Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Gara-gara perut


__ADS_3

Hardi berada di atas tubuh istrinya, ia menatap kearah istrinya lalu tersenyum penuh arti. Dimatanya wajah Sarah begitu cantik sehingga ia tak merasa bosan jika harus terus memandangnya. Apalagi dengan wajah malu-malu istrinya itu yang semakin membuatnya gemas akan tingkah istrinya itu. Perlakuan Hardi yang tak seberapa itu membuat Sarah tersipu malu, jantungnya berdegup kencang sampai terasa ingin meloncat dari tempatnya.


"Kenapa? wajahmu merah sekali seperti udang rebus" goda Hardi menyeringai menatap wajah Sarah yang berada tepat di bawah tubuhnya.


"Mas, kenapa menatapku dengan senyuman aneh seperti itu!" Sarah memalingkan wajahnya karena merasa malu dengan tatapan sayu suaminya.


"Memangnya kenapa? tak salah kan jika aku menatap wajahmu yang cantik ini, apalagi pipimu terlihat merah seperti itu." goda Hardi senang melihat tingkah istrinya.


"Sudah dong mas, jangan seperti itu terus" Sarah semakin merona dan salah tingkah.


"Oh... baiklah, sepertinya kau sudah tak sabar yah ingin segera melakukannya!" Hardi semakin menggoda Sarah.


Sarah hanya diam saja dengan masih tersenyum malu-malu karena terus di goda oleh suaminya. Hardi siap melakukan serangannya, ia mencium kening Sarah terus ke pipinya lalu ke bibirnya sekilas dan menciumi leher istrinya membuat Sarah mulai terpancing gairahnya. Cukup lama Hardi bermain di sekitar leher istrinya membuat Sarah merasa geli namun menikmatinya. Ditengah serangan yang hardi lakukan kepada istrinya. Namun tiba-tiba perut Hardi terasa sakit seperti melilit dan tak terasa bunyi buang gas terdengar, Hardi langsung menghentikan permainannya. Ia beranjak dan tersenyum malu pada istrinya sambil memegang perutnya yang tak tahu situasi.


"Maaf sayang, sepertinya mas butuh ke toilet. Kau tunggu yah, jangan tidur. Awas kalau tidur" Hardi terus memperingatkan Sarah lalu Hardi segera berlari ke kamar mandi karena dia sudah tidak tahan dengan panggilan alam.


5 menit Hardi selesai, ia pun keluar dengan tersenyum menatap Sarah yang duduk di atas ranjang setia menunggu suaminya dengan memainkan ponselnya. Ketika ia melangkah beberapa langkah lagi-lagi perutnya terasa mulas kembali. Ia pun segera kembali ke dalam kamar mandi, sementara Sarah yang melihatnya hanya tertawa melihat suaminya sekaligus kasihan.


Cukup lama Sarah menunggu suaminya yang masih belum keluar dari kamar mandi, Sarah meletakkan ponselnya di lemari kecil samping tempat tidurnya, ia membaringkan tubuhnya dan tanpa terasa ngantuk menyerangnya lalu ia terlelap memasuki alam mimpinya.


Hardi benar-benar tersiksa bolak balik ke kamar mandi sampai tak terhitung sudah berapa kali, hingga ia merasa lemas tak bertenaga, seluruh isi perutnya sudah terkuras habis. Dilihatnya Sarah sudah terlelap, ia tak membangunkan Sarah karena memang sudah pukul 3 pagi. Lagi pula hasratnya sudah hilang karena sakit perut dan juga tak ada tenaga untuk hanya bergerak sedikitpun. Yang di butuhkan sekarang ini hanya istrirahat. Ia pun merebahkan dirinya di atas tempat tidur secara perlahan agar tak membuat Sarah terbangun. Hardi mengambil minyak kayu putih di laci kecil samping tempat tidurnya dan mengoleskan pada perutnya agar terasa hangat.


"Pasti ini gara-gara makan Mie rebus yang pedas, sebenarnya aku tak begitu menyukai rasa pedas. Namun jika aku menolak, takut Sarah merasa kurang nyaman. Bagaimana pun memang makanan istri itu tak boleh di cela, agar tak membuatnya tersinggung" batin Hardi lalu ia pun terlelap.


__________


Pagi menjelang, Sarah terbangun pukul 9 pagi. Ia mendengar suara ibunya yang sedang berbincang dengan bi Yuyun di dapur, Sarah pun keluar dari kamar setelah selesai mandi dan berganti pakaian. Ditatapnya suaminya masih terlelap dengan wajah sedikit pucat.


