
“ Nay jika kamu ngak mau membahasnya , aku ngak ingin bertanya lebih jauh , kamu punya prioritas begitupun aku jadi seberapapun banyak kita berdebat ujungnya ngak akan ketemu “ suara Hilman melunak , bukan karna mengalah tetapi lebih mengotrol emosi dia tahu Nay cukup teperamental da tak mau disalahkan .
“ ya sudah lah , aku juga ngak mau bahas lebih lanjut “
Nay langsung bangkit dari tempat duduknya dan masuk kekamar sambil membanting pintu , terlihat emosinya masih tinggi tapi Hilman terlihat membatasi perdebatan , antara kesal dan marah berkecamuk didalam dadanya , setelah mendengar Hilman menjawab tahu , emosinya goyah dan pikiranya kalut ada hal besar yang dia takuti jika Hilman membahas lebih lanjut apalagi sampai membahas masalah Bastian dan hubungan mereka .
“ aku pulang kerumah papa “
Tak lama Nay sudah menganti baju menatap lurus kearah Hilman .
“ Ya ngak pa pa , maaf aku ngak bisa ngantarin kerjaan aku masih banyak siang ini harus brefing dulu“
Hilman hanya mematap punging Naya tanpa beranjak dari meja makan , dia tahu sebenarnya Naya masih kesal tapi dia juga. Melihat raut kekecewaan tuan Gamawan ketika tahu cucu menantunya tidak datang , utung sekilas kemudian kembali tersenyum , dia tahu apa hubungan Naya demgan laki kali tersebut .
Naya berhenti sejenak sebelum menutup pintu berharap Hilman mendekati nya , tapi setelah sekian lama harapan itu tak terjadi , perlahan pintu apartemen ditutup dengan langkah berat dia turun dan pulang kerumah orang tuanya.
Hilman menghentikan sarapanya dan termenung sesaat , walaupun rasa dihatinya untuk Naya belum kuat dia berusaha menjaga tapi beberapa waktu belakangan ini melihat perubahan sikap Naya , dia kembali ragu mempertahankan hubungan mereka , sekarang baru masuk bulan keempat dan belum ada perubahan dari hubungan mereka lagian dari awal sebenarnya dia ragu tapi karna Alicya pergi tak tahu rimbanya Hilman berusaha menjalankan tanggung jawabnya dan berharap Naya bisa mengerti posisi mereka dan lama kelamaan akan muncul rasa diantara mereha.
“ ahhh “ Hilman mengaruk kepalanya.
__ADS_1
..
Siangnya Hilman dan Miriam mengadakan brefing dengan staf Stone E yang bertangung jawab dengan proyek , Bianca dan Miriam terlihat suram wajar saja target untuk pemgumuman proyek serta peletakan batu pertama sebagai tanda resminya protek berjalan menguras emosi mereka begitu juga dengan tim lain .
“ kita sudah punya lima belas pemenang tender dan sudah kita hubungi , besok secara resmi kita umumkan “ Bianca berdiri didepan sambil menjelaskan persiapan .
“ bagaimana dengan persiapan tempat “
“ Sejauh ini aman , bapak Jordi sudah menghubungi aparat setempat mereka sudah berkordinasi dengan tim kita “
“ sejauh ini kesiapan tuan Gamawan dan ibuk Natasya yang belum kami dapatkan “
Mendengar hal itu raut ceria terpancar diwajah staf yang sudah bekerja ektra lima hari belakangan ini.
“ Karna semua persiapan sudah siap mari kita berdoa agar mega proyek ini berjalan sukses “
“ amiinn” Jawab serempak diiringi tepuk tangan
Terlihat guratan lelah tadi sudah berangsur hilang , diganti dengan semangat baru menghadapi tantangan di esok hari .
__ADS_1
. .
Hilman merebahkan tubuhnya disofa , hari ini dia pulang larut malam setelah menyatukan laporan dengan Miriam .
“ Kring kring “ dengan malas dia melirik kearah gawai yang berada di atas meja .
“ ada apa glen “
“ maaf bos sedikit menganggu , non Al terlihat mengunakan atm nya di Gayo Canyon , saat ini Zola sudah menuju lokasi kemungkinan dua kali dua puluh empat jam kami bisa mendapatkan informasi yang akurat“
Glen terdengar datar menjelaskan berita .
“ oke Glen thanks , jika ada perkembangan terbaru kabari secepatnya “
“ Aman bos , oh ya satu lagi , data Howart sudah dapatkan tergatung perintah bos eksekusinya gimana “
“ laksanakan seperti perintah sebelumnya , kacaukan koneksi mereka , paling lama lusa hasilnya sudah kelihatan , langsung jalankan rencana kedua “
“ baik bos “
__ADS_1