
Hari ini Haza internasional diresmikan , bertempat pada gedung bekas Howart company , akuisisi Howart menjadi berita panas oleh pebisnis di Paradise city apalagi perusahaan yang membeli merupakan perusahaan baru , sebelumnya berita kepemilikan mereka terhadan AXl dirahasiakan termasuk lima puluh persen kepemilikan Starlight , berita tiga perusahaan dibahaw Haza mengemparkan , apalagi Haza tidak bekerja sama dengan Empiere maupun Future padahal isu panasnya perusahaan ini merupakan bagian lain dari kerja sama dua perusahaan besar itu , namun ternyata tidak
" Selamat datang , terima kasih " Marlon dan Mitha menyambut kedatangan undangan , saat ini aula Haza dipenuhi utusan perusahaan dan generasi muda , apalagi target pasar mereka juga kawula muda , di depan diatas panggung sudah disediakan empat kursi khusus untuk pata direksi , kedatangan direksi inilah yangenjadi buah bibir, banyak berita simpang siur jika Hilman dan Miriam lah yang akan duduk disana namun ternyata tidak.
Jordi dan Miriam datang mewakili Stone E sedangkan Hilman dan Anisa mewakili Empiere.
" Saya kira andalah yang akan mengiri kursi disana " Terdengar serkas membuat siapapun yang mendengar pasti akan tersinggung namu Hilman malah membalasnya dengan candaan.
" Ya mungkim mereka menyediakan kgmursi khusus untuku disana "
Bastian masih kesal pada Hilman , sudah sebulan semenjak dia melamar Kanaya namun hubungan mereka malah semakin renggang , Saat ini Kanaya lebih banya menghabiskan waktunya bekerja dibanding menemaninya , padahal orang tuanya sudah membahas tentang pernikahan , begitu juga dengan kedua orang tua Kanaya , Gilbert dan Sury tak memberikan jawaban pasti mereka malah menyerahkan keputusan pada Naya .
__ADS_1
" Sepertinya kamu membawa gadis lain , apa tidak cukup mengejar satu atau dua gadis lihat keluarga Rahmayadi mengharapkan jawaban mu"
Semua yang mendengar terkejut , selama ini mereka tahu jika Hilman tidak memiliki hubungan dan tentu kesempatan terbuka bagi para putri pengusaha di Paradise city namun dengan Senina yang berdiri paling depan membuat mereka berpikir berkali kali mengejar Hilman.
" Ya seperti yang kamu bilang kemanapun aku pergi selalu ada gadis baru yang ku bawa tentu mereka harus cantik apalagi " Sambol menunjuk kepala menandakan mereka harus pintar.
" Aku tak perlu mengejar mereka sampai mengemis denga uang triliunan cukup beri apa yang mereka butuhkan "
Bastian memerah , tentu pernyataan itu mengarah padanya , dia lah yang mengemis cinta Kanaya bahkan sampai menemui Hilman tapi semua tak ada artinya.
" Dewan Direksi Haza sampai "
__ADS_1
Seketika ruangan sepi dan mereka mengarahkan pandangan ke arah pintu utama .
Saat ini Aris , Byan dan Ihsan baru saja sampai di parkiran ,Amar ditunjuk sebagai pimpinan para Redhook mengawak kedatangan mereka . Di luar banyak pengusaha yang baru datang menyambut mereka , bisa dikatakan tidak ada yang mengetahui siapa kecuali pengusaha senior karna sudah sepuluh tahun mereka tidak twrjun kedunia bisnis apalagi menginjakan kaki di paradise city.
" Perkenaklan ini pak Rahmayadi wakil Gubernur Paradise city dan ini tuan Prayitno owner Red Stone " Marlon memperkenalkan pada ketiga tetuanya.
" Selamat datang di Paradise city semoga kedepan bisa memajukan ekonomi Kami" Rahmayadi beramah tamah.
" Tentu kami juga membutuhkan supor dn bantuan kedepan"
Satu persatu diperkenalkan oleh Marlon , walaupun dia baru tujuh bulan di Paradise city namun pergaulanya dengan para pengusaha cukup besar apalagi melihat kehadiran mereka mendukung Haza sebagai pesainh mereka ini membuktikan jika Mitha dan Marlon berhasil.
__ADS_1
Bastian tak menyangka jika satu dari empat kursi yang berada di atas panggung ditempati oleh Hilman dan ditunjuk sebagai konsultan Haza dan memberikan apresiasi terhadap perusahaan itu , hal ini sengaja di lakukan Hilman untuk memanipulasi mereka yang hadir karna sejak awal nama Hilman memang digadang sebagai salah satu direksi dan hal ini membuktikan Hilman tak terlibat secara langsung.