"Mamah sudah pulang?" tanya Sarah.


"Iya, mamah baru sampai 30 menit lalu. Kamu disini dengan suamimu?" bu Rahma bertanya balik.

__ADS_1


"Iya, mas Hardi masih tertidur. Mungkin ia lelah karena semalaman bolak-balik ke toilet terus" balas Sarah.


"Kenapa bisa seperti itu? Yasudah nanti mamah suruh bi Yuyun buatkan sup ayam. Agar bisa baikan dan kasih obat setelahnya" ucap Bu Rahma khawatir.


30 menit berlalu dan sup ayam pun sudah siap, Hardi pun keluar kamar dengan lemas namun ia sudah mandi dan berganti pakaiannya. Wajahnya masih saja terlihat pucat membuat Sarah khawatir.


"Kau tak apa mas?" tanya Sarah.


"Aku baik-baik saja" Hardi duduk di meja makan.


"Ini mas makan Sup ayamnya dan minum teh manis biar segar, setelah makan nanti minum obat" Sarah menyiapkan semuanya untuk suaminya.


"Makanlah nak Hardi, biar enakan" ucap Bu Rahma


"Baik mah" Hardi pun memakan makanannya sedikit demi sedikit.


Setelah itu Hardi meminum obatnya yang Sarah berikan kepadanya.


"Iya, mas akan istirahat. Tolong ambilkan ponsel mas. Mas ingin menelpon Rio agar menghandle semua pekerjaan di kantor. Soalnya sekarang banyak jadwan temu dengan Klien. Mas mau meminta Rio untuk memindahkan waktu janji temunya juga." ujar Hardi.


Hardi menghubungi Rio jika hari ini ia tak bisa masuk kerja karena ia sedang tidak enak badan. Setelah itu Hardi kembali kedalam kamar dan berbaring kembali di tempat tidur di temani oleh Sarah.


__________


Pukul 13.00 wib, Hardi terbangun. Ia sudah terlihat segar kembali. Ia tak melihat Sarah di sana, lalu Hardi keluar kamar mencari Istrinya.


Sarah sedang berada di teras rumahnya, ia sedang berbincang-bincang dengan bu Rahma. Hardi pun menghampiri mereka.


"Mas, sudah bangun? sudah baikan?" tanya Sarah setelah melihat Hardi.


"Iya mas sudah baikan sekarang, sudah tidur lama jadi enakan" balas Hardi.

__ADS_1


"Syukurlah nak, jika sudah baikan" ucap Bu Rahma.


"Oh iya mah, kami harus segera pulang ke rumah. Kami meninggalkan Cilla dari kemarin" ucap Hardi.


"Iya mah, kasihan Cilla di tinggal" ucap Sarah.


"Yasudah kalau begitu, hati-hati yah kalian" ucap Bu Rahma.


Hardi dan Sarah pun pamit kepada mamah Rahma, lalu Hardi melajukan mobilnya untuk kembali kerumahnya. Di dalam mobil selama perjalanan mereka pun berbincang.


"Sebenarnya kenapa mas sampai bisa diare seperti itu?" tanya Sarah.


"Tidak apa-apa sayang" balas Hardi.


"Jujur saja mas, tak usah di tutup-tutupi" ujar Sarah.


Akhirnya Hardi pun mau berkata jujur pada Sarah " Sebenarnya, mas itu jarang sekali makan Mie instan dan tak terlalu suka makanan pedas".


"Terus kenapa semalam mas tak bilang padaku?, aku kan bisa buat makanan lain. Maaf yah mas, karena aku, mas jadi diare" sesal Sarah.


"Mas tak enak menolak masakanmu tapi memang Mie nya juga enak. Jadi mas lupa kalau mas tidak suka pedas. hehe.. Tak usah minta maaf segala sayang, aku juga yang salah" jelas Hardi.


"Tapi ada sesuatu yang belum kelar nih semalam" Hardi cengengesan.


"Apa? sesuatu apa?" Sarah benar tak mengerti perkataan suaminya.


"Yah lihat nanti aja, sayang. Nanti juga kau akan tahu" ucap Hardi dengan senyuman penuh arti.


Bersambung........


Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah.

__ADS_1


Like, vote dan komentarnya.... terimakasih 😊


__ADS_2