
" Mohon maaf sebelum nya , saat ini kami baru saja menanamkan modal ke sebuah perusahaan di tanjung harapan jadi kami juga mempunyai pertimbangan sedikit berbeda"
Marlon juga tak ingi langsung pada poin dia juga punya tak tik tersendiri.
" Kami tahu tawaran yang lalu tentu sangat sulit dipenuhi , saat ini kami menawarkan dengan total saham yang sama seharga lima belas triliun , tentu kita bisa membuat kesepakatan bersama soal mengatus perusahaan , kami sudah menyiapkan sebagai bahan pertimbangan"
Jhon menyerahkan syarat yang cukup menarik untuk pihak Haza.
Marlon menerima lalu menyerahkan pada Aris tapi Aris membiarkan map itu tetap tertutup dan malah dia menyasep teh yang baru saja di sajikan Disa.
Marlon mengangukan kepala lalu kembali menatap kearah Jhon.
" Nilai yang anda tawarkan memang terdengar mengiurkan tapi jika itu kami dengar di awal bulan , saat ini nilai perusahaan sudah jauh dibawah itu , jujur kami tidak sanggup " Perlahan Marlon mengelengkan kepala tanda kesepakatan mereka berakhir.
" Kami akan mendengar berapa yang anda tawarkan jika cocok kami akan melepas " Jhon tahu dia harus bisa memanfaatkan situasi jika pihak Haza menolak bisa jadi perusahaan akan disita bank dan dia tak memiliki kesempatan.
" Saat ini Howart compani terindikasi kasus berat , tentu menjadi satu pertimbangan ditambah perusahaan ini sedang dalam pengawasan salah satu bank dan kami dengar serikat pekerja sedang mengajukan tuntutan jadi "
Marlon menghentikan ucapannya dan menyasap teh yang ada diatas meja.
" Kami hanya bisa menawar lima triliun atas nama Howart company , kami tidak bertanggung jawab atas kekuarga Howart. "
" Tentu untuk seratus persen saham Howart company"
Awalnya senyum sudah melebar di pipi Jhon namun mendengar lanjutan dia kaku , saat ini dia memiliki hutang sebesar lima triliun , tak mungkin dia melepas dengan harga yang sama .
__ADS_1
" Harga yang anfa tawarkan sangan sulit kami terima , jika lima triliun untuk enam puluh persen saham mungkin kami bisa terima , tapi"
Marlon malah memalingkan wajahnya kearah Aris yang memainkan cangkir membiarkan Jhon menunggu jawaban.
Perlahan Aris meletakan cangkir nya lalu menatap Jhon .
" Delapan triliun untu seratus persen , hutang dan karyawan tanggung jawab anda " Aris berusara setelah lama terdiam.
Sebelum pergi dia sudah dibekali berita tentang Howart company, Jhon membutuhkan sekitar lima sampai enam triliun untuk menutupi hutang lemungkinan dia akan memberikan jaminan agar Caesar bebas , jadi harga segitu merupakan batas maksimal penawaran.
Aris begitu tertarik dengan dunia bisnis , walau usianya sudah melewati kepala lima namun dia belum pernah terjun kedunia bisnis dan sekarang kesempatan ini malah di berikan oleh juniur yang bahkan sama besar dengan anaknya.
" Tapi "
" Biar kami pikirkan terlebih dahulu " Jhon merasa putus asa dia tak menyangka tawaran yang diterima taknsesuai dengan yang diharapkan apalagi semua tanggung jawab harus di tanggungnya.
" Silahkan anda pikirkan , pesawat saya berangkat pukul delapan "
Aris kemudian keluar dari ruangan disusul Marlon dan Disa setelah berbasa basi .
Tingalahh Jhon terdiam bersama Santo , ini pilihan yang sulit baginya , Howatt com yang awal tahun lalu bernilai seratus triliun sekarang tidak sampai sepersepuluh , tak ada satupun yang berminat dan saat kesempatan itu datang malah memvuatnya memuntahkan darah.
" Bos bagaimana " Santo juga binggung , sebagai tangan kanan Jhon dia juga memikirkan bos nya apalagi jika Jhon tak jadi menjual tentu dia akan mendapat kerugian yang sama .
" Hubungi mereka kita jual sebesar yang mereka beli"
__ADS_1
" Baik "
Santo bergegas keluar mengejar Marlon , beruntung Marlon dan Aris masih belum pergi.
" Maaf tuan Aris tuan Marlon , bos saya bersedia meberuma tawaran anda , kapan sekiranya bisa terealisasi " Santo bermanis .
" Besok jam tujuh di hotel Royal Empiere , temui saya di restoran "
Lalu aris naik setelah Marlon membukakan pintu dia duduk di sebelah Aris dan Disa didepan.
" Bos , Howart setuju , apa langkah selanjutnya "
" Selesaikan , buat mereka tak bisa menolak " Hilman yang baru saja pulang mengantarkan Senina menerima laporan dari marlon, target mereka sudah tercapai , apalagi saat ini ada tiga perusahaan dibawah Haza tentu perkembangan yang cukup pesat untuk sebuah perusahaan yang berumur sepuluh bulan.
...
Hilman sedang bersantai di kantornya , saat ini dia sedang melayani Aris yang membawa berkas kepemilikan Howart company.
" Gimana , apa jadi "
" tentu senin langsung di laksanakan semua sudah dipersiapkan , om ngak balik cepat kan"
" Siang ini om menemui papa mu , anak Red Hook juga akan ditempati di sana "
" Aku salut padamu , hanya sepuluh bulan bisa sejauh ini , kami dulu bertahun tahun tak memperoleh apa apa " Sambil menikmati sajian Aris mengenang masanya saat berdinas menjadi tentara bayaran dahulu.
__ADS_1