
“ hahaha , bangun lo sampahh” teriak salah seorang dari mereka .
Lima orang preman turun yang membawa balok dan pipa besi , Hilman yang belum sepenuhnya sadar , mulai mundur perlahan dan kabur , tak mungkin baginya menang melawan lima orang.
“ brak tak duk “
Hilman tak sempat mengelak karna dihujani tebasan balok yang dia tangkis dengan tangannya , dan akhirnya jatuh tersungkur di aspal mereka mengelilingi Hilman yang masih mengumpulkan kesadsran , terlihat darah menetes di pelipis matanya .
“ sekarang mati lo bangsat “ salah seorang dari mereka berteriak.
Hilman mulai sadar dan menarik sabuk nya keluar sebagai senjata .
“ trakkk “ besi kepala sabuk mendarat mulus dibahu preman , yang namanya sabuk walaupun ditangkis tetap saja berbelok sesuka hati dan mengarah ke tujuan dengan pasti , preman itu mengadug karna kepala sabuk dari besi hampir sebesar kepala tangan anak kecil.
Hilman mengayunkan kiri kanan menjaga jarak serang , kebetulan sudah malam dan pengendara mulai jarang , adapun mereka lebih memilih menghindar .
para dosen ketakutan dan tak ada yang berani turun melihat beringasnya penjahat mengelilingi Hilman.
Saat seorang preman menyerang , dia memutar arah , tendanganya masuk kehulu hati tapi penjagaanya terbuka , preman yang lain serentak menyerang dari dua sisi.
“ aduhh “
“ Brakkk”
Dia terguling diaspal menghindari serangan .
“ bajingan “ Zack yang datang entah dari mana melakukan serangan brutal
, Dua preman langsung terkapar oleh kaki kokoh yang mendarat dileher mereka , Zack yang tubuhnya lebih tinggi dari Hilman menyerang membabi buta , Hilman memgambil kesempatan menyerang preman yang lain .
__ADS_1
Tak satupun dari preman itu sempat melarikan diri , beberapa dari mereka malah sudah tidak sadarkan diri, Zack kalau sudah berkelahi tak pernah menahan pukulanya sebelum puas dia takkan pernah berhenti kecuali dihentikan.
“ hoyy bangun “ entah dimana otak Zack , dia mengencingi salah satu preman di bagian wajah , dia merasa mengenali wajah preman satu ini
“ ampun bang ampun “ dia beringsut mundur ketakutan .
“ brakk “ sekuat tenaga Zack memukulkan pipa besi kearah pintu mobil membuat preman tadi mengigil ketakutan.
“ dari genk mana kalian “
“ kami Cuma dibayar bang “ dia beringsut mundur sambil sujut minta ampun.
Zack mendekati telinganya .
“ siapa “
“ berapa “
“ gocap “
“ mana “
“ Dimobil “
“ ambil “
Zack emang ngak ada ahlak preman babak belur malah dipalaki, dia senyum senyum . Mendapat uang segepok lalu mengusir preman dari sana.
“ kamu ngak pa pa Hill” Naura dan Fransiska ( Icha) datang setelah para preman pergi , mereka belum menghubungi polisi karna terpana melihat kekuatan Zack meng K O preman .
__ADS_1
“ Ngak pa pa kok , kalian dari mana “ Hilman membersihkan tanah yang menempel di pakaiannya dan mengelap darah di dahinya .
“ tadi dari rumah lo ketemu Zarfan“
kamu ngak papa Hilman , barulah para dosen turun karna para penjahat sudah kabur , dan mereka mengenal sosok Zack yang merupakan mahasiswa mereka .
" ngak papa buk , pak aman "
" apa perlu diabtar kerumahbsakit " sela buk Santi yang terlihat pucat .
" ngak usah buk didekat rumah ada klinik "
Mereka mengantar Hilman pulang dan berpisah dengan rombongan dosen .
" kamu ngak pa pa kan apa kerumah sakit aja " Icha terlihat masih khawatir walaupun kepala Hilman sudah diobati oleh dokter klinik .
" sudah baikan kok , oh kalian ngak pulang ni " tanya Zack melirik kearah Hilman .
“ kami pulang dulu ya sudah malam ni “ ujar Naura dan Icha .
" oke hati hati "
“ gimana balas atau cari aman “ Zack terlihat semangat setelah mobil icha pergi
“ siapa “
“ yang ngeroyok elu , gue masih belum puas nih “
“ ya udah kumpulin anak anak , kita beresin malam ini “
__ADS_1