
"walaupun gitu kalian ngak usah meledeknya berlebihan, aku mengundang kalian bersenang senang , maaf kan temanku , mereka terkadang usilnya kelewatan" Jasmine lembut pada Hilman .
" iya ngak masalah "
" kalo boleh tahu siapa yang mengundangmu , kamu bukan angatan kami kan "
" aku datang bersama Kanaya "
Jasmine terkejut , sedari tadi dia memikirkan siapa pria yang datang bersama rombongan Kanaya tapi Nayanya tidak mengakuinya.
Jasmine melihat kebelakang , disana seorang gadis mematung , wajahnya pucat , jelas kali dia sangat malu saat itu bukan malu pada temanya tapi malu pada pria yang sedamg dibuli , dia malu pada Hilman yangbsudah dia ajak tapi dia lupakan , Kanaya terpaku.
" Naya , apa dia teman mu , katamu tadi datang sendiri"
Jasmine menatap aneh .
" iya , dia temanku dia datang bersamaku " suaranya gugub lalu Naya mendekati Hilman .
" maaf aku tadi sibuk menyapa teman teman "
" ngak pa pa " jawab Hilman sambil tersenyum .
__ADS_1
mendengar jawaban Hilman , Naya makin merasa bersalah .
" apa dia pacarmu Nay , tumben seleramu rendah kali ini" ledek Juliete.
" dia pasti bukan pacar Naya , benar kata antonio tadi dia pasti sopir Naya " ledek gadis dengan rambut warna warni. ujaran mereka membuat pipi Naya memerah diabtidak membenarkan atau membantah .
" pak Hilman " sela seseorang dari belakang .
" pak Hilman tumben ada disini apa pak Hilman berteman dengan Jasmine"
Kedua suara itu membuat seluruh rombongan melihat kearah sumber suara , dialah Erik dan Fabian , Erik teman seangkatan Jasmine dan Fabian senior mereka .
" kamu kenal Rick " sela Juliete .
Seketika wajah Fabian memerah , dialah yang paling tahu betapa tingginya status Hilman .
" kamu ngak pernah berubah Juliete , dibandingkan dirimu jelas status Hilman lebih tinggi , jika mulutmu tidak kamu jaga jangan harap kamu bisa terus mengejar impian mu "
Erick tahu jika bukan memiliki pekerjaan dengan Emporio Juliete tak kan bisa menjadi model yang bisa go internasional , Erik memang teman mereka tapi di semester ke enam dia pindah ke metro city , walaupun begitu mereka masih berteman .
" emang siapa dia bisa ngatur ngatur hidup ku , dengan satu kali telepon saja aku pastikan dia dipecat dari Empiere" makin angkuh.
__ADS_1
" ngak usah bacot Rik , selama ini kami menghargaimu , tapi masalah ini kamu ngak usah ikut campur"
" kamu juga Antonio , baru menginjakan kaki di Paradise sudah merasa paling hebat , apa kamu kira perusahaan mu bisa menyaingi empiere" Erik dan Antonio memang tidak akur semenjak dulu
" hahaha kamu memang lucu , tidak ada yang berani menolak Nakata company , andai kamu tahu pihak empiere lah yang memohon kami untuk bekerja sama , jika tidak kami tidak akan menginjakan kaki di pulau kecil ini" dengan pongahnya antonio membanggakan diri.
" hahaha , iya kamu benar perusahamu memang besar tapi mimpimu ketingian " balas Erik dia sengaja memanasi Antonio larna sudah menyingung Hilman.
" pak Hilman maafkan teman teman saya , mereka suka bercanda kelewatan " sela Fabian menunduk , seketika semuanya menatap tak percaya .
" kak apa tidak salah , minta maaf pada pegawai rendahan ini" sela wanita yang rambutnya warna warni makin keras
" bagaimana mungkin aku salah , pak Hilman adalah bos besarku " bentaknya sambil menatap tajam .
Semuanya jelas mendengar , walau suara Fabian agak seral tapi jelas perkataanya jika Hilman bos besar Fabian.
" kak Fabian apa maksudnya " sela Jasmine tak percaya .
" tuan Hilman ini CEO empiere state yang diangkat lima bulan lalu , kalian semua pasti sudah mendengar jika CEO Empiere seudia kalian " dengan kepala menunduk Fabian menjelaskan.
Semuanya langsung tegang , bahkan satu ruangan yang jumlahnya lebih dari lima puluh orang dengan jelas mendengar penjelasan Fabian.
__ADS_1
Tidak ada yang berani membantah , apalagi Fabian bekerja di Empiere state , dia asisten Wijaya direktur Go forest E , anak perusahaan Empiere state yang menguasai perkebunan dan pengolahan hasil perkebunan.
" apa benar " gumam semuanya sambil melihat kearah Hilman , pria itu malah sibuk dengan gadget ditangannya .