Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Wedding Anniversary


__ADS_3

Hardi berada di sebuah toko perhiasan yang terletak di Yesira Mall, ia sangat serius memilah-milah mana yang paling bagus. Dia memfokuskan untuk membeli satu perhiasan mewah namun terlihat tidak mencolok dan indah jika di pakai. Cukup lama Hardi menimbang-nimbang akhirnya dia pun membeli dan memasukan kedalam kotak yang berhias pita emas.


Hardi terlihat bahagia dengan apa yang akan ia berikan kepada istrinya. Dia ingin memberi kejutan di 1 tahun pernikahannya bersama Sarah. Hardi menyuruh Rio untuk menyiapkan sesuatu yang indah dan romantis, di kamar hotel nya. Yaitu kamar pribadi di lantai 10 hotel miliknya, ia berharap Rio menyiapkan sesuatu yang berbeda yang akan memberikan kesan yang mendalam bagi Sarah maupun dirinya.


__________


Sore hari ada sebuah paket datang ke kediaman Hardi dan tertulis di selembar kertas "To Sarah", bi Minah yang menerimanya langsung mengantarkan paket itu kepada Sarah yang berada di kamarnya, Sarah pun menerimanya dengan senang hati.


Sarah bertanya-tanya paket apa ini sebenarnya! yang di kemas begitu cantik. Untuk mengobati rasa penasarannya Sarah menarik pita merah marun yang mengikat kotak itu lalu ia membuka kotaknya. Terlihat gaun malam yang indah dan anggun, berwarna merah marun yang di hiasi benang berwarna emas. Gaun yang panjang menutupi kakinya sementara bagian atas yang sedikit terbuka serta di sampingnya ada sepasang sepatu high heels dengan warna senada.


Terdapat secarik kertas di dalamnya yang bertuliskan, "Pakailah dan datanglah ke ruang Hotel pribadi kita, Suamimu". Sarah tersenyum senang karena ini kado dari suaminya namun ia penasaran kenapa ia harus berdandan seformal ini dan disuruh datang ke Hotel mereka.


__________


Malam pun tiba, Sarah telah mengenakan gaun dan sepatu high heels dari suaminya. Gaunnya begitu pas dengan bentuk tubuh Sarah yang tinggi dan ramping di tunjang dengan sepatu high heels yang menambah sempurna penampilannya. Gaun yang sedikit terbuka di bagian atasnya membuat bahu putih Sarah terpampang jelas, kontras dengan warna gaun yang di kenakannya.


Sarah turun dengan perlahan menuju ke luar rumah, disana Rio telah menunggu dengan mobil hitam mewah untuk mengantarkan Sarah menuju tempat tujuannya. Sarah pun masuk kedalam mobil di bantu oleh Rio agar gaunnya tak tersangkut.


Mobilpun melaju, Rio berada di balik kemudi sementara Sarah berada di belakang terduduk manis. Masih memikirkan hal apa yang direncanakan oleh suaminya! Sarah mencoba bertanya kepada Rio.


"Rio, sebenarnya ada apa sampai saya harus berdandan cantik seperti ini?" Sarah sangat penasaran.


"Bu Sarah nanti juga akan mengetahuinya setelah sampai di sana" balas Rio tetap Fokus menyetir.


"Sekertaris yang bisa di andalkan, pantas saja Hardi mempercayai Rio." batin Sarah.

__ADS_1


Mobil pun memasuki parkiran Hotel, Rio membuka pintu belakang mobil dan membantu Sarah turun. Di sana Hardi sudah berdiri menunggu Sarah, ia menggunakan setelah toxedo warna senada dengan gaun Sarah dan terselip bunga putih di saku jasnya. Hardi terlihat tampan, membuat Sarah tak berhenti menatapnya. Begitupun Hardi ia terpesona dengan penampilan cantik istrinya samapai matanya seakan tak bisa berkedip.


Hardi mengulurkan tangannya membantu istrinya lalu mengalungkan tangan istrinya di lengan kekarnya lalu tersenyum berjalan bergandengan menuju Lift Khusus di hotelnya. Semua mata tertuju pada mereka, banyak yang saling berbisik jika mereka pasangan yang paling serasi dan paling sempurna. Dilihat dari postur tubuh dan Visual mereka serta kehidupan mereka yang sesuai membuatnya sempurna.


