Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Apakah hasilnya?


__ADS_3

" Sayang, habis mas menganyatkan kamu pulang, mas harus pergi lagi bersama Rio karena ada klien yang mengajak makan malam serta untuk membahas beberapa pekerjaan." ujar Hardi.


" Iya mas, gak apa-apa. Semoga bisnis mas selalu lancar." balas Sarah.


" Mungkin mas agak larut pulangnya, kamu gak takut kan tidur sendiri soalnya si kembar kan sekarang tidur di kamar Cilla." ujar Hardi.


" Apan kamu ini mas? kalau kamu keluar kota juga kan aku tidur sendirian." balas Sarah.


" Yah takutnya aja ada yang tiba-tiba meluk dari belakang." canda Hardi menakuti istrinya.


" Hush jangan ngomong gitu dong mas, nanti aku takut beneran." ujar Sarah menepuk Hardi.


" Nanti ada hembusan nafas di tengkukmu dan tangan dingin melingkar di pinggangmu lalu......." Hardi terus menakuti istrinya.


" Udah ah... aku gak mau dengar, aku gak dengar, aku gak dengar." ujar Sarah sambil menutup kedua telinganya. Hardi hanya tersenyum senang telah membuat Sarah takut karena candaannya, Hardi tahu benar jika Sarah orangnya penakut. Sebenarnya Sarah bukan takut pada hal seperti hantu atau sejenisnya namun semenjak kecelakaan, Sarah semakin was-was akan sesuatu negatif yang mungkin akan terjadi menimpanya.


_________


Malam semakin larut dan Sarah masih belum bisa menutup kedua matanya, ia masih kepikiran dengan ucapan suaminya. Setiap kali Sarah hendak terlelap selalu kembali membuka matanya karena terbayang-bayang sesuatu yang akan ada di belakangnya. Sehingga malam ini Sarah benar-benar tidak bisa menutup matanya, dia hanya bersembunyi di balik selimut dengan hati yang tak karuan.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dan lama kelamaan terdengar suara pintu kamar di buka, hati Sarah semakin tak tenang. Banyak sekali bayangan-bayangan mengerikan dalam pikirannya sehingga rasa takutnya semakin dalam. Tubuh Sarah semakin bergetar ketika merasakan kasurnya bergerak seperti ada seseorang yang duduk di atasnya.


Lalu ada yang menarik selimutnya turun secara perlahan, Sarah secara spontan berteriak takut namun dengan masih menutup matanya, dia gak berani membuka matanya karena takut dengan sesuatu yang di depannya. Sarah melayangkan pukulan-pukulan membabi-buta dengan mata tetap tertutup.


" Stop, stop, sayang... Sayang, stop ini mas sayang... ini mas..." ujar Hardi yang dapat pukulan cukup keras dan akhirnya Sarah bisa berhenti ketika Hardi menggenggam kedua lengan istrinya.


" Sayang, ini mas... Coba kamu buka matamu." pinta Hardi dan Sarah pun membuka kedua matanya.

__ADS_1


" Mas... akhirnya mas pulang juga, aku takut sekali mas." Sarah langsung memeluk suaminya dengan menangis ketakutan.


" Kenapa jam segini kamu belum tidur sayang?" tanya Hardi sambil mengelus rambut istrinya dalam pelukannya.


" Aku gak bisa tidur mas, aku kepikiran sama perkataan mas, jadi aku membayangkan hal-hal aneh." balas Sarah terdengar sedikit tenang.


" Duh... maafkan mas, sayang. Mas hanya bercanda, mas tak tahu kamu sampai kepikiran seperti ini dan tak bisa tidur, sekali lagi mas minta maaf. Sekarang kamu jangan nangis, sudah ada mas di sini dan juga tak ada apa-apa di sini." ujar Hardi menenangkan.


Sarah melepaskan pelukannya namun masih menggenggam lengan Hardi dengan kencang.


" Mas mau mandi dulu, udah lengket banget nih." ucap Hardi.


" Yasudah mas mandi saja sana." ujar Sarah.


" Bagaimana mas mau mandi jika lengan mas di pegang erat seperti ini." ucap Hardi menunjuk ke arah lengannya.


Sarah pun tersenyum malu lalu melepaskan lengan suaminya tersebut.


" Gak mau, aku mau menunggu mas mandi saja, aku masih takut jadi belum bisa tidur." balas Sarah.


" Yasudah, tunggu mas, mas juga tak akan lama mandinya." ucap Hardi dan Sarah pun mengangguk sebagai tanda jawaban.


