Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Season 2 : Adrian dan Cilla


__ADS_3

Hati Cilla setiap harinya selalu gelisah akhirnya memutuskan untuk pergi berkuda, memang dia sudah jarang sekali mengunjungi tempat berkuda. Cilla memiliki 1 kuda kesayangannya yang ia beri nama Gibson, kuda tersebut adalah hadiah dari orangtuanya saat Cilla menginjak 15 tahun. Sudah beberapa bulan ini Cilla tak pernah mengunjungi Gibson lagi karena kesibukan sekolahnya dan belum ada hari libur untuk kesana.


" Halo, Gibson! sudah lama gak ketemu. Maaf yah, aku terlalu sibuk sampai melupakanmu. Aku harap kamu gak marah padaku!" Cilla mengelus-elus kepala kudanya yang berwarna putih bersih.


Setelah semuanya siap lalu Cilla menaiki kudanya perlahan ia jalankan lalu lama kelamaan semakin kencang berlari. Cilla memang sudah mahir mengendarai kuda, itu karena dari kecil Hardi selalu mengajarkannya hingga Cilla bisa sehebat ini. Seseorang di samping pacuan berdiri menatap Cilla sambil tersenyum, terkadang terkejut dengan kemahiran Cilla menunggangi kuda seperti hendak balapan. Kuda Hitam datang menghampiri orang tersebut lalu ia segera menaikinya langsung memacu kudanya sampai bersebelahan dengan Cilla. Cilla yang melihat jika ada saingan menjadi semangat dan menambah kecepatan lari kudanya namun selalu tersusul oleh orang tersebut. Sudah beberapa putaran dan Cilla mulai lelah, akhirnya Cilla menghentikan kudanya yang juga terlihat kelelahan serta orang tersebut pun ikut berhenti.


" Kamu hebat sekali memacu kudanya?" Orang tersebut turun dari kudanya.


" Apa? Iya karena sudah belajar dari kecil. Maaf siapa yah?" Tanya Cilla lalu turun dari kudanya.


" Masa lupa? kita kan berkenalan di cafe seminggu yang lalu." Orang itu membuka topi yang di pakainya.


" Adrian!" ujar Cilla.


" Ternyata kamu masih ingat, syukurlah hehehe, aku baru melihatmu, aku sudah sering sekali kesini tapi belum pernah bertemu denganmu."


" Oh itu, aku dulu sering kemari tapi 6 bulan ini aku tak pernah datang lagi, sibuk dengan aktivitas sekolah dan les."


" Oh kamu masih sekolah! aku kira kamu sudah kuliah, kamu kelas berapa?"


" Aku baru saja masuk kelas 3, setahun lagi lulus hehe."


' Iya kalau nunggu setahun lagi, bisa dong kita berkencan.' gumam Adrian.


" Apa? kamu bilang apa tadi?" tanya Cilla yang tak mendengar dengan jelas.


" Oh gak, gak apa-apa. Mau makan siang bareng? kebetulan aku bawa bekal, kita bisa gelar tikar di rerumputan di bawah pohon rindang, agar seperti sedang piknik."


" Ok deh, sekalian biar ada teman." balas Cilla mengiyakan.


Beberapa saat Cilla dan Adrian duduk yang sebelumnya Adrian telah menggelar tikar di atas rerumputan di bawah pohon yang rindang, hingga tak terkena sinar matahari. Udara sejuk dan pemandangan indah sungguh nyaman dan asri.


" Cilla, sekarang kamu easy going banget gak seperti di cafe waktu itu yang cuek dan jutek!"


" Hehe maaf banget, saat itu aku banyak pikiran jadi malas di ganggu."


" Tapi aku suka sih walaupun begitu kamu masih mengingat aku bahkan mengingat namaku."


" Pastilah, seorang lelaki menatapku tajam dari jauh dengan lama lalu tiba-tiba menghampiri aku untuk mengajak kenalan itu cuma kamu saja."


" Hehehe habisnya kamu cantik! jadi aku langsung terpesona."


" Jangan bercanda, ayo makan biar gak dingin." ucap Cilla ketika makanan sudah siap di hadapan mereka.


" Wah makanan ini enak banget, pasti buatan mama kamu yah!" tanya Cilla ketika mencicipi makanan di depannya.


" Aku tinggal sendiri jadi ini semua aku masak sendiri."


