
" kami sudah berdiskusi dengan tuan Hilman , untuk saham lima puluh persen sudah disepakati seharga dua setengah triliun "
" apa saya ti tidak salah "
Kanaya terkejut mendengar tawaran pemodal yang ada dihadapanya , begitu juga dengan Cintya , mereka pernah menghitung nilai perusahaan dengan gedung empat lantai ini dan itu tidak lebih dari dua milyar , dan itu karna beberapa proyek yang sedang berjalan.
" benar nona Kanaya , kami juga sudah melakukan survey terhadap perusahaan ini , dalam jangka satu tahun kedepan tentu nilai perusahaan ini akan naik dua kali lipat " Marlon menjelaskan dengan optimis .
" baik kalau begitu , tapi inibsudah keputusan bulat dari direksi Haza" kembali memastikan.
" sudah nona Naya , kedepan kami akan menempatkan orang kepercayaan kami dalam pengelolaan perusahaan , nona jangan cemas , kami pasti menempatkan orang orang terbaik "
..
" Cin persahaan selamat , kita semuanya selamat " Kanaya terisak , dia tak menyangka akan mendapat rezeki sebesar ini , usaha yang dia bangun selama empat tahun dengan keringat dan darah sekarang dihargai sangat tinggi .
__ADS_1
" iya Nay , aku juga ngak nyangka , padahal awalnya aku pesimis , satubtriliun sudah mentok"
Cintya juga ikutan menangisi nasib mereka , dia tahu perjuangan Kanaya mulai dari awal, dia juga tahu bagaimana sulitnya bertahan di bisnis yang peluangnya kecil.
" Nay kedepan kita rombak direksi , jangan sampai kamu kecolongan lagi "
" iya Cin , bantu aku ya "
" pasti , selama kamu percaya padaku pasti aku bantu"
...
Dua porsi fetuchini afredo , satu porsi beff black paper, orek sayuran dengan cumi saus pedas dan tak lupa dadar gulung dengan sambal , berbekal video tutorial dari hendphone Kanaya berhasil.
" malam Hilman "
__ADS_1
Kanaya langsung meloncat kedalam pelukan Hilman yang baru saja membuka pintu , kebahagiaannya meluap luap bahkan saking semangatnya , bibir mereka saling bersentuhan , Naya tanpa sadar malah meyesap lisan yang basah itu , mereka sama sama terbawa suasana , Hilman berdiri kaku sambil mengendong Istri yang baru pertama kali bertindak sevulgar ini padanya .
" makasih Hill"
Naya segera melepaskan peganganya , pipinya mereh bahkan dia merutuki didinya karna bertindak terlalu berlebihan.
" iya sama sama * mengusap kepla Naya membuat wanita itu kembali temamg .
" kamu mau makan dulu atau mandi"
" mandi dulu , gerah "
Kanaya baru sadar melihat tampang kusut Hilman .
dia mengekor dibelakang Laki laki yang baru saja dipeluknya pelan , menyiapkan pakaian santai Hilman, sebuah piyama pria berwarna cream dengan motif bunga hitam , persis dengan yang digunakan Kanaya saat ini , tadi sebelum belanja bahan masakan dia sempat mampir ke toko baju , Cintya malah memilih dua pasang piyama untuk Kanaya dan Hilman , satu berwarna kmcream dan satu lagi berwarna nila.
__ADS_1
Hilman mengerutkan dahinya saat kekuar kamar mandi , pikirannya membayangkan sesuatu tapi dia ragu , sambil membuka baju santai yang ternyata piyama katun berwarna cream lengkap dengan bawahan , sekali ini Hilman melihat piyama tidur pria dan akan dipakainya , biasanya dia mengunakan kaos oblong dan celana training tipis .
Mata Kanaya dan Hilman beradu , mereka sama sama tertegun , Naya memutus lalu menyiapkan makan malam , sedangkan Hilman baru kembali sadar, sambil melihat piyama Kanaya dia baru paham akan hal yang dipikirannya , malam ini mereka mengunakan piyama couple berwarna cream , bedanya bunga di piyama Naya lebih ramai .