Mereka pun sampai di lantai 10 dan Hardi langsung membuka pintu kamar hotelnya, Sarah terbelalak melihat dekorasi yang berbeda dan terlihat sangat romantis. Ruangan yang dilihatnya sekarang penuh dengan bunga mawar yang harum. Kelopak bunga mawar merah yang di susun bak jalanan yang berbunga menuju ke arah meja yang disana terdapat bunga merah dalam Vas bunga dan lilin yang telah menyala semakin menambah kesan romantis.


Sarah terus tertegun tanpa bergerak sedikitpun masih terpaku di depan pintu. Terlalu terpesona akan apa yang dilihatnya, bak drama korea yang di tontonnya selama ini.


"Berjalanlah, aku akan selalu memberimu jalan yang berbunga walau terkadang akan ada duri dan batu krikil yang menghalangi, aku akan menyingkirkannya dengan tanganku sendiri dan membawamu kembali ke jalan bunga ini" Sarah berjalan dan tangannya di gandeng oleh suaminya.


Hardi menarik kursi untuk di duduki Sarah "Duduklah di sini, seolah ini adalah singgasana dalam hidupmu, aku akan menjadi pelayan setiamu selama hidupku".


Lalu Hardi menyerahkan 100 tangkai bunga mawar merah di tangannya pada istrinya, "100 tangkai bunga ini adalah lambang cintaku padamu sebagai bukti aku tidak akan berhenti mencintaimu walau sampai 100 tahun lamanya."


Sarah yang mendapatkan semua ini hanya bisa tersenyum bahagia, tidak bisa mengatakan sepatah katapun karena ini sangat mengejutkan baginya. Kejutan yang membuatnya begitu bahagia, kejutan yang tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya. Ini seperti sebuah keajaiban yang benar-benar nyata baginya.


"Ini apa mas?" tanya Sarah tak hentinya mendapat kejutan.


"Bukalah" pinta Hardi.


Sarah membuka kotak kecil tersebut dan terlihatlah sebuah kalung yang indah dengan permata putih di tengahnya terlihat sederhana namun juga mewah. Ini mambuat Sarah tertegun untuk kesekian kalinya. Hardi berdiri lalu menghampiri Sarah, meraih kalung tersebut lalu memakaikannya pada leher putih Sarah.


"Cantik" satu kata dari Hardi yang membuat Sarah merona.


"Terimakasih mas, ini bagus sekalu." Sarah memegang kalung yang telah di pasang di lehernya.

__ADS_1


"Kau suka" tanya Hardi.


"Sangat sangat suka mas" balas Sarah yang terus mengembangkan senyumnya.


Hardi kembali duduk di kursinya "Kita Makan, nanti kita lanjutkan" perkataan Hardi yang ambigu membuat Sarah bingung. Namun mereka menikmati makan malamnya dengan penuh kebahagiaan.


_______


Sarah berdiri di balkon hotel itu, menatap langit yang penuh bintang. Hardi menghampirinya lalu membuka jasnya dan memasangkannya di pundak istrinya karena memang udara malam terasa dingin. Hardi merangkul tubuh istrinya lalu kepala Sarah menyender di dada kirinya.


"Kau bahagia Sarah?" tanya Hardi menatap langit malam.


"Aku bahagia, sangat bahagia" balas Sarah tersenyum.


Hardi menarik tubuh Sarah untuk saling berhadapan, Sarah mendongakan kepalanya menatap suaminya.


"Happy wedding anniversary Sayang" ucap Hardi dan Sarah pun mengucapkan hal yang sama.


Merekapun tersenyum bahagia saling menatap lalu wajah mereka pun semakin dekat dan semakin dekat, bibir mereka bertemu deru nafas mereka pun terasa hangat. Mereka berciuman dengan rasa bahagia yang terselip di hati mereka masing-masing.


Ternyata walau jalan bertemu mereka dipersatukan dengan cara yang buruk namun mereka membangun cinta dan kasih yang penuh dengan kebaikan serta ketulusan satu sama lain. Dalam membangun dan menjalani kehidupan rumah tangga mereka berdua hari ini, esok dan seterusnya.


Bersambung......


Selalu dukung Author dengan cara Like, Vote dan komen.

__ADS_1


terimakasih 😊


__ADS_2