Cinta Halal Sang Senior

Cinta Halal Sang Senior
D-Day 2


__ADS_3

"Mas Juna, kok bisa ada di sini?" tanya Shasha begitu orang yang memanggilnya berdiri di depannya.


"Aku kakak sepupunya Adel dari papanya," jawab pria yang bernama Arjuna itu.


"Kamu sendiri apa juga saudara dari pengantin pria?" tanya Arjuna.


"Bisa dibilang begitu. Mas Adi itu kakak iparnya Rendra, adikku," terang Shasha.


Arjuna mengerutkan kening. "Kakak iparnya adikmu? Memangnya adikmu yang cowok itu sudah nikah?"


Shasha mengangguk. "Iya, sudah satu setengah tahun lalu menikahnya."


"Berarti kamu juga sudah menikah?"


"Belum, Mas. Aku dilangkahi sama adikku, sama kaya Mas Adi," jawab Shasha sambil tertawa kecil. "Ayo Mas sambil jalan."


Mereka berdua lalu jalan berdampingan menuju ke tempat prasmanan.


"Mas Juna sendiri apa sudah menikah?" tanya Shasha.


"Belum. Aku masih mengejar karir. Aku belum terpikir untuk menikah sampai aku ketemu kamu hari ini," jawab Arjuna sambil tersenyum.


Shasha tertawa mendengar jawaban Arjuna. Seniornya itu memang selalu menggodanya dari dulu.


Mereka lalu mengambil makanan sambil terus mengobrol. Setelah itu mereka duduk di kursi yang telah disediakan.


"Shasha, boleh aku duduk di sini." Kaisar berdiri di kursi samping kiri Shasha yang kosong.


"Duduk saja, Mas," sahut Shasha.


"Makasih." Kaisar lalu duduk di samping Shasha.


"Gimana kabarmu?" tanya Kaisar.


"Seperti yang Mas Kai lihat, aku baik dan sehat."


"Tadi aku mau ajak Tirta ke sini, tapi dia sudah ada acara," kata Kaisar.


"Wah, sayang ya. Padahal aku kangen banget pengen ketemu dia," sesal Shasha.


"Tenang, di resepsi nanti sama besok dia ikut kok," ujar Kaisar sembari tersenyum.


"Benar, Mas Kai?" tanya Shasha dengan mata berbinar-binar.


Kaisar menganggut. "Iya."


"Siapa, Sha?" tanya Arjuna yang duduk di samping kanannya.


Shasha menoleh pada Arjuna. "Ini kakaknya Tirta, Mas. Aku kenalkan ya."


Shasha lalu menoleh pada Kaisar.


"Mas Kai, kenalkan ini Mas Juna. Mas Juna, kenalkan ini Mas Kai." Shasha mengenalkan mereka berdua.


"Kaisar."

__ADS_1


"Arjuna."


Kaisar dan Arjuna bersalaman sambil menyebutkan nama masing-masing.


"Mas Juna ini seniorku di kampus. Seniornya Tirta juga," terang Shasha pada Kaisar.


Kaisar menyengguk. Dia lalu melanjutkan makan tak berminat bicara dengan Arjuna.


"Tirta itu yang mana sih, Sha?" tanya Arjuna.


"Tirta yang dulu sering bareng aku ke mana-mana. Mas Juna, enggak ingat?" Shasha mengernyit.


Arjuna menggeleng. "Kan selama di kampus ada kamu, mataku cuma tertuju sama kamu, Sha."


"Ckckck, mulai deh menggombal. Buruan cari istri sana Mas, jadi ada yang Mas Juna gombalin." Shasha mencibir Arjuna.


Arjuna tertawa. Kamu selalu tidak percaya sama aku, Sha.


...---oOo---...


Usai acara akad nikah, Adelia kembali dirias untuk acara resepsi. Adelia dirias dengan konsep paes ageng kanigaran tanpa meninggalkan hijabnya. Jadi meskipun dia disanggul tetapi ditutup dengan hijab. Leher dan telinganya juga tertutup.


Pada zaman dahulu, busana dan tata rias Paes Ageng Kanigaran hanya boleh dikenakan oleh kerabat raja. Baru pada masa Sultan HB IX di tahun 1940, masyarakat umum diizinkan memakai busana ini dalam upacara pernikahan. Paes adalah riasan adat tradisional Jogja yang biasa diaplikasikan pada pengantin.


Berbagai macam atribut dalam riasan paes ageng memiliki makna yang mendalam. Untuk pengantin wanita, paes ageng mengandung unsur doa, panduan dan tuntunan terkait bagaimana menjadi seorang perempuan yang semestinya. Atribut yang digunakan di antaranya cunduk menthul, gunungan, centhung, paes prada, citak, alis menjangan, sumping, kalung sungsun, kelat bahu dan gelang paes ageng.



(ilustrasi riasan Adelia, kredit foto pada pemilik)



(ilustrasi pakaian dan riasan Adi dan Adelia, kredit foto sesuai yang tertulis dalam foto)


Setelah Adi dan Adelia selesai dirias, dan jam juga sudah menunjukkan waktu resepsi, maka acara pun dimulai. Resepsi itu digelar di Grha Sabha Pramana UGM, yang terletak di utara Bundaran dan di sebelah barat Masjid Kampus UGM.


Kedua pengantin yang diiringi oleh kedua orang tua dan pihak keluarga dekat, berjalan memasuki area resepsi. Prosesi yang dilakukan yaitu panggih. Prosesi ini mempertemukan pasangan pengantin setelah mereka resmi menikah, untuk kemudian disandingkan di pelaminan.


