Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
bisa sampai sejauh ini


__ADS_3

" Mohon maaf sebelum nya , saat ini kami baru saja menanamkan modal ke sebuah perusahaan di tanjung harapan jadi kami juga mempunyai pertimbangan sedikit berbeda"


Marlon juga  tak ingi langsung pada poin dia  juga punya tak tik tersendiri.


" Kami tahu tawaran yang lalu tentu sangat sulit dipenuhi , saat ini kami menawarkan  dengan total saham yang sama seharga lima belas triliun , tentu kita bisa membuat kesepakatan bersama soal mengatus perusahaan , kami sudah menyiapkan sebagai bahan pertimbangan"


Jhon menyerahkan syarat yang cukup menarik  untuk pihak Haza.


Marlon menerima lalu menyerahkan pada Aris tapi Aris membiarkan map itu tetap tertutup dan malah dia menyasep teh yang baru saja di sajikan Disa.


Marlon mengangukan kepala lalu kembali menatap kearah Jhon.


" Nilai yang anda tawarkan memang terdengar mengiurkan tapi jika itu kami dengar  di awal bulan , saat ini nilai perusahaan  sudah jauh dibawah itu , jujur kami tidak sanggup "  Perlahan Marlon mengelengkan kepala tanda kesepakatan mereka berakhir.


" Kami akan mendengar berapa yang anda tawarkan jika cocok kami akan melepas " Jhon tahu dia harus bisa memanfaatkan situasi jika pihak Haza menolak bisa jadi perusahaan akan disita bank dan dia tak memiliki kesempatan.


" Saat ini Howart compani terindikasi kasus berat , tentu menjadi satu pertimbangan  ditambah perusahaan ini sedang dalam pengawasan salah satu bank dan kami dengar  serikat pekerja sedang mengajukan tuntutan jadi "


Marlon menghentikan ucapannya dan menyasap teh yang ada diatas meja.


" Kami hanya bisa menawar lima triliun atas  nama Howart company , kami tidak bertanggung jawab atas kekuarga Howart. "


" Tentu untuk seratus persen saham Howart company"


Awalnya senyum sudah melebar di pipi Jhon namun mendengar lanjutan dia kaku , saat ini dia memiliki hutang sebesar lima triliun , tak mungkin dia melepas dengan harga yang sama .

__ADS_1


" Harga yang anfa tawarkan sangan sulit kami terima , jika lima triliun untuk enam puluh persen saham mungkin kami bisa terima , tapi"


Marlon malah memalingkan wajahnya kearah Aris yang memainkan cangkir  membiarkan Jhon menunggu jawaban.


Perlahan Aris meletakan cangkir nya lalu menatap Jhon .


" Delapan triliun untu seratus persen , hutang dan karyawan tanggung jawab anda " Aris  berusara setelah lama terdiam.


Sebelum  pergi dia sudah dibekali berita tentang Howart company, Jhon membutuhkan sekitar lima sampai enam triliun untuk menutupi hutang lemungkinan dia akan memberikan jaminan agar Caesar bebas , jadi harga segitu merupakan batas maksimal penawaran.


Aris begitu tertarik dengan dunia bisnis , walau usianya sudah melewati kepala lima namun dia belum pernah terjun kedunia bisnis dan sekarang kesempatan ini malah di berikan oleh  juniur yang bahkan sama besar dengan anaknya.


" Tapi "


" Biar kami pikirkan terlebih dahulu " Jhon merasa putus asa  dia tak menyangka tawaran yang diterima taknsesuai dengan yang diharapkan apalagi  semua tanggung jawab harus di tanggungnya.


" Silahkan anda pikirkan , pesawat saya berangkat pukul  delapan "


Aris kemudian keluar dari ruangan disusul Marlon dan Disa setelah  berbasa basi .


Tingalahh Jhon terdiam bersama Santo , ini pilihan yang sulit baginya , Howatt com yang awal tahun lalu bernilai seratus triliun sekarang tidak sampai sepersepuluh , tak ada satupun yang berminat dan saat kesempatan itu datang malah memvuatnya memuntahkan darah.


" Bos bagaimana " Santo juga binggung , sebagai tangan kanan Jhon dia juga memikirkan bos nya apalagi jika Jhon tak jadi menjual tentu dia akan mendapat kerugian yang sama .


" Hubungi mereka  kita jual sebesar yang mereka beli"

__ADS_1


" Baik "


Santo bergegas keluar mengejar Marlon , beruntung Marlon dan Aris masih belum pergi.


" Maaf tuan Aris tuan Marlon , bos saya  bersedia meberuma tawaran anda , kapan sekiranya bisa terealisasi " Santo bermanis .


" Besok jam tujuh di hotel Royal Empiere , temui saya di restoran "


Lalu aris naik setelah Marlon membukakan pintu dia duduk di sebelah Aris dan Disa didepan.


" Bos , Howart setuju , apa langkah selanjutnya "


" Selesaikan , buat mereka tak bisa menolak " Hilman yang baru saja pulang mengantarkan Senina menerima laporan dari marlon, target mereka sudah tercapai , apalagi saat ini ada tiga perusahaan  dibawah Haza tentu perkembangan yang cukup pesat untuk sebuah perusahaan yang berumur sepuluh bulan.


...


Hilman sedang bersantai di kantornya , saat ini dia sedang melayani Aris yang membawa berkas kepemilikan Howart company.


" Gimana , apa jadi  "


" tentu  senin langsung di laksanakan  semua sudah dipersiapkan , om ngak balik cepat kan"


" Siang ini om menemui papa mu , anak Red Hook juga akan ditempati di sana "


" Aku salut padamu , hanya sepuluh bulan bisa sejauh ini , kami dulu bertahun tahun tak memperoleh apa apa " Sambil menikmati sajian Aris mengenang masanya saat berdinas menjadi tentara bayaran dahulu.

__ADS_1


__ADS_2