
“ maaf bang Hilman kan “ sapa seorang gadis imut saat Hilman belanja di sebuah swalayan dalam pusat pertokoan dekat bengkel .
“ iya maaf “ Hilman mematut sambil memperlihatkan senyumnya siapa yang menyapa nya , dia tak ingin meninggalkan kesal jelek untuk orang lain .
“ masih ingat saya kan “ gadis itu terlihat begitu semangat kegirangan.
" maaf "
Hilman mengelengkan kepalanya .
“ Penculikan , kabur pake motor “ dia memberi clue sambil mengembungkan pipi seakan kesal tapi tetap tersenyum .
“ ohh mmm Gladys iya kan “ jawabnya ragu .
“ Iya abang bemar , ngapain abang disini , kerja “ Gladys terlihat semangat karna secara tak sengaja bertemu Hilman .
“ ngak , ni lagi cari barang keperluan sehari hari , ehh maaf waktu itu ngak pamit ngak bilang bilang“ terang Hilman karna merasa bersalah meninggalkan Gladys tanpa permisi .
“ padahal Gladys udah cari abang ke Andalas city sama Old town tapi ngak ketemu “ pura pura merajuk , memang setelah kembali ke Metro city Gladys kembali ke old town pas libur sekolah bersama para pengawal papanya , tapi keberadaan Hilman tidak diketahui , bahkan ruko tempat mereka mampir pun sudah kosong dan tante Dinda juga sudah pindah , ( Ray dan Zarfan pindah kerumah baru dekat hotel dan rumah yang lama dijual sedangkan tante Dinda juga pindah meninggalkan Yela menjaga toko dan tinggal disana).
“ ya ngak ketemulah , ngak sampai sebulan setelah itu abang udah pindah kesini “
“ pantesan, minta kontak nya , papa pengen ngucapin terima kasih sama abang “ menyodorkan tangan meminta henpone.
“ Ngak usah , yang penting kamu selamat berkumpul bersama keluarga "
tapi Gladys tetap beraikeras sehingga Hilman memberikan juga .
__ADS_1
Gladys menemani Hilman berkeliling di mall membeli kebutuhan harian , tak jauh dari mereka Orlando menatap terkejut , karna orang yang sudah mencederainya masih berkeliaran didepannya, dia tertegun begitu melihat gadis manis yang berjalan didekat Hiln seketika langsung jatuh hati , dia membuntuti kemana langkah Hilman dan gadis itu pergi.
“ bang makan yuk “ Gladys menunjuk salah satu food corner di dekat pertokoan .
“ Boleh emangnya mau makan apa“
“ liat entar aja “
Gladys melihat beberapa stand sebelum memilih tempat duduk , melihat meja didekat jendela ada kosong Gladys bergegas kesana .
“ Hey ini meja gue “ teriak seseorang sesaat Gladys duduk , Hilman yang menenteng belanjaan juga melihat kearah suara .
“ masalah nya apa , kan gue yang duluan duduk “ Gladys tak mau kalah karna meja kosong dan dia lebih dahulu menempati .
“ bawel amat sih , kan gue yang duluan liat “ bentak nya .
“ emang tempat ini punya kalian seenaknya ngelarang gue duduk disini “ Gladys yang tersinggung karna Katie memangil Hilman anak kampung .
“ Emang “
“ hahaha “ sejak kapan Future Hand menjual perusahaan mereka “ canda Gladys , membuat wajah Katie memerah .
“ kemaren “ jawab Wilona adik Katie asal.
“ maaf nona terlanjur kaya , belum pernah dalam sejarah perusahaan Future hand menjual perusahaan mereka “ Gladys mempermainkan buku menu diatas meja.
Katie menarik lengan Wilona menjauh , dia malu karna perkataan Gladys tepat sasaran , dia juga tahu jika pusat pertokoan ini milik perusahaan FutureHand .
__ADS_1
“ kenapa sih kak “
“ diam “ wajah Katie memerah , dia pergi dari food court sedangkan Wilona bingung .
“ kamu tahu kalo ini punya Future hand” Hilman duduk duduk didepan Gladys , sebenarnya dia sudah berencana membawa Gladys pergi karna tidak ingin ada keributan .
“ tahu lah bang , ngak ada orang di paradise city yang ngak tahu tentang hal itu “ Gladys masih tertawa dengan kejadian tadi.
“ siapa sih bang “
“ ngak usah dipikir , mau makan apa“
“ aku pengen batagor , sosis bakar keju sama es dawet “
“ kenapa bang “ Gladys heran melihat tatapan Hilman.
“ aneh aja , kamu milih makanan itu“
“ soalnya kalo dirumah ngak diijinin padahal enak “ sambil tersenyum .
Hilman menyetujui pendapat Gladys , dia memesan mie ayam dengan ayam geprek serta es capucino cincau double keju . Saat makan minuman Hilman malah dihabisi Gladys karna dia belum pernah mencoba dan akhinya menyukai.
“ kenapa an***g kampung itu selalu beruntung” gumamnya pria yang membuntutinya sejak tadi .
“ awas kau an***g” sambil meningalkan pasangan yang tengah memilih barang.
Sebelumnya Orlando pernah mengejar Ara yang bisa dibilang sebagai bintang kampus , saat kesempatannya mulai terbuka datang karna Ara merespon ajakanya seorang mahasiswa pindahan yang langsung menarik perhatian warga kampus termasuk Ara, dia begitu membencinya karna Ara tak lagi menangapinya dan walaupun dia tahu Hilman dan Ara akhirnya musuhan namun karna Hilman penyebab dia dan Ara rengang Orlando melampiaskan sakit hatinya pada Hilman apalagi isu beredar jika Hilman pernah menyatakan cinta pada Ara tapi ditolak ( ada yang memutar balikan fakta ... siapa itu )
__ADS_1