
"kedepan kami akan meminta dukungan Empiere untuk daerah selatan , saya juga sudah berbicara dengan banyak pengusaha termasuk Future Hand." terlihat Syahrur begitu antusias menyampaikan maksudnya , apalagi saat ini empiere termasuk salah satu perusahaan terbesar di paradise island , dengan dukungan dari Hilman tentu dia memiliki keuntungan lebih .
" saya akan tunggu informasi dari pusat , jika mereka mengizinkan kami akan memberi dukungan "
penolakan Hilman cukup halus , bagaimana juga politik daerah sangat sulit mempengaruhi pusat ditambah dibsetiap kebijakan pusat pasti inginendominasi.
" baik baik saya tunggu kabar baiknya " wajah syahrur terlihat agak masam namun dengan cepat ekpresinya berubah .
Jam sepuluh lewat Hilman sampai dirumah, suasana berbeda karna lampu ruangan menyala , berbeda dengan sebulan belakangan ini .
" dari mana , kok telat pulang" Kanaya bergegas mendatangi Hilman saat melepaskan sepatu.
" tadi ada rapat penting "
" kamu sudah makan "
" sudah tapi sedikit , kamu gimana " memang saat di restoran tadi dia tak bernafsu makan apalagi suasananya tak nyaman .
" tadi sore sudah sekarang lapar lagi"
" oke , kita makan dulu "
Diatas meja makan ada beberapa makanan sudah tersaji , terlihat sebagian besar makanan dari restoran , hanya beberapa yang dimasak sendiri , terlihat Kanaya sudah berusaha maksimal masak tapi karna tidak terbiasa .
" jangan yang itu , itu ngak enak " saat Hilman mengambil mi rebus pedas yang sudah mengembang , masih terasa panas mungkin belum lama ini dimasak.
" coba dulu mana tau pas sama selera ku" sambil menambahkan terlur mata sapi yang tak karuan dan beberapa potong ayam pedas dari restoran siap saji.
__ADS_1
" rapat dengan siapa kok sampai malam "
" tadi dengan pak gubernur "
" uhuckk" Kanaya hampir menyemburkan makanan dari mulutnya , dia tahu malam ini Bastian dan papanya sedang ada acara , sejak pagi tadi tak henti henti pria itu menghubunginya , bahkan sampai datang kekantor , untung saja dia tidak memberikan alamat tempat tinggal Hilman , jika dia datang dia tidakntahu apa yang akan Hilman lakukan , pria satu itu memiliki temperamen sendiri tentang harga diri , Naya juga malas untuk keluar .
" hati hati " membersihkan sisa makanan di mulut dan tangan Naya.
Kanaya tegang , baru kali ini dia merasakan sentuhan Hilman langsung .
" sudah , aku ngak pa pa , pipinya merona "
" obrolan apa " Kanaya ragu .
" ya biasa masalah politik" sambil menghabiskan makanan dipiringnya.
" ngak , pak Syahrur cuma ngundang para pengusaha , cuma duduk dan mendengarkan obrolan"
Jantung Kanaya lumayan berdetak kencang apalagi disana Bastian juga hadir dia takut pembahasan sampai kemasalah pribadi.
" masalah kamu dengan bank sudah aku selidiki, bank memberi tengat waktu tiga bulan kedepan , mereka mengakui keteledoran dalam pengawasan sekarang kamu cuma perlu membuktikan ketidak terlibatan Starlight dan melaporkan oknum yang menjebak kalian " jelas Hilman panjang lebar .
" makasih Hill , aku ngak tau kalau ngak ada kamu "
" jangan cemas , selama aku mampu pasti aku bantu "
" oh ya satu lagi , untuk beberapa hari kedepan jangan datang ke kantor , kamu sedang diawasi "
__ADS_1
" dari mana kamu tahu , siapa mereka " Kanaya terkejut mendengar penjelasan Hilman.
" tadi aku lewat depan Starlight , ada beberapa orang tak dikenal disana , sorenya aku cek lagi mereka masih disana "
Kanaya diam , memikirkan apa yang sedang terjadi dengan Starlight .
" kamu jangan cemas , kamu punya orang kepercayaan , biarkan dia mengambil alih posisimu , kamu pantau saja dari jauh "
" makasih Hill"
Hilman pergi mandi karna gerah sedangkan Kanaya membersihkan sisa makanan mereka .
" ngapain kamu " Kanaya terkejut saat Hilman membawa selimut dan bantal keatas sofa.
" ngak , ini kadang aku sering ketiduran disini "
sambil menunjuk sofa dan meja yang dipenuhi perkakas kerja Hilman , memang dia selalu tidur disana .
" istirahatlah malam ini , ngak baik begadang terus "
" iya "
" diluar dingin , tidur dikamar aku saja "
pluggg tiba tiba pipi Naya memerah , dia juga tak menyangka ucapanya langsung terucap tanpa kontrol.
" boleh "
__ADS_1
Kanaya hanya mengangukan kepala pelan lalu masuk kekamar lebih dulu.