Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
tidak ada yang berubah


__ADS_3

Makan malam ramai dengan kehadiran Jordi dam Miriam , celetukan Jodri dibalas ledekan Celine , hanya Kanaya yang malu malu menahan senyum , dia tidak pernah makan malam seramai ini dengan keluarga.


" Hill besok kita jenguk papa ya "


" boleh , besok kita pergi , kamu ikut aku kekantor ya , setelah itu kita jenguk papa "


" emang ngak pa pa aku ikut "


" emang siapa yang ngelarang " balas Hilman .


" apa kamu tidak mencari Al Hill" Kanaya mengeja .


Hilman terdiam sejenak , pikirannya terbang kemasa dulu dia meminta Alicya menjadi pendamping hidupnya , tapi sekarang gadis itu hilang .


" aku sudah ngirim beberapa orang buat nyari Al , tapi sampai sekarang belum ketemu " menghela nafas


" kamu sudah susul ke Way kambas"


" sudah bahkan sudah sampai le Fores Hill"


" Forest Hill " Naya binggung , dia belum pernah mendengar nama kota itu.


" iya , Forest Hill , kota kabupaten tempat ayah Alicya , tapi kami kehilangan jejak disana , tidak ada yang pernah melihat kehadiran Al , sekarang orang orang ku masih menunggu disana mungkin nanti dikemudian hari Al muncul.


mendengar penjelasan Hilman hati Naya sakit , dia tahu Alicya sudah merajai hati Hilman.

__ADS_1


" jika aku yang kabur gimana" lata itu terucap tanpa disadari.


Hilman menatap Naya dalam , dia mencari dimana keberadaan gadis itu , apakah dia harus mempertahankan atau melepaskan.


Hati kanaya seakan tertusuk sembilu , Hilman masih belum memberikan jawaban , dia berfikir jika tak punya tempat dihati Hilman.


" pasti , pasti akan kucari , akan kukirim orang orang mencari keberadaan mu " lalu Hilman memutus tatapan


" kenapa bukan kamu " Kanaya memastikan , sat mendengar jawaban barusan dia merasa melayang .


" jika aku bisa pasti aku lakukan , saat ini banyak perut yang harus ku isi , banyak nasib yang harus kutanggung , setiap keputusanku akan berdampak pada mereka , aku tak ingin karna keegoisanku mereka dikorbankan "


Kanaya menunduk , dia paham dengan maksud perkataan Hilman , dia pun beberpa waktu yang lalu juga bersikap demikian , demi nasib karyawan nya dia stres hingga tak tahu kemana harus mengadu , bahkan membayangkan keluarganya dia tak mampu , melihat ketegaran Hilman dia belajar tentang tanggung jawab .


" kamu tidur disini kan "


" iya "


Kanaya langsung membelakangi Hilman , dia malu membayangkan jika mereka akan tidur seranjang , Naya tahu jika ranjang ini sangat luas tapi membayangkan ada Hilman desebelahnya membuat jantungnya berdebar .


..


Di lantai tiga rumah sakit Raya medika , Hilman dan Kanaya berjalan beriringan , koridor kelas satu tempat Gilbert dirawat , darah tingginya kumat membuat dia harus dirawat sementara ,


" siang Hill , silahkan masuk " Sury membukakan pintu , tentu dia begitu senang dengan kedatangan Hilman , membayangkan bagaimana nasib mereka kedepan membuat Sury stress apalagi lilitan hutang membuat kepala mereka makin puyeng , untunh Kanaya mau mendengarkan perkataan mamanya , berkat bujukan Sury Kanaya pergi menemui Hilman , malah Hilman dengan senang hati menolong , padahal sudahbsatu bulan Kanaya dan Hilman berpisah , dia tak bisa membayangkan jika nantinya Kanaya dan Hilman bercerai apalagi Hilman yang selama ini dia kenal sangat sopan dan baik.

__ADS_1


Walaupun sebulan belakangan ini kehadirannBastian cukup menghibur Kanaya dan Gilbert jugaendukung , tapi Sury tidak setuju , selama status merka masih menikah , dia melarang Kanaya berhubungan dengan Bastian , tapi apa daya peringatanya tidak dihindahkan dan sekarang.


" maaf ma baru sempat datang " menyalami dan mencium punggung tangan mertua nya .


" gimana keadaan papa "


" sudah mendingan , barusan selesai makan "


" eh , kamu datanh Nay " Gilbert terbangun mendengar suara berisik.


" iya pa , gimana keadaanya "


" sudah me ndingan , maafkan papa ya nay , gara gara papa kamu terlibat " Gilbert menundukan kepala , terdwngar penyesalan yang tulus .


" ngak usah dipikirin pa , Hilman sudah membantu kita "


" iya pa , jangan cemas " Hilman datang menghampiri lalu salim .


Gilbert termanggu melihat kedatangan Hilman .


" maafkan saya Nak Hilman sudah merepotkan kalian"


" tidak ada yang direpotkan pa , papa harus semangat biar cepat sembuh"


suasana ruang rawat inap kembali ceria , kedatangan Hilman membuat suasana baru .

__ADS_1


__ADS_2