" Wah hebat banget, aku suka banget sama cowok yang bisa masak."


" Benarkah! Berarti kaku juga suka aku dong hehehe."


" Jangan GR yah! Aku memang suka cowok yang bisa masak tapi belum berarti aku suka kamu."


" Yah tak masalah juga sih, yang penting aku sudah dapat 1 poin untuk lolos seleksi."


" Di lihat dari penampilanmu sepertinya kamu sudah bekerja, yah!"


" Tepat sekali, aku memang sudah bekerja. Apa aku terlihat tua yah?"


" Hehehe Iya kelihatan berumur banget."


" Wah ngejek nih yah, padahal aku ganteng gini loh. Siapa coba yang akan nolak cowok tampan dan mapan seperti aku!." ujar Adrian dengan bangganya.


" Iihhhh... PD banget sih, kalau benar begitu apa kamu sudah punya pacar dong?"


" Belum, jelas belum." sanggah Adrian dengan cepat.


" Tuh berarti gak ada cewek yang naksir kamu hehehhe."


" Yeehh.... aku gak punya pacar bukan karena gak ada yang naksir tapi belum ada yang cocok saja, aku bukan tipe cowok yang berpacaran kalau tidak cinta. Kalau sudah cinta aku akan kejar sampai dapat dan akan setia selamanya." ujar Adrian dengan yakin.


" Yakin nih?" Cilla sedikit tak percaya.

__ADS_1


" Kamu mau bukti! nanti aku buktikan, lihat saja nanti."


Mereka berdua pun berbincang dengan akrab dan semakin akrab, ternyata Cilla merasa nyaman mengobrol dengan Adrian. Selain tampan Adrian pun orangnya sangat humoris sehingga Cilla bisa terhibur dengan segala tindakan dan omongannya.


" Mau bertanding berkuda?" ajak Adrian.


" Boleh, siapa takut. Tapi dengan 1 syarat!"


" Ok, syaratnya apa?"


" Jika menang akan mendapatkan 1 permintaan dan yang kalah harus mengabulkan permintaan yang menang."


" Ok, SETUJU!" Ucap Adrian bersemangat.


Mereka beranjak ke kudanya masing-masing dan pertandingan pun di mulai. Kuda di pacu dengan kencang untuk sekarang Cilla yang memimpin, pertandingan dilakukan sebanyak 5 putaran, mereka saling kejar mengejar sampai putaran terakhir dan Adrian keluar menjadi pemenangnya.


" Hore... aku menang, berarti aku boleh meminta 1 permintaan dong padamu!"


" Ok ok.... Memang permintaanmu apa?" mereka turun dari kudanya masing-masing.


" Eemmmm.... belum sekarang, aku masih harus memikirkan keinginanku soalnya hanya 1 permintaan jadi aku harus memikirkannya baik-baik." ujar Adrian.


" Ok sip, aku tunggu, sampai bertemu lagi." Cilla hendak pergi namun Adrian memanggilnya.


" Hei tunggu, terus aku harus menghubungimu kemana? Aku minta nomor ponselmu?" ujar Adrian setengah berteriak.


" Kau cari tahu sendiri, jika kau berhasil kita akan bertemu lagi." balas Cilla tanpa menghentikan langkahnya.


_____________________


Sarah sedang menyiapkan pakaian untuk Hardi karena Hardi harus pergi dinas keluar kota, sebenarnya Hardi mengajak Sarah juga namun Sarah menolak karena ia harus menjaga perusahaan dan menjaga anak-anak. Soalnya Hardi dan Rio akan pergi bersama jadi urusan pekerjaan harus di handle oleh Sarah.


" Mas, cuma bawa 5 set pakaian kerja dan 2 set pakaian tidur saja apa sudah cukup?"


" Sudah lebih dari cukup kok sayang, lagipula mas paling pergi dinas kurang dari seminggu saja semoga bisa lebih cepat dari pada itu."


Ttiiiddd... ttiiiddd.... Terdengar suara klakson mobil.


" Hati-hati yah mas."


" Ok, bye sayang."


Hardi masuk kedalam mobilnya dan Sarah terus memandangi mobilnya sampai keluar dari gerbang rumahnya. Hardi dan Rio harus dinas ke Bogor untuk beberapa hari, kliennya yang berasal dari jepang memilih menginap di sebuah villa di Bogor karena mereka senang dengan cuacanya yang dingin hingga Hardi harus kesana untuk melakukan rapat-rapat penting seminggu kedepan.


