
Hilman pulang saat hari sudah gelap , gerimis menemani perjalanannya menuju hunian batmru , hari pertama menjabat di Stone E menguras tenaganya , kantor yang terpisah antar divisi membuatnya harus mengunjungi satu persatu divisi yang dipimpinya , dia harus turun agar mengenal area kerja agar nanti dia tidak binggung saat menerima laporan , saat dijalan terlihat lihat pedagang jalanan membuat perutnya lapar , apalagi dirumah Alicya sedang demam lalu memutar Jimny kesayangannya berheti di salah satu toko yang lumayan ramai , tak butuh waktu lama Hilman kembali menyusuri jalan pulang
.
Hilman melepaskan sepatunya lalu berjalan ke dapur , dia tertegun melihat Alicya sedang masak sambil bercerita dengan riang sementara di sebelahnya seorang gadis sepantaran beroangku tangan meladeni obrolan sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Kanaya , dia binggung menyaksikan kajadian itu dia ragi karna untuk meneruskan langkahnya karna dia masih kesal dengan sikap Naya yang keterlaluan .
“ sudah pulang Hill “ sapa Alicya yang melihat bayangam Hilman , dia bergegas mendekatiblalu mengambil tentengan di tangan Hilman tentu tak lupa salim , Naya melangkah ragu mendekati Hilman dan menyodorkan tangannya.
Hilman terkejut saat Naya mencium pungung tangannya.
Alicya tahu Naya masih kikuk saat berhadapan dengan Hilman apalagi mereka berdua masih belum menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi , untung saja tadi dia memberi wejangan pada Naya bagaimana menjadi istri yang baik , dia mendorong Naya agar lebih dulu mendekati Hilman .
“ kamu mandi dulu Hill , sebentar lagi kita makan “ Alicya memecah leheningan .
“ oke “ Hilman masuk kekamar.
“ pergi sana “ Alicya mendorong Naya .
__ADS_1
“ tapi kan “
“ Ini kesempatan mu layani dia , pastikan q dia akan memaafkan mu “ Alicya mendorong Naya sampai kepintu kamar lalu menutupnya dari luar .
Naya bingung apa yang harus dilakukannya , wejangan yang diberikan Alicya tadi seketika menguap tak berbekas dikepalanya ditambah melihat siluet Hilman dari kaca buram kamar mandi .
“ iya baju “
Naya bergegas membuka lemari memilih baju santai untuk Hilman. tak banyak pilihan karna mereka baru menempati apartemen ini.
Naya langsung memutar tubuhnya saat Hilman keluar dengan sehelai handuk dipingangnya , kakinya terasa berat untk bergerak padahal dia ingin lari dari situasi ini .
Naya bergegas keluar , dia mengipas wajahnya yang memerah , melihat itu Alicya mendekat .
“ udah ngomong “
Naya mengeleng.
__ADS_1
“ Perlahan non , saya yakin Hilman pasti memaafkan nona “
Kali ini Naya melayani Hilman makan walau agak kaku dia berusaha , Hilman menangapi dengan senyuman dia tahu jika Naya tak pernah melakukannya dan memaklumi .
Alicya lebih banyak bertanya keseharian Hilman, Naya hanya mengangukan kepala dan menjawab sedikit pertanyaan Hilman.
Hilman tak membahas masalah mereka dia lebih banyak membahas kegiatan sehari hari , Naya akhirnya tahu pekerjaan Hilman sebagai manager magang di Empiere state , Hilman belum mengatakan jabatan terbarunya.
“ non malam ini tidur disini ya “ Naya dan Alicya saat membersihkan meja makan sedangkan Hilman sibuk dengan laptopnya .
“ gimana ya ngak enak sama kamu , lagian aku belum bilang sama papa”
gugup mendengar tawaran Alicya.
“kapan lagi kita kumpul non lagian Al masih kangen sama non “ mengusap lembut lengan Naya , tak enak hati jika harus menguasai Hilman sendiri ditambah hari ini sifat Naya berubah, jadi tidak salahnya bagi Alicya memberikan kesempatan Naya menemani Hilman agar mereka bisa berkomunikasi dengan baik.
Naya melirik Hilman segan yang sibuk dengan gawainya , dia merasa tak nyaman ..
__ADS_1
“ menginaplah disini Nay, ini pertama kali rumah ini dihuni “ ujar Hilman dia mengerti perasaan Naya yang masih takut kepadanya.
“ Iya non “