
"Sha, kita duet yuk," ajak seseorang yang duduk di samping Shasha.
"Ayo, Mas." Shasha berdiri dari duduknya.
"Tata, aku tinggal sebentar ya," pamit Shasha pada Tirta.
Tirta menggangguk seraya tersenyum. "Santai, Sha. Sukses ya duetnya."
Shasha dan Arjuna kemudian berjalan ke arah panggung.
"Dia itu benar senior kalian, Dek?" tanya Kaisar pada adiknya.
"Iya, Mas. Kenapa memangnya?" Tirta mengernyit pada kakaknya.
"Dia suka sama Shasha?" tanya Kaisar lagi tanpa mengalihkan pandangan dari Shasha dan Arjuna.
"Kayanya sih, Mas. Mereka memang akrab dari dulu. Tapi Shasha selalu menganggap dia teman atau kakak aja," terang Tirta.
"Mas Kai, kenapa jadi kepo sama Shasha? Mas, suka ya sama dia?" Tirta memicingkan mata, curiga pada kakaknya.
"Aku ingin tahu aja, Dek. Apa enggak boleh?" Kaisar menoleh pada adiknya.
"Boleh. Bebas mah kalau sesama jomlo." Tirta tertawa setelah menjawab kakaknya.
"Memangnya Mas Kai sudah bisa move on dari adiknya Mas Adi? Dita yang itu kan, yang duduk dipeluk sama Rendra." Tirta menunjuk ke seberang meja dengan dagunya.
Kaisar menyengguk. Dia menghela napas panjang.
"Kalau Mas punya niat dekati Shasha jangan sampai untuk pelarian. Aku enggak rela sahabatku jadi tempat pelarian. Aku bakal marah sama Mas kalau itu sampai terjadi," ujar Tirta memperingatkan kakaknya.
"Siapa yang mau menjadikan dia pelarian, Dek? Aku enggak ada niat sama sekali. Kakaknya Dita malah yang mau comblangin aku sama dia. Makanya kemarin Shasha hubungi kamu karena pas ketemu aku, dia minta nomormu. Aku beberapa kali ngobrol sama Shasha rasanya cocok dan nyaman aja," ungkap Kaisar.
"Dijalani berteman dulu saja, Mas. Shasha bukan cewek yang gampang didekati meski teman cowoknya banyak. Rata-rata mereka suka sama Shasha tapi Shasha-nya biasa aja," saran Tirta pada Kaisar.
"Mas Juna kayanya bakal jadi saingan Mas Kai tuh." Tirta mengarahkan pandangannya ke arah panggung di mana Shasha dan Arjuna sudah siap akan berduet.
Kaisar mengikuti arah pandang adiknya. Kini matanya tertuju pada wanita yang sedang berdiri di atas panggung dengan membawa mikrofon.
...Do you hear me, I'm talking to you...
...Across the water across the deep blue ocean...
...Under the open sky, oh my, baby I'm trying...
...Boy, I hear you in my dreams...
...I feel your whisper across the sea...
...I keep you with me in my heart...
...You make it easier when life gets hard...
...Lucky I'm in love with my best friend...
...Lucky to have been where I have been...
...Lucky to be coming home again...
...Ooohh ooooh oooh oooh ooh ooh ooh ooh...
.........
...(Lucky - Jason Marz feat Colbie Calliat)...
Duet Shasha dan Arjuna mendapat sambutan yang tak kalah meriah dari para tamu. Kerabat Arjuna banyak yang menggoda untuk menyatakan cintanya sekalian pada Shasha. Tapi Shasha hanya menanggapi dengan tawa tidak terlalu memedulikannya.
__ADS_1
"Mas, enggak mau berduet sama Shasha?" goda Tirta.
"Siapa tahu duet kalian lebih fenomenal." Tirta mengikik sambil memandang kakaknya dengan tatapan menggoda.
"Tunggu saja besok," ucap Kaisar penuh percaya diri.
"Kenapa harus besok? Sekarang aja, Mas." Tirta mengompori kakaknya.
"Kenapa jadi kamu yang lebih bersemangat, Dek?" Kaisar menoleh pada adiknya.
"Aku enggak rela aja kakakku kalah dari Mas Juna." Tirta tergelak saat mengatakannya.
"Dasar adik durhaka kamu malah meledek kakaknya." Kaisar menyentil kening Tirta.
"Auch, sakit Mas. Tega benar sama adiknya," protes Tirta sambil mengusap-usap keningnya.
Setelah Shasha dan Arjuna kembali duduk, giliran Rendra yang mengajak Dita ke atas panggung. Dia berjalan sambil memeluk pinggang istrinya dengan posesif. Hari ini istrinya berdandan sangat cantik, jadi dia tidak rela Dita dilirik apalagi digoda pria lain.
"Selamat untuk Mas Adi dan Adelia, semoga menjadi keluarga yang sakinah ma waddah wa rahmah dan diberikan keturunan yang saleh juga salehah. Semoga segera menyusul kami ya," ucap Rendra seraya memegang erat tangan Dita.
"Lagu ini aku persembahkan untuk para wanita yang senantiasa setia mendampingi pasangannya dalam keadaan apa pun, terutama untuk mama, bunda, istriku dan juga Adelia."
...Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah...
...Kau membuat diriku, akan s'lalu memujamu...
...Di setiap langkahku, ku 'kan s'lalu memikirkan, dirimu...
...Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu...
...Janganlah kau tinggalkan diriku...
...Tak 'kan mampu menghadapi semua...
...Hanya bersamamu ku akan bisa...
...Kau adalah jantungku...
...Kau adalah hidupku, lengkapi diriku...
...Oh sayangku kau begitu...
...Sempurna, sempurna...
...Kau genggam tanganku, saat diriku lemah dan terjatuh...
...Kau bisikkan kata, dan hapus semua sesalku...
.........
...(Sempurna - Andra and the backbone)...
Banyak yang iri dengan keromantisan Rendra. Sepanjang dia menyanyi, dia seringkali sambil memandang istrinya. Bahkan di akhir lagu, dia mengucapkan kata 'I love you' yang membuat beberapa wanita menjerit karena iri. Setelah itu dia mencium punggung tangan, kening dan juga perut istrinya yang sudah terlihat membuncit. Well, Rendra sukses menunjukkan pada semua orang kalau Dita adalah istrinya, miliknya.
"Kelakuan adik iparmu itu, Mas," bisik Adelia pada suaminya di atas pelaminan.
"Dia kan temanmu juga, Ai," balas Adi juga dengan berbisik.
"Aku baru tahu kalau Rendra seposesif itu," gumam Adelia.
"Namanya juga cinta, Ai. Kalau aku kaya Rendra gitu gimana?" Adi menoleh pada istrinya.
Adelia mengernyit mendengar pertanyaan suaminya. "Mau kaya Rendra menunjukkan kemesraan ke semua orang gitu?"
Adi menyengguk sambil tersenyum.
__ADS_1
"No. Aku enggak suka. Dan aku percaya, Mas Adi enggak akan melakukan hal kaya gitu."
Adi tergelak mendengar ucapan istrinya. Memang benar sih apa yang Adelia katakan, dia tidak akan mengumbar kemesraan di depan umum kecuali memang mendesak, seperti saat di depan Restu tempo hari.
...---oOo---...
Minggu siang ini, digelar resepsi Adi dan Adelia di kediaman Pak Wijaya. Dekorasi kali ini lebih simpel daripada saat resepsi Dita dan Rendra dahulu. Adi yang meminta hal tersebut, karena dia sebagai pihak pria, jadi tidak perlu semegah dan semeriah pihak wanita.
Undangan hari ini tentu saja dari rekan dan kenalan Pak Wijaya dan Ibu Hasna, juga teman sekolah Adi yang dekat dengannya. Kalau teman kerja dan kuliah Adi sudah diundang saat resepsi kemarin.
Kaisar pun datang bersama dengan Tirta. Sekalian mereka juga pulang ke rumah orang tuanya yang masih satu kecamatan dengan Pak Wijaya. Seperti janjinya kemarin, hari ini Kaisar mengajak Shasha untuk menyanyi bersama. Untung saja Shasha bersedia, karena pada dasarnya dia memang suka menyanyi.
...Tiba saatnya kita saling bicara...
...Tentang perasaan yang kian menyiksa...
...Tentang rindu yang menggebu...
...Tentang cinta yang tak terungkap...
...Sudah terlalu lama kita berdiam...
...Tenggelam dalam gelisah yang tak teredam...
...Memenuhi mimpi-mimpi...
...Malam kita...
...Duhai cintaku, sayangku, lepaskanlah...
...Perasaanmu, rindumu, seluruh cintamu...
...Dan kini hanya ada aku dan dirimu...
...Sesaat di keabadian...
...Jika sang waktu bisa kita hentikan...
...Dan segala mimpi-mimpi jadi kenyataan...
...Meleburkan semua batas...
...Antara kau dan aku...
...Kita...
.........
...(Aku dan Dirimu - Ari Lasso & Bunga Citra Lestari)...
Kaisar digoda teman-teman SMA-nya, yang juga satu sekolah dengan Adi, untuk mengenalkan Shasha pada mereka. Tentu saja Kaisar menolak, apalagi teman-temannya paling suka bercanda dan bicara seenak hatinya sendiri.
"Mas, kayanya Mas Kai beneran ya mau pedekate sama Kak Shasha?" tanya Adelia setelah melihat Kaisar dan Shasha berduet menyanyi.
"Mungkin saja, Ai. Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka," jawab Adi.
"Iya, Mas. Mereka kan juga sudah tidak muda lagi, sudah saatnya untuk serius."
"Betul, Ai."
Malam hari setelah resepsi, Pak Wijaya mengundang para tetangga yang sudah membantu terlaksananya resepsi putra sulungnya. Pak Wijaya mengucapkan terima kasih dan memohon maaf bila ada kesalahan serta kekurangan selama persiapan pernikahan sampai hari H pelaksanaan resepsi. Sekalian juga mengenalkan Adelia dengan para tetangga.
Begitu acara selesai, Adi dan Adelia langsung beristirahat karena esok hari mereka akan berangkat untuk bulan madu.
...---oOo---...
__ADS_1
Jogja, 090821 00.25
Kalian tim mana nih KaiSha atau ArSha? ššš