_________


" Pagi bunda! ayah keluar kota lagi?"


" Iya, soalnya ada klien dari jepang yang menginap di Bogor jadi ayah harus kesana juga."


" Oh.... kenapa gak ke perusahaan ayah aja kliennya?"


" Alasan cuaca katanya, entahlah namanya juga bisnis harus ikuti agar tak ada masalah. Oh iya kamu kemarin pergi seharian, kemana?"


" Aku pergi berkuda bun, kan sudah lama juga aku tak kesana. Aku kangen sama Gibson."


" Gibson yah! Kuda hadiah dari ayah."


" emm..." balas Cilla mengangguk sambil menyantap roti lapisnya.


" Bunda, hari ini aku mau berkuda lagi mumpung masih hari minggu dan masih ada waktu sebelum ujian sekolah. Mulai senin ini aku harus mulai belajar."


" Iya, tapi jangan pulang malam yah. Agar ada waktu buat istirahat."


" Ok Bunda, aku berangkat yah." Cilla cepat-cepat pergi dengan menenteng tas slempang di pundaknya.


Sesampainya di tempat tujuan, Cilla melambaikan tangannya ke arah seseorang yang juga melambaikan tangannya. Ternyata Cilla sudah janjian berkuda kembali dengan Adrian, sebelumnya Adrian sudah sampai terlebih dahulu di sana. Cilla segera berjalan menghampiri Adrian yang terus tersenyum menatap ke arahnya.


" Kamu sudah menunggu lama?"


" Tidak masalah menunggu beberapa menit, beberapa jam, beberapa hari, beberapa bulan bahkan beberapa tahun pun aku sanggup."


" Ih lebay banget sih." Cilla memukul dada Adrian.

__ADS_1


" Eits... udah berani nih pukul-pukul." Canda Adrian yang membuat Cilla malu.


" Ayo... kita mulai ganti pakaian dan langsung berkuda, aku tak boleh pulang malam hari ini karena harus istirahat dan belajar mempersiapkan ujian."


" Ternyata sudah mau ujian yah, berarti kamu seumuran dengan adikku, dia juga akan mempersiapkan ujiannya."


" Mungkin, ayo sudah cukup terik. Kita berkuda sampai waktu makan siang, kamu bawa bekal lagi?" tanya Cilla.


" Tidak, sekarang kita beli saja yah."


" Ok kalau begitu." Cilla terlihat kecewa karena tidak bisa merasakan masakan Adrian yang lezat.


Mereka pun berkuda beberapa lama dengan kecepatan biasa saja, kadang pelan-pelan untuk saling mengobrol di atas kuda. Tak terasa waktu makan siang pun tiba.


" Kok bawa tikar lagi! Bukankah kita nanti akan makan di kedai." tanya Cilla heran ketika Adrian menggelar tikar di bawah pohon.


" Lebih enak disini, bisa menikmati pemandangan indah." tiba-tiba seseorang datang ke arah mereka membawa kranjang piknik yang berisikan beberapa makanan.


" Katanya kamu tak bawa bekal."


" Aku memang gak bawa bekal tapi asistenku yang bawa, kan hehehehe."


" Dasar, itu sama aja. Tapi ini buatan siapa?"


" Coba saja di makan, pasti kamu bisa menebaknya."


Cilla pun mengambil beberapa makanan lalu mencicipinya. " Wah... ini rasa yang familiar, rasanya yang sangat lezat dan memiliki ciri khas sendiri, aku yakin ini buatanmu." kembali Cilla melahap makanannya.


" Hebat, kamu bisa menebaknya."


"Sejujurnya kemampuan memasakmu lebih dari Chef profesional, pasti kamu belajar yah."


" Yah cuma hobi saja, karena sudah sering tinggal sendiri." Ujar Adrian lalu membuka kaca matanya untuk di bersihkan.


' Kalau gak pakai kacamata, ganteng juga.' gumam Cilla.


" Apa?"


" eh gak... itu... eh... ayo makan banyak, hehehe" kilah Cilla sedikit gelagapan.


