
( pov Alicya )
"mamang tidak akan menyalahkan keputusanmu tapi setiap keputusan pasti ada konsekuensi yang harus kamu terima , jadi mamang harap ini semua sudah kamu pikir masak masak “ memasehati
“ sudah mang , seharusnya pernikahan ini tidak terjadi , saya akui Al memang menyukai Hilman tapi baik Al maupun dia terikat dalam ikatan yangbtidak kami ingini , akan egois rasanya jika Al mementingkan diri sendiri sedangkan Non Naya berharap Hilman tetap berada di sisinya sedangkan anak ini menjadi penghalang kami “ Al tahu keputusanya ini malah merugikan dirinya sendiri .
“ apa kamu tahu siapa pelakunya “
“ tidak mang “
diam sejenak .
" tapi Al tahu keluarganya "
"engapa tidak kamu tuntut saja "
" aku takut bi , mereka keluarg kaya dan semena mena "
__ADS_1
Bi Leha dan Dadang bertatapan , benar , mereka tak memiliki kuasa untuk melawan para penguasa yang memiliki kekayaan yang dengan mudah menghancurkan mereka apalagi hanya Alicya seorang pembantu rumah tangga yang tidak memiliki apa apa.
" keluarga mereka kejam bi , bahkan Al pernah dengar jika mereka menyogok kepolisian menutup semuankasusu mereka , lagian pria kejam "
Alicya membayangkan jika dia meminta pertanggung jawaban bisa bisa nyawanya melayang.
tak banya yang harus mereka bahas , Al sudah menceritakan semuanya , balik lagi kesalahanya yang sebenarmya karna keegoisan Gilbert sebagai majikan Al yang memaksa keponakannya menjadi istri kedua menantunya demi menutupi aib keluarga mereka .
“ apapun keputusanmu selama itu baik dan selama membicarakan nya , bibi dan mamang kami pasti mendukungnya , percayalah kami selalu ada buat kamu “ Ujar dadang setelah selian lama terdiam , dia tak tahu lagi apa yang haru diahas .
“ Iya mang , terima kadih sudah menerima kekurangan Al “
“ satu hal yang mamang minta , berikan kontak keluarga majikan mu dulu serta suamimu , mamang tidak akan menghubungi mereka selama kamu belum siap tapi satu hal yang harus kamu tahu suamimu juga punya tanggung jawab dan hak untuk mengetahui seandainya terjadi apa apa padamu “
“ baik mang “
“ oh ya satu hal lagi , jangan terlalu dekat dengan Bagas terlihat dia menyukaimu , bukan kami tak suka ataupun melarang kalian berhubungan , selama statusmu sebagai istri ada baiknya kamu menjaga jarak dari pria lain “ Dadang memberi wejangan terakhir .
__ADS_1
end
...
Naya tersentak dari tidurnya , keringat mengucur deras seperti habis berolah raga, nafasnya naik turun , menjelang subuh dia bermimpi tentang pemerkosaan yang terjadi pada dirinya lalu melarikan diri , sejauh dia lari bayangan itu mendekati dan ,
“ Astaga “ sambil mengurut dada.
perlahan matanya menyapu sekeliling kamar memastikan bahwa semua memang benar bemar mimmpi , lalu dia t kekamar mandi karna gerah tanpa memperhatikan sekitar .
“ aaaaa “
Naya terpekik sambil menutup mata begitu sadar ada Hilman yang sedang berdiri dibawah shower tanpa mengenakan penutup , terpampang jelas karna cahaya lampu begitu terang ditambah sekeliling kamar mandi dilapisi cermin jadi kemanapun dia melihat bayangan Hilman tetap terlihat , Hilman bergegas mengambil handuk lalu menutupi tubuhnya dia tahu sampai saat ini Naya masih belum siap menerima statusnya atau lebih tepat tidak pernah mengangap nya .
“ sudah “ dia sudah dipintu keluar , Naya masih jonhkok menutupi matanha , dia pergi agar Naya bisa mengunakan kamar mandi , terlihat Naya masih belum terbiasa dengan keberadaan Hilman dikamarnya.
“ aku berangkat dulu “ Naya bergegas turun meningalkan Hilman yang baru saja duduk di ruang makan .
__ADS_1
“ sarapan dulu “
“ ngak usah biar nanti dikantor aja “