Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
kamu yang jemput


__ADS_3

" Hill aku kerumah papa" sebuah pesan masuk saat Hilman baru sampai di kantor , kebetulan tadi Jordi menelpon selepas Hilman keluar gerbang tol , langit sudah gelap terlihat gerimis sudah turun membasahi bumi , menuju akhir tahun menandakan musim hujan akan datang , melewati basemant Hilman langsung kelantai sepuluh , disana Jordi , Glen , Roby dan Zola sudah stand by bermain kartu lewat hape , ruangan sudah berserakan karna sampah cemilan.


" kacau ini" sambil memijit kepala.


" tenang bos kecil nanti kita beresin" sela Zola .


" ada masalah apa " sambil menaikan kaki keatas meja lalu mengambil satubpak besar kacang goreng berlogo burung.


" grup blood diamond kabarnya menyusup ke paradise island , tadi bos besar bilang tingkatkan keamanan , Glen sudah melacak member mereka ada lima yang sudah diketahui , tapi mereka masih di afrika" jelas Jordi.


" apa ada tim red hook dikirim kesini"


" saat ini belum , tim Leaf sudah menerima konfirmasi "


( tim yang menjaga keluarga Gamawan , enam orang berada disisi Abymana)


" kami perketat pancarian kemungkinan karna kasus skull army"


" kenapa apa mereka memiliki hubungan " Hilman merasa aneh ..


" Pamela simpanan Chiko pemimpin Blood , tapi bukan itu masalah pentingnya , Pamela menyembunyikan kekayaan Chiko , jadi dia ingn mengambilnya kembali , Pamela berkoar jika harta iti ditinggal di Paradise city" jelas Glen sambil membuka laptopnya.


" kamu tahu barang apaan "

__ADS_1


" sampai sekarang masih rancu "


Hilman pulang dengan hati gusar , setahunya Pamela dan Skull army sudah dikirim ke Metro city


" astaga " sambil menepuk kepalanya , saat ini Kanaya berada di kediaman Gilbert dan tentunya Kanaya butuh ketenangan , Hilman menimbang untuk menyusul atau tidak , dia masih belum memahami karakter Kanaya . perlahan range rover abu abu metalik memasuki garasi , mul mambukakan pintu , wajahnya masih sekaku dahulu walau sudah bisa senyum saat menyapa Hilman .


" selamat malam pa , ma " sapa Hilman ketika melintasi ruang tengah , kedua mertuanya itu sedang menyaksikan acara di televisi .


" ok nak Hilman , Nayanya dikamar apa perlu mama panggilkan "


" ngak usah ma , biar saya sendiri keatas "


Saat sampai di pintu kamar Naya terdengar percakapan yang cukup jelas , Kanaya terdengar tertawa riang Hilman tak mau menganggu kesibukan Naya perlahan dia berjalan kesofa lalu menyibukan diri dengam Hapenya.


" iya iya , nanti kalo kamu pulang aku traktir "


" setuju mau yang mana sambil menunjuk beberpa model tas "


" yang ujung " tunjuk Naya gembira


" ini oke , besok aku aku berangkat , jangan lupa sayang kamu jemput aku dibandara "


" pasti "

__ADS_1


Kanaya berjalan keluar kamar , sanyumnya masih mengembang sambil bernyanyi kecil tiba tiba wajahnya tegang ketika melihat seseorang sedang terbaring di sofa , perlahan mendekat dia ingin mengetahui siapa yang sedang terlelap .


" Hilman , kenapa dia tidur disini " dahinya mengerut diliriknya hape Hilman di atas meja sudah jam satu malam berarti sudah lebih tiga jam Naya bertelpon ria.


" Hil bangun" pelan menguncang tubuh Hilman .


Sebenarnya dia masih belum mau bertemu dengan Hilman , hatinya masih ragu menetapkan pilihan .


Jika boleh jujur , belum ada perasaan cinta dari Naya terhadap Hilman , selama ini dia begitu nyaman di samping laki laki itu namun hatinya masih menolak , ketika berbicara dengan Bastian sifat aslinya keluar bahkan manjanya , tentu Bastian cinta pertama Naya.


" Hil bangun , kenapa kamu tidur disini "


" eh , aku ketiduran , jam berapa sekarang " melirik jam tangannya sebuah brietling hadiah Kanaya saat dia wisuda dulu .


" kok kamu nyusul kesini "


" emangnya kamu ngak mau ketemu sama aku " Naya terdiam mendengar jawaban Hilman , jarang Hilman menanyakan langsung seperti itu.


" bukan , tapi kan sudah malam "


" tadi aku sampe jam sepuluh , ngak enak sama papa dan mama kamu pulang sendirian"


Kanaya makin galau , jelas dia ingin menjauhi Hilman sementara waktu .

__ADS_1


__ADS_2