
" tuan Hilman ini CEO Empiere state yang diangkat lima bulan lalu , kalian semua pasti sudah mendengar jika CEO Empiere seusia kalian " dengan kepala menunduk Fabian menjelaskan.
Semua mata terbelalak tak percaya , pria yang mereka bulli memiliki kedusukanntinggi bahkan membayangkan saja mereka tidak berani , terlebih Juliete dan antonio mereka bergantung hidup pada pada keputusan Empiere
" apa benar " gumam semuanya sambil melihat kearah Hilman , pria itu malah sibuk dengan gadget ditangannya .
" maaf pak Hilman , saya salah " Juliete mengigit bibirnya menahan takut.
" tidak ada yang perlubdimaafkan , aku hanya pegawai rendahan " Hilman masih dwngan mode tenang , sementara mereka semua sudah berkeringatenahan malu.
" Hill , kamu tidak marah kan , maafkan teman teman ku " Naya lembut , dia juga sebenarnya merasa malu berbicara pada Hilman namun semua mata mengarah padanya seolah meminta dia mewakili .
" untuk apa aku marah , aku kesini menemanimu kan , tidak ada urusan dengan pekerjaan "
semuanya mulai tenang mendengar jawaban Hilman tidak ada sedikitpun kemarahan dari ucapan Hilman.
" maaf tuan Hilman , kami tak menyambut anda dengam baik"
" tidak usah dipikirkan , ininsudah cukup , oh ya selamat ulang tahun semoga dilimpahi berkah dan sehat selalu " sambil menyerahkan sebuah kotak berbungkus beludru biru.
" terima kasih tuan Hilman maaf merepotkan "
" mari tua Hilman , hidangan sudahbdisajikan " ajak nya.
__ADS_1
" mari pak " sela Fabian.
dia harus melayani bos besarnya agar tidak mengecewakan .
Suasana cangung mulai mereda , semuanya mulai bercanda seperti semula , bahkan sekarang Hilman menjadi pusat pembicaraan , apalagi dengan status nya yang jauh lebih tinggi dibanding mereka , hanya Antonio , Juliete dan gadis rambut bewarna warni tadi diam dan sesekali mengangukan kepala.
" katakan pada kubapa hubungan kalian " bisik Jasmine setelah menyeret Kanaya.
" kami temenan " ragu ragu.
" ngak usah bohong , ngak mungkin kalian hanya temenan sampai sampai dia mau datang menemanimu.
" Jasmine merasa curiga dengan jawaban Kanaya .
" ingat Nay kamu bisa ngebohongi orang lain tapi aku tidak "
" bener ngapain aku ngebohongi kamu "
" ooo aku ngerti , kamu masih mengharapkan Bastian " gumam Jasmine membuat Naya terdiam , perkataan Jasmine tepat .
...
" makasih ya Hill , aku tahu teman teman ku salah "
__ADS_1
" ngak usah dipikirin , oh ya ni buat kamu " sambil memberikan sebuah kotak beludru berawna gold sebesar kotak yang diberikan Hilman pada Jasmine .
" apaan "
ragu mengambil .
pelan pelan Naya membuka , matanya terbelalak melihat sebuah liontin dari batu mulia bewarna merah muda , sebuah ruby sebesar ibu jari .
" makasih Hill" Naya langsung memeluk erat , dia menyukai hadiah pemberian Hilman .
" kamu membelinya , dimana " kanaya begirubsemangat tidak melepaskan pelukanya .
" oleh oleh rekan bisnis , dia memberikan batu mentah , pas dioleh inilah hasilnya "
" makasih ya Hill"
sadar atau tidak Kanaya langsung menyasap lisan Hilman , matanya terpejam menikmati benda lembut yang membuay nya terbuai , Hilman hanyut dalam buaian , perlahan tangannya turun kepinggul Naya menahan agar gadis itu tidak merosot. Naya merasa tubuhnya melayang malah melingkarkan kakinya di pinggang Hilman .
Nafas mereka berpacu seakan tak mau dikalahkan Naya menghisap kuat , hasratnya sudah tinggi apalagi di pesta Jasmin dia sempat meminum beberapa gelas anggur kualitas terbaik sebotol Chateau la mission berusia dua puluh tahun dinikmati sendirian , tentu tubuhnya panas , begitu juga Hilman , tawaran Erik dan wajah polos Fabian membuatnya sulit menolak.
Hilman memopong tubuh Naya ke Sofa lalu di sandarkan , pelukan Naya makin kuat , tangannya meremas kepala menikmati perlakuan suaminya.
" terus Hill , remas yang kuat " sambil mengarahkan tangan Hilman ke gundukan kebangaan Naya.
__ADS_1
pertahanan Naya runtuh , dengan mata terpejam jemarinya menari dibbuah kemeja Hilman .