Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
masalah sulit


__ADS_3

maaf telat " Hilman naik kelantai .dua .


" ngak pa pa , aku baru mesan makanan , kamu sudah makan "


" kebetulan belum "


Hilman memesan ikan bakar bulgogi karna mengingat perkataan Ratri dan ternyata memang enak .


Aerin tarlihat tak memperdulikan pria yang ada didepannya , dia menikmati pasta dengan lahap, berbeda dengan isu yang beredar jika Aerin tidak terlalu suka berada didekat pria yang baru dikenal , Hilman juga termasuk , setahun belakangan mungkin bisa dihitung sebelah tangan pertemuan mereka , termasuk sekarang.


Mata pengunjung lain menatap hilman , laki laki bisa menemani peri sungguh merusak mata.


" Hill aku boleh minta tolong ngak " Aeren malu malu .


" tolong apaan , kalo mampu pasti saya tolong"


" keluarga gue punya tanah di tanjung harapan , saat ini sedang sengketa , keluarga kami tidak cukup kuat menghadapi mereka , jika kami kalah , tanah itu jadi mereka , kami akan kehilangan jati diri"


Sambil menyerahkan beberapa bukti , Aeren menjelaskan permasalahan serta kondisi yang mereka hadapi serta perusahaan yang menjadi musuh mereka.


" oke sampai disini saya paham , apa kalian punya bukti jika tanah seluas itu milik keluarga"


" secara tertulis kekuatan hukumnya tidak , tapi secara tradisi kami punya , kami salah satu suku tertua dikepualauan itu" mata Aerin mulai berkaca kaca berharap lebih.


" biar saya periksa dulu , saya tidak bisa berjanji banyak tapi yakinlah jika kami menemukan kejanggalan pasti secepat mungkin kabari"


" terima kasih Hill , kamu memang baik , semenjak dulu aku sering mendengar kabar itu tapi lingkungan kita berbeda makanya kita tidak akrab" sambil tersenyum manis membuat hati Hilman luluh.


" kamu tenang aja secepatnya saya kabarkan"


Aerin meningalkan Hilman terlebih dahulu , didepan ada beberapa pria paru baya menunduk berbicara dengan Aerin tapi tak sedikitpun ucapannya bisa didengan Hilman.


menjelang tengah malam Hilman sampai , diparkiran ternyarta Glen dan Amar sedang berbincang.


" ngobrolin apa "

__ADS_1


" ngak kok bos lagi suntuk aja "


" oh Glen coba cek informasi ini , pastikan datanya akurat"


" oke bos , aman "


mereka berdua terlihat begitu menikmati hidapan rokok elektrik , Jordi menempatibkamar di lantai dua , disana ada tiga kamar sering ditempati didy dan Zola , sedangkan Amar dan Glen tinggal sudekat Empiere state.


Sebenarnya Hilman malas pulang ke apartemen tapi , tempat tingalnya ini tang terdekat dengan Empiere dibanding Mansion , selwsai mandi dia kembali tidur di sofa


..


proyek sudah berjalan satu bulan , sudah terlihat pancang tiang berdiri kokoh , pekerja terlihat sibuk siang malam , Hilman memastikan pembagian shift buruh adil bahkan untuk catering pun diawasi dengan ketat, biasanya banyak pengembang lalai akan dua hal ini.


Kehidupan Hilman sudah terbiasa sendiri, sampai sekarang Kanaya tidak lagi menganggunya , begitu juga dengan keberadaan Alicya bagai hilang ditelan bumi , Hilman menyibukan diri agar bisa melupakan sejenak rumah tangganya.


" bos masalah kemaren cukup pelik " Glen bergegas .


" kenapa kemaren kan sudah beres"


" ya gitulah bos , ternyata ada pemain lain dibelakang mereka , mereka hanya meminjam nama Guliart dan sekarang mereka akan mengerahkan pemerintah menyelesaikan sengketa"


" nah disini masalahnya bos " menyerahkan sebuah lampiran , dahi Hilman mengerut jelas permasalahnan ini sudah masuk keranah politik .


" oke kamu sebar isu tentang korupsi kemaren , sebar dimedia agar masalah ini disorot " Hilman bergegas pergi tanpa meningalkan pesan apapun , jadilah Jordi penangung jawab sementara proyek sedangkan Miriam menangani Stone E di perusahaan.


" bang sekarang dimana " setelah tersambung langsung .


" di kantor lagi ada pertemuan "


" oke aku kesana "


Hilman tancap gas menuju Future Hand .


" siang pak Hilman " sapa receptionis , mereka sudah mengenal Hilman .

__ADS_1


" siang"


Hilman bergegas menuji ruangan Aby.


" eeee maaf pak jangan masuk " sekretaris Aby langsung menghalangi .


" kenapa saya ada perlu dengan tuan aby "


" iya pak saya tahu tapi didalam ada tamu penting " wanita itu gugup apalagi yang dihadapinya seorang CEO empiere state ditambah adik angkat managernya.


" siapa didalam "


" pal gubernur "


wajah Hilman mengerut , memikirkan apa yang mereka bahas didalam.


" sudah lama "


" sudah sejam pak "


" oke , kalo kamu bisa bisikin ke tuan aby saya tunggu penting " sekretaris aby makin panik , tadi sebelum rapat bos nya sudah berpesan janganenganggu sampai dia selesai.


" kenapa , kamu ngak mau masuk "


" maaf tuan , tadi tuan aby sudah melarang " keringat membasahi punggungnya , terlihat wajahnya semakin pucat , dia takut akan menangung kosekuensi berat jika melanggar perintah bosnya apalagi sekarang vvvvip kantornya sendiri


" bang kalo ada persetujuan pengesahan usahakan diundur , aku ada hal penting yang ingin dibicarakan menyangkut Gubernur" Hilman mengirim pesar singkat.


" kamu santai aja dulu , oke , dan kalo boleh bikinin satu gelas kopi " dengam lembut lalu duduk disofa didepaneja nya.


" beneran ni pak"


" iya bener"


perempuan beranak satu itu bergegas ke pantry , jelas diabtidak ingin mendapat masalah .

__ADS_1


" ini pak kopinya "


" makasih kamu lanjut kerjanya "


__ADS_2