
( Zarfan )
“ gue balik bareng kamu ya Fan “
Keysa menyandarkan kepalanya kebahu Zarfan , duduk disofa sambil menikmati lalu lalang jalan raya .
“ boleh lagian suntuk juga kalo sendirian “
Baik Keysa dan Zarfan menikmati suasana cafe yang cozy , sementara dari sudut lain terlihat beberapa orang berpakaian hitam tengah sibuk.
“ boy itu dia yang mukilin gue “
Ernest uang tangannya masih dipasangi gibs terlihat mukanya memerah , sudah beberapa hari dia mencari keberadaan Zarfan namun tak ditemui , oleh karna itu waktunya selalu dilampiaskan dengan mabuk mabukan ditambah terdengar selentingan kabar kalau pemuda yang memukulinya sampai tulang bahunya bergesar salah satu dari keluarga berpengaruh dari Metro city ya walaupun saat itu penjaga bar mengatakan kalau Hilman direktur Empiere ada dilokasi tapi tak ada bukti mengarah pada dirinya , ditambah mata mata yang diutusnya membuntuti Hilman tak pernah melihat pemuda lain didekatnya selain para pengawal yang selama ini selalu bersamanya begitu juga dengan Keysa yang tak pernah keluar dari kediamanya walaupun keluarga nya sudah diteror oleh orang suruhan tapi berkat kesigapan aparat ancaman hilang seketika.
“ beneran bos ‘ Boy tersentak .
“ lu goblok apa , gue yakin dan ceweknya juga ada , kumpulin anggota lu sekarang balas berpuluh kali lipat “ bentak Ernest .
“ Oke bos “ Boy mengode salah satu bawahanya untuk mengumpulkan anggota.
__ADS_1
“ Sudah bos mereka sudah dibawah“
tidak sampai setengah jam anak buah boy sudah berkumpul ada sekitar lima belas orang termasuk Ernest.
Ernest langsung berdiri mengambil botol wine yang ada dimejanya kemudian berjalan tergesa mendekati meja Zarfan.
“ hey bajingan tengik akhirnya keluar juga lo “ bentak Ernest sambil mengacungkan botol Wine .
“ masih kurang yabg kemaren”
Zarfan dengan santai menangapi kedatangan Ernest dan preman lainya.
“ hajar bajingan ini “
“ segini aja “ ujar Zarfan setelah seseorang yang ikut bergerak bersama boy disusuk garpu buah dilengan kananya sedang merintih kesakitan dilantai .
Zarfan tak ambil pusing dengan suasana cafe yang mendadak tegang , begitu juga dengan Keysa yang berusaha bersembunyi dibelakang Zarfan , semenjak dia mengenal Zarfan , Keysa sudah tahu kalau pemuda ini mahir beladiri dan berhati dingin , saat hendak menyerah dia tak pernah setengah setengah .
“ Brengsek “ beberapa preman langsung mengepung Zarfan posisinya agak menempel kedinding jadi Zarfan cukup aman dari sergapan belakang.
__ADS_1
Satu persatu preman melancarkan serangan tapi dapat dihindari karna tubuh Zarfan dangat tinggi dan jangkauannya pun lebih panjang sangat mudah baginya menyerang balik , Ernest seketika menarik belati dari balik gibs yang sudah disiapkan jauh hari , hal itu tak luput dari perhatian Zarfan .
“ dak dug trank “ beberap preman terjungkal dibelakang bya , mau tak mau Ernest mengayunkan belatinya .
" Zarfan " Keysa berteriak melihat kilatan belati melintas didepan wajahnya lalu menyambar pergelangan tangan Zardan .
Zarfan merengut pisau yang terkena darahnya dan memelintir tangan pemilik.
“ auhhhh ampun “ Ernest meringis kesakitan .
" brakk"
tendangan langsung bersarang diperut Ernest membuatnya terkapar merintih kesakitan.
Zack yang sejatinya berada dipintu masuk melihat Zatfan dikepung , perlahan dia mendekati dan menyerang preman yang masih fokus pada Zarfan sehingga mereka lengah dan mdah dilumpuhkan .
“ Aman bro “ Zack tersenyum ceria menatap Zarfan yang melumpuhkan lima orang termasuk Ernest sedangkan dia juga melumpuhkan hampir sepuluh orang lainya.
Jack memang dipersiapkan sebagai asisten Zarfan karna Jordi sudah berada disisi Hilman.
__ADS_1
“ bangun lo bajingan “ Zarfan menendang lutut Ernest yang masih bersimpuh menahan sakit .
" Fan tangan elo "