Hardi pun masuk kedalam kamar mandi, setelah 10 menit akhirnya Hardi selesai mandi sesuai janjinya tak akan lama pada Sarah. Namun apa yang Hardi lihat Sarah sudah terlelap di tempat tidur, Hardi hanya tersenyum sambil menghampiri istrinya.


" Dasar.... katanya mau nunggu dan gak bisa tidur namun sekarang pulas banget. Walau sudah punya anak tapi sikapmu masih manja, membuatku semakin suka padamu." gumam Hardi lalu mengecup kening istrinya.


______

__ADS_1


Esok harinya Sarah dan Hardi telah bersiap-siap pergi ke rumah sakit menemui Dr. Damar sesuai perjanjian kemarin yang akan melakukan pemeriksaan untuk kaki Sarah.


Sesampainya di sana Sarah segera melakukan beberapa prosedur pemeriksaan guna mengetahui keadaan kakinya yang mungkin saja dapat di sembuhkan seperti semula. Setelah proses yang cukup panjang dan cukup melelahkan akhirnya Sarah dan Hardi menemui Dr. Damar.


" Ok, semua pemeriksaan telah selesai dan hasil X-ray juga sudah saya terima, dilihat dari hasilnya bu Sarah pernah melakukan operasi yang besar, bu Sarah mengalami luka yang cukup parah waktu itu. Hasil operasi ini sangat bagus dan saraf-saraf nya pun di sambungkan dengan baik. Sebenarnya tak ada masalah yang serius lagi tapi kita harus melakukan prosedur operasi kecil lagi, di balik operasi yang sukses masih ada sedikit kekurangan di lihat dari hasil X-ray masih ada beberapa urat saraf kecil yang terjepit, mungkin jika ini di perbaiki ibu Sarah akan berjalan normal seperti semula." jelas Dr. Damar.


" Benarkah dokter? saya berharap ini akan membuat istri saya berjalan normal kembali. Lalukan apapun untuk membuat istri saya sembuh. Jadi kapan istri saya bisa di operasi?" tanya Hardi yang senang ada titik terang untuk kesembuhan Sarah begitu pun Sarah yang terus mengembangkan senyumannya.


"Bu Sarah dapat menginap malam ini di rumah sakit, besok kita jadwalkan untuk operasi. Bu Sarah untuk sekarang bisa makan siang terlebih dahulu lalu di anjurkan untuk puasa sampai jadwal operasi esok hari." jelas dokter.


" Baik dok, terimakasih." balas Sarah.


Setelah itu Sarah di antarkan ke ruang rawat inap, ruang VIP yang sangat nyaman dan sepi. Hardi segera menelpon rumah untuk memberitahukan bahwa malam ini mereka tidak akan pulang serta memberitahukan jika besok Sarah akan menjalani operasi kecil pada kakinya agar Sarah dapat berjalan normal kembali. Orang rumah pun merasa optimis dengan hasilnya dan mereka akan berkunjung esok hari setelah Sarah melakukan operasi.


________


Ke Esokan harinya sekitar pukul 13.00 WIB, Sarah menjalani prosedur operasi, walaupun kata dokter ini adalah operasi kecil namun ternyata cukup memakan waktu, 2 jam sudah Sarah berada di ruang operasi dan akhirnya keluar juga. Sarah segera di bawa keruang rawatnya dalam keadaan masih setengah sadar karena pengaruh obat bius.


" Bagaimana dokter hasilnya?" tanya Hardi.


" Syukurlah semua berjalan lancar, bu Sarah harus di rawat beberapa hari sampai hasil operasinya bagus dan nanti bisa pulang. Di perkirakan jika tak ada masalah lain, bu Sarah akan dapat berjalan seperti semula kurang dari sebulan." jelas Dr. Damar.


" Alhamdulillah dokter, terimakasih banyak." ujar Hardi senang.


" Kalau begitu, saya permisi dulu semoga nanti hasilnya bagus." ujar Dr. Damar keluar meninggalkan kamar Sarah.


Hardi merasa sangat bahagia dan berharap hasilnya nanti sesuai dengan harapan, Sarah bisa berjalan seperti semula. Hardi memang sering menutup mata dan telinga dari perkataan-perkataan buruk tentang istriya, Hardi selalu memberi dukungan dan perhatian agar Sarah tidak merasa terpuruk. Semoga dengan hasilnya nanti tak ada lagi cemoohan-cemoohan orang-orang terhadap Sarah.

__ADS_1


Bersambung....


Selamat membaca


__ADS_2