Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
bandara


__ADS_3

“ tinkkk”


Sepasang manusia yang dia buntuti tadi masuk kesebuah kamar Hilman tak sempat menjangkau karna pintu langsung tertutup.


“ Arrgghhhh”


Hilman melepaskan amarahnya dengan menarik rambutnya kuat , ingin mengedor pintu dan memukuli pria paru baya itu tapi tak mungkin , baru kemaren dia dijemput Ray papanya dari kantor polisi akibat tawuran dengan anak punk yang mencari masalah ditempat dia sering kumpul .


Hilman termenung di tangga darurat , memikirkan tindakan apa yang harus dilakukan.


Dia mengirim video yang dia rekam tadi dan alamat serta kamar yang dimasuki pasangan tadi dan kemudian dia turun kelobby menungu di coffeeshop yang ada disana .


..


Terlihat tiga orang mendekati Hilman di coffeeshop seorang pria tinggi besar yang sangat dikenalinya itulah Raymond papa nya sendiri ditemani seorang perempuan yang usianya tak terpaut jauh darinya , disebelah nya pria paruh baya kurus dengan kemeja batik menyerarai langkah Ray.

__ADS_1


“ dari mana kamu buntuti tadi “


tanpa menunggu nafas nya teratu pertanyaan langsung dilontarkan .


“ dari bandara mbak , pas mereka keluar dari pintu kedatangan " jelas Hilman sambil menekuk wajahnya menahan emosi , dia tahu perempuan ini asisten papanya di hotel sekaligus asisten dosen dikampus karna sedang mengambil pasca sarjana , wanita ini juga menjadi mentornya .


Ray baru saja kembali dari meja Reception sambil membawa kunci tak sulit baginya karna rata rata pengelola hotel saling mengenal dan tidak mempersulit , mereka berempat menuju lantai sembilan dan masuk ke kamar yang langsung berhadapan dengan Lift , sedangkan kamar yang dimasuki pasangan tadi berada paling ujung jadi jika tamu yang diujung keluar pasti melewati kamar mereka , Hilman kecewa , dia pikir babenya akan langsung masuk kekamar dan memastikan apa yang terjadi didalam sana .


“ Mereka check out jam lima “ Ray yang hembuskan asap vapenya kearah luar balkon, mereka duduk di balkon kamar karna lantai sembilan hotel Royal ini adalah lantai vip yang terdiri dari delapan kamar.


“ nanti pas mereka keluar , papa juga keluar bareng Miriam , kalian tetap dikamar kita pasang kamera disudut “


“ baik pa “


Sekarang kamu pasang kamera diujung koridor , biar Danar menggubungi kalau nyonya menyuruh pulang.

__ADS_1


Ray menatap layar ponsel dari kamrera pengintai dan Danar beraksi .


“ halo maaf tuan menganggu “


“ iya ada apa “ jawab di sebrang sana . speaker sengaja dikeraskan , terdengar suara ******* suara perempuan dari balik sana , darahbHilman mendidih naik ke ubun ubun ingin rasanya mendobrak tapi , babe tetap tenang.


“ Nyonya minta diantar ke hotel Royal gimana tuan sekarang Nyonya dibutik temannya tuan setengah jam lagi mungkin jalan “


“ apa , kamu tahan nyonya sebentar“ telepon diujung sana langsung mati , Ray dan Miriam bergegas keluar dan menahan pintu lift .


Miriam memeluk eret tubuh Ray , terlihat mereka seakan berciuman saat pintu dari kamar paling ujung terbuka , Ray memeluk Miriam kemudian membawanya masuk kedalam Lift karna pasangan yang mereka intai terlihat berlari kearah mereka , Ray memang memperlihatkan wajahnya berbeda dengan Miriam yang wajahnya tersembunyi di dada bidang Ray.


Hilman yang mengintip dari balik pintu melihat sosok perempuan dari pasangan tadi mengacak acak rambutnya sambil memukul mukul pintu lift.


Setelah koridor sepi Hilman bergegas keluar dan mengamankan kamera pengintainya lalu turun kelantai satu dan menyambung turun melewati tangga darurat , dia mengintip kalau pasangan yang diintainya sudah pergi .

__ADS_1


“ aduhhh “ Hilman memukul kepalanya karna melupakan sesuatu yang penting , dia kembali bergegas ke bandara karna meningalkan Gladys . walaupun dia sudah memastikan jika Gladys bertemu dengan keluarganya namun bagi Hilman tak sopan jika meningalkan Gladys tanpa pamit. Suasana bandara sangat Ramai dan cukup sibuk , karna sudah di jam pulang kantor apalagi besok minggu banyak penerbangan keluar kota . Hilman mengitari seluruh area Bandara tapi tak menemukan Gladys dan papanya.


__ADS_2