Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Mulai beraktivitas


__ADS_3

Semakin hari Sarah semakin merasa baikan, hari ini ia ingin kembali memulai aktifitasnya seperti sebelumnya. Dia telah siap dengan pakaian rapi dan berdandan seperti biasanya.


"Kau sudah berdandan, apa mau mulai mengajar lagi?" tanya Hardi melihat Sarah sudah rapi.


"Iya, saya sudah merasa baik. Jadi saya akan mengajar seperti sebelumnya" balas Sarah masih merapikan lipstick di bibirnya.


"Padahal tak kerja juga tak masalah, kamu bisa pakai ini." Hardi memberikan Black Card tanpa limit kepada Sarah.


"Tak perlu pak, saya punya uang sendiri" Tolak saja.


"Jangan ditolak, kau itu sudah jadi istriku, sudah sepantasnya kau dapat nafkah dariku. Kau simpan saja, terserah mau kau gunakan atau tidak" ucap Hardi meletakan kartunya di atas meja rias dimana Sarah duduk.


"Kau pergi dengan Cilla kan! Kau bisa berangkat dengan pak Tono. Biar aku menyetir sendiri ke kantor, aku pergi" Hardi keluar dari kamar untuk berangkat ke kantornya.


"Aku harus rekrut sopir baru untukku, biar pak Tono yang jadi supir Sarah" pikir Hardi.


Sarah keluar dari kamarnya lalu turun menemui Cilla yang sudah berada di meja makan.


"Pagi sayang, Cilla sudah mau sarapan" Sarah melihat Cilla sedang disuapi Lia.


"Bunda, Cilla mau di suapin" manja Cilla.


Sarah tersenyum lalu mangambil alih menyuapi Cilla sampai selesai.

__ADS_1


"Bunda gak makan?" Cilla melihat Sarah tak ikut makan.


"Bunda belum laper sayang, nanti saja bunda makannya di sekolah" balas Sarah dengan tersenyum pada Cilla.


Tak berapa lama mereka pun berangkat, Cilla terlihat begitu ceria, dia merasa sangat senang karena hari ini ia berangkat bersama Sarah, Cilla pun senang karena ia telah memiliki bunda yang sangat ia inginkan.


"Sudah sampai, ayo sayang kita masuk" Sarah menuntun tangan Cilla berjalan memasuki sekolah sampai ke depan kelas.


Sita nelihat Sarah sudah kembali lalu dia menghampirinya.


"Sarah, Akhirnya kamu mengajar lagi. Aku kira kamu tidak akan mengajar lagi, karena kamu sudah menjadi nyonya CEO MK company" Sita memeluk Sarah seklias.


"Tak begitu juga, aku akan tetap mengajar disini, aku sudah mencintai profesiku ini" ucap Sarah tersenyum.


"eh... itu... Udah waktunya masuk kelas, ayo kita mulai pelajaran nya" ucap Sarah gugup lalu mengalihkan pembicaraan.


*Dikantor Hardi


Hardi dengan Rio sedang membahas sesuatu di ruangan Hardi. Mereka begitu serius, lalu ada juga dua orang yang masuk, ikut bergabung dengan mereka.


"Bagaimana hasil dari meeting minggu lalu, apa semuanya sudah beres di susun?" tanya Hardi.


"Ini saya sudah susun semuanya, tapi Sun Group ingin konsepnya sedikit di ubah, mereka pikir kurang pas dengan pasaran sekarang" jelas Rio.

__ADS_1


"Eka, bagaimana dengan yang dibahas kemaren? apa ada yang perlu di ubah atau tidak" tanya Hardi


"Tidak ada pak, semua sudah di sepakati bersama, saya dan mia sudah mengerjakan dan ini berkas-berkasnya" Eka menyerahkannya ke pada Hardi.


"iya sudah, kalian boleh pergi" ucap Hardi.


Eka dan Mia pun keluar dari ruangan Hardi.


"Rio, bisakah kau merekrut seorang sopir dan seleksi dengan teliti. Saya butuh orang yang dapat di percaya dan rajin. Carikan juga 2 orang asisten rumah tangga yang sudah berpengalaman yang bisa mengerjakan pekerjaan dengan baik" pinta Hardi.


"Baik pak, akan saya laksanakan" Rio pun pamit keluar dari ruangan Hardi.


Hardi merasa butuh tenaga lebih untuk membantu di rumahnya, melihat bi Lilis sudah semakin tua sehingga sedikit lambat dalam pekerjaannya, Lagi pula sudah ada orang tambahan yaitu Sarah. Hardi tidak mau jika Sarah mengerjakan pekerjaan rumah, karena tidak ingin menambah bebannya.


Bersambung....


Selalu dukung Author dengan like, vote dan tulis komentar...


terimakasih 😊


Baca juga:


- Terpikat pesona janda kembang

__ADS_1


- Kimita


__ADS_2