Bunda Untuk Cilla

Bunda Untuk Cilla
Kejutan


__ADS_3

Hardi masih bingung dengan perasaannya, tapi ia berpikir jernih dan memilih untuk tak memikirkannya saat ini.


" Kau pulang saja, terimakasih sudah memberitahukan kebenarannya padaku, tapi untuk saat ini tak ada lagi tempat di hatiku untukmu, semuanya telah terisi oleh Sarah istriku saat ini dan untuk selamanya." ujar Hardi.


" Bukan, bukan itu yang aku inginkan. Aku hanya ingin bisa dengan leluasa bertemu dengan Cilla, putriku satu-satunya." ucap Wulan meyakinkan.


" Baiklah, kau sekarang pulang saja. Cilla juga akan berangkat ke sekolah, malah itu nanti aku pikirkan terlebih dahulu sebelum aku memutuskannya." balas Hardi.


" Yasudah, kalau begitu aku permisi dulu, terimakasih telah meluangkan waktumu untuk mendengarkan semuanya, permisi." Wulan pun beranjak dari duduknya dan keluar dari rumah Hardi.


Setelah kepergian Wulan, Hardi menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, ia menghela nafas sambil memegang kepalanya yang sedikit pusing. Dia memikirkan tentang apa yang dijelaskan oleh Wulan, perasaannya kita tak menentu dan pikirannya pun tidak karuan. Ia butuh waktu untuk memikirkan semuanya dan ia juga tak ingin gegabah dalam mengambil suatu keputusan.


Tak lama ia sadar bahwa di tengah pembicaraan, Sarah pergi begitu saja. Mungkin ada yang menyebabkan Sarah tidak nyaman, Hardi segera beranjak dari duduknya lalu ia segera ke kamar karena ia tahu pasti Sarah tengah berada di sana.


Hardi membuka pintu kamarnya lalu ia melihat Sarah sedang merapikan riasannya, namun tampak matanya yang terlihat sedikit merah dan sembab. Namun Hardi tak menanyakan itu, ia hanya menghampiri istrinya untuk mengajaknya pergi segera mengantarkan Cilla.


Di dalam mobil, Hardi sebenarnya s lalu melirik ke arah Sarah yang sekarang lebih banyak diam dibandingkan biasanya, Hardi mengerti apa yang Sarah pikirkan dan rasakan karena itu ia tak akan bertanya kepada Sarah. Mungkin nanti Hardi akan mendiskusikan keinginan Wulan dan Hardi akan meyakinkan Sarah bahwa hubungan dia dengan Wulan hanya sebatas orangtua Cilla bukan antara pria dan wanita.


Sampailah di depan sekolahnya Cilla seperti biasanya Cilla pamit dan mencium kedua orangtuanya lalu segera masuk ke dalam kelasnya. Hardi dan Wulan kembali masuk ke dalam mobil, mereka akan pergi ke Mall karena Hardi akan mengecek Outlet Hasa Beauty secara langsung. Dalam perjalanan Hardi membuka pembicaraan dengan Sarah.


" Sayang, ada yang ingin mas tanyakan padamu, tentang pendapatmu " ucap Hardi.


" Silahkan " jawab Ssrah singkat.

__ADS_1


" Wulan, ibu kandung Cilla. Ia ingin meminta waktu untuk rutin bertemu, memang sih dia berhak bertemu dengan Cilla tapi mas minta dulu pendapatmu " ujar Hardi.


" Baiklah mas, aku juga tidak ingin jadi orang yang egois. Aku akan dukung keputusan mas demi kebaikan Cilla namun aku hanya ingin jika Wulan tak datang ke rumah kita hanya untuk dijadikan alasan ingin bertemu dengan Cilla, satu lagi biar Wulan menghubungiku terlebih dahulu sebelum bertemu dengan Cilla, jangan menghubungimu karena aku hanya ingin melindungi rumah tangga kita " balas Sarah panjang lebar.


" Baiklah sayang, mas juga tidak akan membiarkan dia selalu datang ke rumah kita dan akan membatasi waktu temunya dengan Cilla. Dan jangan pernah kau ragukan cintaku sayang, Mas tidak akan pernah berpaling pada siapapun termasuk dengan Wulan, kau percayalah padaku " ucap Hardi meyakinkan.