Rangkaian prosesi panggih didahului dengan tarian edan-edanan oleh penari pria dan wanita dengan dandanan jenaka. Tarian itu sebagai penolak roh jahat yang akan mengganggu jalannya upacara panggih. Dalam acara ini tidak semua prosesi mereka lakukan, hanya beberapa saja mengingat waktu dan juga kepraktisan acara.


Prosesi pertama yang dilakukan yaitu balangan gantal. Gantal merupakan daun sirih yang dipilin kemudian diikat dengan benang lawe. Di dalamnya berisi bunga pinang, kapur sirih, gambir, serta tembakau hitam. Adi dan Adelia melakukan balangan gantal (saling melempar gantal) yang melambangkan saling melempar kasih antara kedua mempelai.


Prosesi selanjutnya wijikan atau ranupada yaitu prosesi membasuh kaki pengantin pria oleh pengantin wanita. Sebelum itu, Adi menginjak telur ayam kampung dengan menggunakan kaki kanan tanpa alas kaki. Telur itu diletakkan di atas nampan bertabur bunga melati, kelopak mawar, kenanga, dan irisan daun pandan.


Seusai telur diinjak, Adelia membersihkan kaki sang suami dengan air bunga setaman, lalu mengelap hingga bersih kaki tersebut menggunakan handuk sambil duduk bersimpuh. Lalu, Adelia mengaturkan sembah pada suaminya, yang disambut dengan uluran tangan Adi untuk membantu istrinya berdiri. Hal ini melambangkan bakti istri pada suami. Selain itu juga bermakna menghilangkan halangan dalam menempuh perjalanan menuju keluarga bahagia.


Prosesi berikutnya adalah kanten asto. Adi dan Adelia saling mengaitkan jari kelingking sambil berjalan perlahan menuju ke pelaminan. Setelah sampai dan duduk di pelaminan, dilanjutkan dengan tampa kaya atau kacar-kucur.


Prosesi tampa kaya adalah simbol tanggung jawab suami sebagai pencari nafkah yang menyerahkan hasil jerih payahnya pada istri. Sementara istri bertugas mengaturnya agar tidak tercecer hingga mencukupi semua. Adi menuangkan kaya (biji-bijian, uang logam, kembang) dari anyaman tikar pandan ke dalam bentangan sapu tangan di atas pangkuan Adelia, kemudian dibungkus agar tak ada yang tercecer.


Sesudah itu prosesi dahar klimah yang menggambarkan kerukunan suami istri dalam cinta kasih. Adi membuat kepalan nasi kuning kecil sebanyak tiga buah, kemudian diletakkan di piring yang dipegang oleh Adelia. Adi lalu menyuapkan kepalan nasi tersebut pada istrinya.


Setelah semua prosesi tersebut, prosesi terakhir yaitu sungkeman kepada kedua orang tua sebagai tanda bakti seorang anak kepada orangtua yang telah membesarkan, juga permohonan restu agar kelak mereka dapat menjadi keluarga yang bahagia.


Usai semua prosesi adat, pembaca acara kemudian mempersilakan tamu untuk memberikan selamat dan doa pada kedua mempelai dan keluarganya. Dari awal mereka melakukan prosesi dan masuk ke area resepsi, terdengar musik tradisional yang mengiringi. Di resepsi ini memang ada musik tradisional (gamelan) dan juga musik moderen (Baja Band).

__ADS_1


Para tamu yang datang setelah mengisi buku tamu dan menunjukkan kartu undangan, bisa mengambil foto terlebih dahulu karena di sana tersedia booth foto dengan berbagai macam aksesoris dan ornamen untuk berfoto. Foto mereka nanti bisa diambil sebelum pulang.


Mereka mengagumi dekorasi yang tampak indah dan mewah, ditambah dengan mempelai yang tampah gagah dan cantik dengan balutan baju adat pengantin. Mereka juga memuji masakan yang rasanya lezat. Hidangan yang disajikan ada makanan tradisonal dan juga makanan internasional. Para tamu bisa mencicipi sesuai selera masing-masing.


Selama menikmati hidangan dan menunggu antrian untuk memberi selamat, para tamu dihibur dengan alunan musik tradisonal dan moderen yang saling bergantian mengisi. Para tamu juga dipersilakan kalau ada yang mau menyumbang lagu untuk kedua mempelai.


Jingga, yang hobi menyanyi juga ikut menyumbangkan lagu. Dia berduet dengan Bara menyanyikan lagu I foundly found someone yang pernah dipopulerkan oleh Bryan Adams dan Barbara Streisand.


...I finally found someone, who knocks me off my feet...


...I finally found the one, who makes me feel complete...


...It started over coffee, we started out as friends...


...It's funny how from simple things, the best things begin...


...This time is different...


...la la la la...


...It's all because of you!...


...It's better than it's ever been...


...Cuz we can talk it through...


...My favorite line was "Can I call you sometime?"...


...It's all you had to say...


...To take my breath away...


...This is it!...


...Oh, I finally found someone...


...Someone to share my life...


...I finally found the one-to be with every night...


...Cause whatever I do...


...It's just got to be you!...


...My life has just begun, I finally found someone...


.........


Duet Jingga dan Bara mendapat sambutan yang meriah dari orang-orang yang ada di sana. Meski tanpa latihan, mereka bisa membawakannya dengan sangat apik dan menarik, menyenangkan telinga yang mendengar dan melihat duet mereka di atas panggung.


"Sha, kita duet yuk," ajak seseorang yang duduk di samping Shasha.


"Ayo, Mas."


...---oOo---...

__ADS_1


Jogja, 080821 00.30


__ADS_2