Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
selamat


__ADS_3

( Gladis)


“ malam Bah saya Gladys “ aku memperkenalkan diri dan mencium tangan abah dan uwak seperti yang dilakukannya.


“ selamat Malam , saya kira pacar mu tadi , masuk kalo disini malam dingin “


Abah mendahului lalu disusul uwak.


“ Makan dulu kebetuan tadi uwak masak banyak “


Hilman , begitu nama yang ku dengar dari beberapa kali percakapanya , dia saat ini membersihkan kamar yang dia sebut kamar pribadinya , memang beberapa peralatan pria tersusun rapi ada beberapa foto dan poster menempel didinding . Sangat nyaman terasa namun sangat dingin bagiku. Hilman membawakan beberapa selimut tebal lalu membukanya.


“ kamu ngak tanya asal ku dari mana “ Aku memulai percakapan karna dari tadi dia terlalu cuek .


“ besok aja “


“ kalau aku kabur gimana “aku menatap ragu.


“ kita ditengah ladang , butuh tiga jam dengan kendaraan keluar dari kampung ini , hanya seratus kepala keluarga dan hanya satu akses jalan keluar dengan begitu banyak binatang liar termasuk harimau , kalo kamu berani kabur “ jelasnya sambil mengangkat jempol .


Aku menarik selimut hingga menutupi wajahku , terdengar suara pintu tertutup , entak mengapa hati ku kesal , mulutku mengumpat walau tak terdengar lambat laun akhirnya aku tak sadar .


(End )


...


Hilman kembali kekediaman Abah setelah maraton mengelilingi kampung , aktifitas yang selalu dilakukannya setiap pagi , dia kembali ke kamar lalu mandi dan menganti baju , pelan pelan Hilman masuk kekamar tempat Gladys tidur sudah jam sembilan lewat namun gadis itu masih menempel kuat denga kasur .


“ Gladys bangun “ Hilman menarim selimut mengangu .


“ Masih ngantuk bentar lagi “ bentaknya sambil menarik kuat selimut menutup wajahnya , karna Hilman membuka gorden dan cahaya matahari pas mengarah padanya.

__ADS_1


“ ayo bangun “


Dengan engan Gladys duduk dengan malas tanpa membuka matanya .


“ duh ilernya banyak “


“ hah “ mata Gladys langsung terbuka dan bergegas menutup mulutnya .


“ ngapain lo dikamar gue” Gladys terkejut melihat ada pria didepanya .


“ mandi sana gue tunggu dibawah “ Hilman keluar kamar meninggalkan Gladys yang masih syok , kewarasannya masih belum kembali.


“ Aarggjh” teriak Gladys , untung suaranya lari kedalam


Gladys binggung untuk mandi apalagi masih terasa dingin , dia tahu kamar ini memiliki kamar mandi dan dia tidak mau bersentuhan dengan air dingin yang terasa seperti es.


Gladys berdiri lama dipintu kamar mandi sambil memegang handuk dan perlengkapan mandi yanh masih baru , tadi kelihatanya Hilman mengantarkan untuk ya .


Hilman sedang sedang nikmati segelas susu coklat ditemani beberapa cemilan , diatas meja sudah tersedia satapan bubur ayam , uwak sengaja membuat agar mudah dinikmati dan cepat menghangatkan tubuh.


“ ayo makan “


Hilman lebih dahulu menyendok sarapanya , terlihat dia sengaja menunggu Gladys yang hampir satu jam hingga Gladys turun dari kamar.


Gladys menikmati sarapannya dengan sesekali melirik Hilman yang sibuk dengan Gadgetnya dimeja makan.


“ ngak mau nanya sesuatu “ ujar Gladys .


“ Nanti aja “


..

__ADS_1


Hilman membawa Gladys ke rumah pohon yang berada di belakang kediaman Abah , posisinya lebih tinggi dan bisa melihat sekeliling perkambungan lebih baik.


“ sekarang kamu bisa cerita “


Hilman duduk di gazebo rumah yang bisa dibilang seperti rumah pohon.


“ Sebenarnya gue diculik kemaren pas liburan bareng teman teman dan untungnya gue bisa kabur dan makasih ya udah bantu gue “


“ Ngak pa pa kok , trus sekarang apa rencana lo”


“ gue pengen ngabari bokap kalo gue udah selamat biar mereka ngak khawatir lagi “


Hilman menyerahkan ponsel dari kantong nya .


“ Disini ada sinyal dan pake aja , kartunya udah gue aktifin “


Ujar Hilman melihat keraguan Gladys dan mengangukan kepalanya , sebuah ponsel seri murah tapi tak masalah masih layak digunakan dan terlihat masih baru .


Gladys bergegas memencet nomor papanya dia hafal nomor itu diular kepala dan menunggu , sudah tiga kali tapi belum saja diangkat , Gladys terlihat sedih .


“ coba kirim pesan dulu , mungkin bokap lu lagi sibuk “


Gladys melakukan apa yang Hilman katakan dan tak berapa lama teleponnya berbunyi.


“ hallo pa “


“ Gladys ini kamu “


“ iya pa ini Gladys putri papa “ sambil terisak , baru sekarang dia bisa melepaskan beban yang menumpuk di hatinya , sejak kemaren dia berusaha tegar menghadapi kenyataan , Hilman pun salut dengan ketegaran Gladis.


“ syukurlah kamu selamat nak , kamu sekarang dimana nak , biar papa jemput “

__ADS_1


__ADS_2