
" aku kecewa pada kalian "
Senina menatap tajam rombongan Caesar , amarahnya sudah sampai ke ubun ubun dan jelas terlihat dimatanya yang sudah basah menahan air mata .
“ ini bukan salahmu Nina , jangan berkecil hati , selamat ya kami baru bisa mengucapkannya sekarang” Hilman dan yang lainnya menyalami Senina satu persatu.
Wajah Senina memerah menatap kepergian Hilman dan yang lainya , dia tak kuasa menghalangi karna disana ada Gladys yang sangat berpengaruh baginya , gadis itu juga terlihat terganggu dengan kejadian barusan , hal yang akan sulit baginya jiga gadis itu semakin tidak nyaman .
“ puas kau menghancurkan pestaku“ bentak Senina pada Kinan.
“ maaf sayang , aku tidak tahu kalau Gladys ada disana “ Kinan lembut menunduk , ujaran kebencian yang di ucapkan Caesar dan Katie sangat mempengaruhinya ditambah hasutan kedekatan Hilman dan Senina menambah emosinya semakin meledak .
“ PLAKK”
“Kau memang bajingan Kinan , katakan pada papamu aku membatalkan pertunangan kita dan kalian , jangan harap mendapat maaf dariku sebelum kalian meminta maaf pada Hilman dan yang lain “ Senina menunjuk hidung Caesar , Katie , Wilona dan Ara satu persatu karna mereka ada didekat Kinan , dan pastilah mereka yang manghasut karna Kinan tidak mengenal Hilman.
...
“ lapar nih “ keluh Dere dari barisan belakang saat mereka keluar restoran , dia kesal dengan tingkah tunangan Senina tapi mereka tidak punya kuasa untuk melawan .
“ jangan takut , kita hanya perlu berjalan kesebrang sana, kalian bebas memesan apa saja aku yang traktir “ sela Gladys menunjuk restoran saingan yang tidak kalah mewah yanh berada diseberang jalan , Gladys berjalan dengan Hilman tidak melepaskan pengangan tanganya .
“ hore “
__ADS_1
“ terima kasih Gladys “ sorak mereka .
Di Paradise Beach berjejer resto dan cafe , mulai dari kelas biasa sampai yang paling mewah , Long Beach cafe termasuk kelas paling mewah tempat Senina mengadakan acara , sedangkan cafe yanh mereka kunjunhi adalah House of Bamboo , cafe bintang lima setara dengan LongBeach .
pelayan menyambut kedatangan Gladys dengan hormat , beruntung ada ruangan yang kosong dilantai dua , walaupun bukan yang terbaik tapi mampu menampung dua puluh orang .
" silahkan tuan dan nona "
" Mish pesan apa , gue ngak tahu "
bisik Dere .
" sama gue juga "
" pesan set Emerald kings " Gladys langsung meminta pelayan menyajikan hidangan .
Ramish dan yang lain kebingungam , mereka tidak tahu jenis makanan apa yang dipesan Gladys.
" lihat "
salah seorang membuka buku menu dihalaman tengah disana terlihat jenis set menu dan Emerald kings adalah set menu paling mewah untuk dua puluh orang , masing masih menu terlihat begitu mengoda .
" beneran ni liat harganya " bisik bisik kedengaran melihat harga makanan lebih dua ratus juta .
__ADS_1
mana pernah mereka menyantap hidangan semahal itu , paling mahal steck di cafe emperan satu menu lengkap demgan minuman dua ratus lima puluh ribu dan itupun porsi jumbo.
“ maaf ya ngerepotin “ ujar Hilman saat Gladys bersikeras membayar , padahal Hilman mampu jika harus membayar sepuluh kali itu.
“ ngak masalah , aku senang kok berteman dengan mereka “
Gladys termasuk gadis yang baik , tidak suka membeda bedakan teman , sifatnya hampir mirip dengan Senina , hanya saja kehidupanya terlalu dipenuhi aturan bahkan untuk saat ini ada beberapa pengawal pribadi yang mengawasi dari kejauhan , mereka bergerak disaat Gladys terusik Hilman mengetahui keadaan itu dan tak mempermasalahkanya .
. . . .
Pintu kamar terbuka saat Hilman baru saja membersihkan badannya sepulang makan malam bersama Gladys dan teman temanya , beruntung dia tak kemalaman mengantarkan gadis cantik itu pulang .
dibagian lutut dan sikunya sudah dipasang perban baru menutup bekas luka tabrakan tadi sore , tidak ada temannya yang tahu , bahkan saat Gladys merangkul tadi terasa nyeri , tapi ditahanya karna tidak ingin merusak suasana .
“ ada apa om “
Kepala surya muncul dari balik pintu , Hilman tinggal di bedeng yang sudah disediakan om Surya untuk pekerja , ruangan tiga kali empat dengan kamar mandi didalam .
“ ada job mendadak nih , anak anak udah pada keluar “ sambil menyerahkan sebuah kertas catatan , Surya tak punya pilihan karna karyawanya yang lain sedang banyak yang keluar karna malam minggu, dilihatnya jam dinding hampir pukul dua belas malam .
“ kalo sudah baik langsung antar aja ke alamat “
Surya memang mempercayai Hilman lebih dari anggota yang lain walaupun paling baru dan paling muda .
__ADS_1
“ baik om “