Cinta Halal Sang Senior

Cinta Halal Sang Senior
Selamat Datang, Mbak Alka


__ADS_3

Hari yang ditentukan untuk operasi caesar Adelia, tiba. Seluruh anggota keluarga inti Adi dan Adelia ikut menunggu di luar ruang operasi. Sementara Adi menemani sang istri yang akan melahirkan buah cinta pertama mereka di dalam ruang operasi.


Sebelum masuk ke ruang operasi, Adelia meminta doa kepada seluruh keluarga yang hadir. Dia juga meminta maaf kepada kedua orang tuanya, terutama sang mama. Begitu pula kepada kedua mertuanya yang sengaja datang untuk memberi dukungan padanya.


Para dokter dan perawat sudah siap pada posisi masing-masing. "Mari kita berdoa dahulu sebelum operasi dimulai." Dokter Lita mengajak semua orang yang ada di ruang operasi untuk berdoa. Usai berdoa, tindakan operasi pun dilakukan.


Lima belas menit kemudian terdengarlah tangis bayi di ruangan tersebut. Adi dan Adelia menghela napas lega begitu mendengar tangisan pertama buah cinta mereka. Keduanya mengucap syukur dengan air mata berlinang. Apa yang selama ini mereka nantikan sudah ada di depan mata.


"Terima kasih sudah mengandung dan melahirkan anak kita, Ai," ucap Adi seraya mencium kening sang istri tercinta. Tak terkira rasa bahagia yang dia rasakan. Kini hidupnya sudah sempurna. Mempunyai istri dan juga anak.


Adelia menyengguk. "Terima kasih untuk semuanya, Mas," ucapnya dengan air mata yang terus berlinang. Impiannya untuk hamil dan melahirkan sudah terwujud. Dia sudah merasa sempurna sebagai wanita sekarang. Dalam hati ibu muda itu terus bersyukur atas semua nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Setelah mendapat suami yang saleh dan sabar, kini mendapatkan bayi yang cantik.


Bayi perempuan yang masih merah itu diletakkan di dada Adelia setelah dokter anak memastikan kondisinya sehat. Kedua orang tua baru itu tak bisa menahan rasa haru saat pertama kali menyentuh putri pertama mereka.


"Selamat datang, Mbak Alka. Ini abi dan umi," ucap Adi seraya memegang bayi mungil yang akan melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) itu.


Setelah selama kurang lebih 1 jam menemani proses IMD, Adi ke luar dari ruang operasi dengan wajah berseri-seri. Pria itu langsung menghampiri bundanya. "Terima kasih sudah mengandung, melahirkan dan mengasuhku, Bun. Maaf kalau Mas belum bisa membahagiakan Bunda dan Ayah," ucapnya saat memeluk Bu Hasna usai mencium punggung tangan sang bunda.


Bu Hasna mengelus punggung putra sulungnya itu. "Selamat ya, Mas, sudah menjadi abi sekarang. Tanggung jawab Mas lebih besar. Selain istri juga harus mendidik anak. Bunda akan selalu berdoa untuk keluarga, Mas."


"Iya, Bun. Tolong selalu doakan Mas biar bisa menjadi suami dan abi yang baik." Adi mengurai pelukannya dan sekali lagi mencium punggung tangan sang bunda.


Bu Hasna menyengguk. "Bunda pasti selalu mendoakan Mas dan Adek."

__ADS_1


Adi kemudian menghampiri sang mama mertua. "Terima kasih sudah mengandung, melahirkan, dan mengandung Adelia, Ma. Insya Allah, saya akan terus menjaga Adelia," ucapnya saat memeluk Bu Sarah dan mencium punggung tangan mertuanya itu.


"Iya, Mas. Selamat sudah menjadi abi sekarang. Tolong didik Mbak Adel dan anak-anak kalian dengan baik," sahut Bu Sarah.


"Insya Allah, Ma. Mohon doanya." Adi mengurai pelukan mereka dan kembali mencium punggung tangan sang mama mertua.


Setelah itu, satu per satu anggota keluarga yang lain Adi hampiri. Mereka semua mengucapkan selamat padanya. Bahkan Ale ikut mengucapkan, tentu saja dengan bimbingan Rendra. "Adhe (Pakde) amat (selamat)," ucap Ale sambil mengulurkan tangan kanannya.


"Makasih, Ale. Nanti lihat Mbak ya," sahut Adi sambi menggenggam tangan kecil itu.


"Dede ayi." Ale menoleh pada babanya.


"Iya, dedek bayi. Tapi Ale manggilnya Mbak, bukan Dedek." Rendra coba memberi penjelasan pada putra semata wayangnya itu, meskipun belum tentu mengerti.