Waktu berlalu dan hari sudah beranjak petang, Cilla menunggu mobil jemputan yang belum datang juga, tadi Cilla menolak ajakan Adrian untuk di antar pulang karena akan di jemput. Tak lama Cilla mendapatkan pesan dari supirnya jika mobilnya sedang berada di bengkel karena bannya bocor terkena paku di jalanan. Lalu ada mobil berhenti di hadapannya dan kaca mobil belakangnya terbuka.


" Cilla, mobilnya belum datang? Ayo naik, aku antar pulang." Ajak Adrian.


" Iya, tadi dapat kabar kalau ban mobilnya bocor. Maaf nih merepotkan." Cilla pun masuk mobil Adrian ketika Adrian membukakan pintu mobilnya.


" Tak masalah, lagi pula aku ingin tahu rumahmu jadi sekalian kan hehehe."


" Iya, terimakasih."


Butuh waktu 1 jam perjalanan akhirnya tibalah di rumah Cilla. Selalu Adrian membukakan pintu mobilnya untuk Cilla keluar mobil, Cilla mengajak Adrian masuk namun Adrian menolaknya karena dia mendapat pesan untuk ke perusahaan dimana ia bekerja sehingga harus segera pergi.


Cilla pun masuk dan berpapasan dengan Sarah yang melihat bahwa Cilla di antar seseorang. Sarah menanyakan siapa yang mengantar Cilla dan Cilla menjawab jika itu adalah teman berkudanya. Sarah menasehati Cilla untuk berhati-hati dengan orang yang baru ia kenal dan Cilla pun meyakinkan jika dia orang yang baik sehingga Sarah tidak perlu terlalu khawatir.


___________


Adrian tiba di perusahaan yang ternyata itu adalah perusahaan milik Hardi, Adrian mendapat telpon dari Rio untuk memeriksa berkas dan mengirimkannya melalui email. Adrian menjabat sebagai manager di usia mudanya, Adrian bekerja di bawah Rio yang bertugas untuk melaporkan segala sesuatu menyangkut pekerjaannya kepada Rio dan Rio akan memeriksanya kembali sebelum ia serahkan kepada Hardi. Butuh waktu sekitar 3 jam dan akhirnya Adrian menyelesaikan tugasnya lalu Adrian mengirimkannya kepada Rio.


' Akhirnya beres juga, huh... pinggangku terasa kaku setelah berkuda sekarang harus melakukan pekerjaan, mana besok hari senin yang pasti sibuk-sibuknya, waktu istirahatku sangat sedikit.' gumam Adrian lalu beranjak dari duduknya untuk segera pulang dan melemaskan semua otot di tubuhnya.


Rio mendapatkan emailnya dan memeriksa semuanya, dia merasa cukup puas dengan kinerja Adrian yang memang masih baru masuk ke perusahaan namun skillnya tidak bisa di ragukan lagi sehingga dia cepat naik jabatan sampai ketingkat manager hanya dalam waktu 3 tahun.


' Memang gak salah aku meminta pak Hardi mengangkat menjadi manager dan membantu pekerjaan di bawahku, dia benar-benar hebat dan teliti.' gumam Rio setelah memeriksa semuanya.


Memang yang Adrian kirimkan itu adalah data yang di butuhkan untuk persentasi besok pada klien sehingga Rio memintanya mendadak. Mungkin dengan data ini dan cara penyampaian Hardi nanti yang tidak bisa diragukan lagi akan membawa perusahaan memenangkan tandernya.


Setelah sampai di rumah, Adrian langsung menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur, tubuhnya terasa lelah dan otot-ototnya pun terasa kaku, ia meregangkan tubuhnya untuk membantu melemaskannya. Dia pun bangun dan beranjak ke kamar mandi untuk berendam air hangat agar rasa lelahnya mungkin sedikit berkurang. Ia menyalakan lilin aromaterapi dan memutar musik klasik kesukaannya, Adrian sangat menikmatinya sambil meminum kopi latte panas kesukaannya.


' Cilla, semakin kita dekat, semakin aku penasaran dan semakin menyukaimu. Aku harus mendapatkanmu sebagai kekasihku bahkan teman hidupku.' gumam Adrian.


Bersambung.....


Jangan lupa untuk selalu dukung Author dengan cara memberi Vote, Hadiah, like dan komen yah, terimakasih ☺️

__ADS_1


__ADS_2