
“ ya tentu saja pak Hilman siang ini kami kesana “
gadis itu terlihat malu malu .
“ hah siang ini dia bilang ingin makan siang dengan ku , kenapa dia janji dengan perempuan ganjen ini “ terlihat wajah Naya memerah melihat Zefana .
“ Iya pastinya saya tidak akan lupa , terima kasih mengingatkan “
Zefa menutup lembut telponnya tanpa menyadari wanita perempuan yang masih satu ruangan denganya menatap aneh .
“ maaf mengangu pembicaraan kita”
“ Tidak masalah “ Naya kembali kemode semula.
“ terima kasih Buk Naya saya permisi dulu da janji makan siang dengan klien , takut dia menunggu lama “ sambil melirik kearah jam dinding jarum pendek sudah melewati angka sebelas
“ Iya saya mengerti “
Zefa kembali berjabat tangan lalu bergegas meningalkan ruangan Naya , kini tinggal Naya dengan emosinya yang turun naik mendengar pembicaraan Zefa dan Hilman barusan yang terdengar akrab lebih dari sekedar patner kerja . Naya memijik kepalanya yang kembali sakit , sebelum kedatangan Zefa dia sudah memantapkan hatinya untuk pergi bersama Hilman tapi yang barusan didengar membuat nya bimbang .
“ Haloo “
tanpa sadar Kanaya langsung mengangkat telponnya .
__ADS_1
Beruntung disaat dia bimbang Bastian menghubunginya.
“ Aku sudah dilobby , oma sudah naik pesawat mungkin sejam lagi landing “ dengan lembut Bastian berucap .
“ iya tunggu sebentar “
Naya lengsung mematikan teleponya dan menghububgi sekretaris agar meminta Cintya keruangannya.
“ iya ada apa Nay “
“ ini Cintya ,kamu bikin materi untuk produk ini sesuai seleramu , sabtu kita presentasi “ Naya bergegas keluar tanpa menunggu jawaban dari Cintya . cintya bengong
“ Ayok “
Tanpa memperdulikan stafnya Naya langsung menarik Bastian keluar dan pergi ke bandara .
“ siang Intan “ Hilman melewati sekretaris Naya .
“ Siang pak Hilman “ jawabnya lembut .
“ Eh maaf pak Hilman buk Nayanya baru saja keluar “ memberhentikan Hilman yang ingin mendorong pintu ruangan Naya.
“ oke makasih “ Hilman kembali turun kelobby , dia begitu ramah dengan karyawan Naya begitupun juga dengan karyawan nya sendiri tapi disiplinnya sangat dipuji dan dijadikan contoh oleh seluruh karyawan Empiere state.
__ADS_1
“ Tut tut tut “
“ kok ngak diangkat “berulang kali Hilman menghubungi nomor Naya tapi tak diangkat walaupun terhubung , Hilman kembali kemobilnya karna sudah lewat jam dua belas sedangkan menuju mansion keluarga Gamawan bisa menghabiskan waktu lebih dari empat puluh menit.
“ Glen chek dimana lokasi Naya sekarang “ karna kesal Hilman melacak lokasi Naya .
“ menuju keutara bos saat ini sedang masuk kelokasi bandara “ jawab Glen dari balik telepon .
“ kamu chek cctv bandara dengan siapa dia sekarang “ agak berat suara Hilman itu menandakan dia sedang menahan amarahnya .
“ Oke bos nanti saya kirim “
Hilman menekan gas mobilnya dalam sehingga meninggalkan asap putih dari gesekan ban mobilnya.
Arah mansion keluarga Gamawan tentu saja searah dengan bandara bedanya Mansion lebih keutara di perbukitan yang menjorok ke laut dan dapat menyaksikan pesawat take off di bandara .
“ brengsek “ Hilman memukul setir mobilnya setelah menyaksikan video yang baru saja dikirim oleh Glen , disana terlihat Naya bergandengan tangan dengan pemuda yang dilihatnya di cafe Sakura kemaren .
“ Seharusnya memang begini , ngak perlu menungu setahum “ gumam Hilman .
Sebuah Range rover sport berwarna abu abu pekat masuk kesebuah gerbang mansion paling ujung perumahan, mansion yang ukurannya tiga kali lipat dibandingkan mansion lain namun hanya setengah ukuran mansion milik keluarga crowsford di timur paradise city milik Bunda .
“ siang kak Hilman “ sapa Aquena yang sedang bermain dengan sepasang alaskan malamute ditemani penjaga mendekati Hilman yang turun dari mobil.
__ADS_1
“ siang Quen yang cantik , papanya ada “ puji Hilman .
“ Ada sekarang lagi sama opa dan abang Zarfan “