga karya lain Author


- Terpikat pesona janda kembang


- Kimita

__ADS_1


terimakasih 😊


__ADS_2