Setelah kondisi Adelia dan bayinya dinyatakan bagus dan tanpa ada komplikasi, keduanya dibawa ke ruang rawat inap. Adelia hanya tersenyum dan belum banyak bicara saat keluarganya memberi selamat. Walaupun wajahnya terlihat bahagia, tapi ada gurat kelelahan di sana. Karena itu anggota keluarga selain Bu Hasna dan Bu Sarah, memutuskan pulang terlebih dahulu. Memberi waktu pada Adelia untuk beristirahat. Pak Lukman membawa pulang ari-ari cucunya untuk dipendam di halaman rumahnya.


Tujuh hari setelah kelahiran sang putri, Adi mengadakan tasyakuran kelahiran anaknya sekaligus akikah. Dia mengundang rekan-rekan kerja, klien, dan beberapa teman kuliah. Sedangkan Adelia mengundang teman dekat semasa SMP, SMA, dan juga kuliah, serta beberapa teman di grup ibu hamil dan menyusui. Selain itu mereka mengundang para tetangga dan juga saudara dekat.


"Anakmu ayu tenan, Di. Ayu koyo ibune," puji Bude Lastri yang begitu datang langsung melihat putri sulung Adi dan Adelia. (Anakmu cantik sekali, Di. Cantik seperti ibunya.)


"Lah nggeh jelas niku, Bude," sahut Adi dengan senyum bangga. (Ya sudah jelas itu, Bude)


"Kowe cen pinter golek bojo sek ayu." Sekali lagi Bude Lastri memuji. Kali ini seraya mengacungkan dua jempol ke arah Adi. "Ora koyo ...." Bude Lastri membicarakan saudara lainnya yang menurutnya tidak seberuntung Adi. (Kamu memang pintar mencari istri yang cantik. Tidak seperti ....)

__ADS_1


"Alhamdulillah, Bude." Adi kemudian mengajak Adelia bertemu dengan kerabat lainnya. Karena sekali saja Bude Lastri ditanggapi pasti tidak akan ada habisnya.


Setelah sang ustaz datang, acara tasyakuran dan akikah dimulai. Usai pembukaan dan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, Adi memberikan sambutan selamat datang. Dia berdiri didampingi oleh Adelia yang menggendong putri mereka.


“Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu, dan Saudara sekalian yang dirahmati Allah. Pertama-tama, mari kita panjatkan segala puja dan puji bagi Allah, karena rahmat-Nya kita bisa berkumpul dan dipertemukan dalam tasyakuran akikah putri pertama kami yang bernama Alka Anadila Zanitha. Selawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta para pengikutnya. Aamiin. Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir atas keiklhasannya meluangkan waktu untuk datang di acara tasyakuran hari ini ....”


Sesudah sambutan dari Adi, acara dilanjutkan dengan tausiah yang diisi oleh Ustaz Fikri. Tausiah itu ditutup dengan doa untuk sang bayi dan juga keluarganya. Baru kemudian para tamu dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan.


Setelah acara akikah selesai dan para tamu pulang, keluarga Adi dan Adelia masih berkumpul, termasuk keluarga Rendra. Mereka mengobrol dengan suasana penuh keakraban.


"Pakde Adi, nama lengkap Mbak Alka artinya apa?" tanya Dita yang sedang memangku Ale.


"Alka artinya gadis yang cantik. Anadila itu singkatan dari anaknya Adi dan Adelia. Zanitha artinya anggun dan lembut. Jadi arti nama panjangnya Alka Anadila Zanitha itu gadis cantik anaknya Adi dan Adelia yang anggun dan lembut," jawab Adi dengan penuh rasa bangga. Nama yang dia berikan untuk sang putri tercinta dengan segala harapan dan doa.


"Keren, Mas," sahut Arsenio sembari terus menggoda Ale. Dia sangat suka bermain dan menggoda Ale.


"Insya Allah bulan depan kita kumpul-kumpul untuk akikah lagi," cetus Adelia sambil melirik pada Shasha yang perutnya sudah sangat membuncit. "Iya, 'kan, Sha?"


"Insya Allah kalau semua lancar," sahut Shasha sembari mengelus kandungan yang lebih besar dari Adelia.


"Aamiin."


Adi tersenyum bahagia melihat semua keluarganya berkumpul dalam suasana yang penuh kebahagiaan ini. Kehadiran Alka menjadi penyempurna rumah tangganya dengan Adelia. Meskipun tanggung jawabnya menjadi bertambah. Mendidik dan menjaga anak perempuan lebih sulit daripada anak laki-laki. Namun, dia akan berusaha sekuat tenaga membuat keluarganya bahagia di dunia dan juga di akhirat.

__ADS_1


...---TAMAT---...


Jogja, 201122 21.50


__ADS_2