Sarah hanya mengangguk pelan dan terlihat senyum tipis di bibirnya namun tatapannya masih membayang seakan memikirkan sesuatu. Sarah sangat percaya akan perkataan suaminya namun ia juga perlu waspada akan hal buruk yang akan terjadi tanpa ia ketahui.


Tiba-tiba Sarah merasakan pusing di kepalanya, Hardi menyadari itu dan Hardi sangat cemas lalu ia segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat. Ketika sampai Hardi memapah Sarah yang terlihat lemas, Hardi segera membawa Sarah ke IGD rumah sakit. Sebelum sampai Sarah terlanjur pingsan sehingga Hardi tambah cemas dan segera menggendong Sarah sedikit berlari menuju IGD rumah sakit.


Hardi yang panik dengan membawa Sarah segera di letakkan di kasur rumah sakit dan beberapa perawat segera membawa masuk Sarah ke ruangan IGD sedangkan Hardi dipersilahkan menunggu di ouar saja sampai hasil pemeriksaan selesai.


Didalam ruangan IGD, seorang dokter segera menghampiri Sarah, memeriksa dengan sangat teliti apa penyebab dari pasiennya itu. Beberapa tes juga dokter lakukan untuk mendiagnosa Sarah. Setelah 30 menit menunggu akhirnya Hardi di suruh datang ke ruangan dokter sedangkan Sarah di bawa oleh beberapa perawat ke ruang inap pasien.


" Istri saya kenapa dok? tadi dia tiba-tiba pusing, lemas lalu pingsan padahal dari pagi dia terlihat baikbaik saja " tanya Hardi panik.


Dokter hanya tersenyum lalu menjelaskan pada Hardi, " Tenang pak, istri anda baik-baik saja dan saya ingin mengucapkan selamat pada bapak karena istri anda sedang mengandung."


Sontak Hardi langsung terdiam saking terkejutnya, lalu ia tersenyum bahagia dan bertanya kembali pada dokter untuk meyakinkan, " Benarkah istri saya sedang hamil dok? aku akan memiliki bayi? "


" Benar pak, sekali lagi selamat yah. Tapi jangan biarkan istri anda stres atau bekerja terlalu berat, itu demi kebaikan istri anda dan bayinya." ucap Dokter.


" Baik dok saya akan menjaga istri saya dan terimakasih Dok, saya bahagia sekali. Kalau begitu saya permisi." Hardi menjabat tangan dokter dengan antusias lalu dia keluar dari ruangan dokter dengan senyum bahagia.

__ADS_1


Hardi sedikit berlari menuju ruang rawat Sarah, ia segera membuka pintu kamar itu dan melihat Sarah yang masih terbaring di atas tempat tidur. Hardi segera duduk di sebelah ranjang Sarah laou m nggenggam tangan istrinya tersebut, di ciumi tangan Sarah terus menerus dengan senyum yang terus mengembang di bibir Hardi dan mata yang berkaca-kaca.


Tak lama Sarah pun tersadar dari pingsannya dan melihat Hardi yang terus menciumi tangannya terus menerus.


" Mas!" ucap Sarah pelan.


" Sayang, kau sudah bangun!" ucap Hardi tersenyum.


" Mas nangis? Mas sudah bertemu dengan dokter? Apa aku sakit parah? " tanya Sarah yang mulai berkaca-kaca.


" Tidak sayang, mas tidak menangis. Mas hanya bahagia, saking bahagianya sampai tak terasa mata ini meneteskan air mata " balas Hardi.


" Terus apa mas? Aku kenapa?" tanya Sarah.


" Kau... kau akan menjadi seorang ibu, kau hamil sayang. Kita kan punya anak " ucap Hardi tak melepaskan genggamannya dari tangan Sarah.


" Benarkah? Alhamdulillah, akhirnya aku akan menjadi seorang ibu. Nanti beritahu Cilla pasti Cilla akan senang jika ia akan memiliki seorang adik." Ucap Sarah dengan senyuman yang mengembang di bibir merahnya.


" Pasti sayang, Cilla pasti bahagia seperti kita. Orangtua kita juga pasti sangat bahagia dengan kabar ini." ujar Hardi lalu mengecup kening istrinya tersebut.


Dengan kehamilan Sarah saat ini, lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecil mereka. Senyum mereka berdua terus mengembang di bibir mereka, karena kebahagiaan yang mereka rasakan sangatlah besar melebihi apapun.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2