
Alicya pergi tak tentu arah , tujuannya hanya satu ingim menemui Hilman , dia menghubungi Hilman namun nomor nya tidak aktif , mentari sudah mulai menyembunyikan tubuhnya , Al berhenti di parkiran apartemen yang dia tingali semalam , dia bergegas naik karna dia tahu jam segini Hilan sudah pulang.
“ sayang “ Alicya terkejut lampu apartemen belum dihidupkan , dia memutari seluruh ruangan kalau kalu Hilman sesang tidur .
“ mungkin dirumah bibi “ setelah sekian lama berusaha menghubungi Hilman tapi nomornya tidak aktif .
Alicya bergegas turun kemudian pergi menuju kediaman bi Hawa.
memasuki komplek Paradise Hill langsung menuju mansion paling besar di area itu .
Wong yang saat itu berjaga memberhentikan Al dan mendekati.
“ Maaf nona “ wong terkejut membungkuk lalu membukakan gerbang , dia sudah tahu kalau Alicya istri Hilman tuan muda nya.
“ bibi , “ Alicya langsung menuju kedapur
“ Iya non , eh nak Al kapan datang “ bi Hawa menyongsong kedatangan .
“ Barusan bi , bi apa Hilman disini “
“ mm , enggak nak mungkin masih kerja kali “ beralibi.
“ gitu ya bi “ mangut tanda setuju .
“ Apa bibi tahu kantornya dimana “
“ bibi ngak tahu nak , yang bibi tahu Nak Hilman bekerja di Empiere tapi bagiannya ngak tahu “ jelas bibi meyakinkan Al , sebenarnya bi Hawa tahu tapi sesuai permintaan Hilman, tidak boleh menyebarkan informasinya sebelum secara resmi diumumkan.
“ nak makan dulu atau mau istirahat“
__ADS_1
“ pengenya istrahat bi , tapi takut kamarnya diatas .
“ kamar bawah aja pake “
Hawa tersenyum mendengar pengakuan Nona mudanya , wajar karna rumah sebesar ini hanya dia sendiri yang menempati .
“ disini aja nak Al “ bi Hawa membawa Kesebuah kamar yang menghadap ke belakang dekat dengan ruang makan.
“ terima kasih bi “
Al merebahkan tubuhnya diranjang , kamarnya setengah ukuram kamar Hilman tapi masih cukup mewah , kamarnya langsung menghadap ke kolam renang dan kediaman bi Hawa.
“ Hill cepatlah pulang “ gumam Al saat memainkan remot tv yangy adi dinyalakan bi Hawa didalam kamar , kemudian tertidur.
. ..
Emosi Naya kembali menguasainya , kamar yang baru saja dibersihkan pembantu kembali berserakan sampai kelelahan dan Naya bersandar di sudut ranjang
“ kenapa aku begitu bodoh “ Sambil memukul kepalanya berkali kali .
Naya melihat goodie bag berwarna hitam di pojok lemari , p erlahan dia mengambilnya dan mengeluarkan isinya satu persatu
Naya tersenyum melihat gaun yabg begitu cantik
“ pasti mahal “ Naya membandingkan kedua gaun ditangan kiri dan kananya .
Dia menarik satu lagi Goodie bag dan Naya terperangah , gaun satu ini lebih cantik dibandingkan dengan dua gaun sebelumnya , kemudian memakai dan bercermin
Seketika dia melihat kotak yang terbungkus rapi berguling dilantai dan mengambilnya , seketika dia ragu membukanya , teringat dengan perkataan Al tempo hari , perlahan dia membuka .
__ADS_1
Disana ada sebuah kotak kecil dilapisi beludru merah berbentuk hati . Naya menaha tangis sesengukan bukan karna sedih tapi karna terharu melihat sepasang cincin berlian berkilauan diterpa lampu.
“ hay cantik “ Naya mengelus lembut perlahan dia sorongkan ke jari manisnya , terasa pas sambil mengangkat tinggi .
Satu lagi pasangannya masih berdiam didalam kotak , Naya memasukan kedalam kantongnya dan bergegas bangun.
“ prak” bungkusan kotak tadi terjatuh dari pangkuannya mengeluarkan sebuah kartu ucapan dan sebuah kartu atm , Naya memungutnya dia penasaran .
“ paswort :
tanggal pernikahan kita”
Sebuah kalimat tertulis , serta beberapa pemberitahuan mengaktifkan mobile banking dibali kartu ucapan .
Naya mengambil tasnya tapi dia terkejut benda yang dicari tidak ada.
“ ahh “
Naya menghempuskan nafasnya pelan , kemudian merapikan kamarnya sebisanya .
“ ma pa , Naya keluar dulu “ Naya menyalami papadan mamanya .
“ kemana kamu “ tanya Gilbert heran .
“ ketempat Al ada yang mau diomongin”
“ boleh aku ikut Nay “ Sahut Leonel bergegas .
“ Mau apa , apa kau tidak puas dengan apa yang kau lakukan tadi “
__ADS_1
bentaknya membuat Gilbert dan sury memandang kearah mereka.
“ aku ridak melakukan apa apa Nay, dia memangilku “