
Jasmine diberikan kartu member vip oleh staf , walau hanya belanja tiga ratus juta, hal ini tak lepas dari pengaruh Kanaya yang secara tidak sadar sudah jadi vvvip toko Unique jewerly , manager toko langsung memperingatkan staffnya untuk memprioritaskan oelangan satu ini.
" aku ngak nyangka lo , cincin sekecil ini tiga ratus jutaan " Jasmin masih tidak percaya membeli . .
" kok ngak langsung dipakai "
" ngak lah , ini buat pernikahan ku " dengan bangga .
" kok aku ngak tahu kamu akan nikah " Naya menghentikan langkahnya , tumben tadi Jasmine langsung membeli padahal cincin itu sepasang .
" bulan depan setelah mega proyeknEmpiere diresmikan " tentu Jasmine bahagia , apalagi Fabian termasuk orang berpengaruh di Empiere , sebagai asistern direktur pacarnya itu memiliki gaji tahunan hampir setengah milyar , dan uang membeli cinicin ini bonus Fabian.
" ngak nyangka ya "
" Naya kamu kapan nyusul , padahal kamu lebih berhasil lo dari pada aku , apa Bastian tidak pernah malemar mu , huh dasar anak mami"
Jasmine berceloteh sendiri , twnru Naya tersentak , sudah tujuh bulan menikah tapi statusnya masih disembunyikan , sampai saat ini diam masih ragu untuk mempercayai bahwa Hilman suami sahnya bahkan ketika harta paling berharga miliknya diambil Hilman dia masih ragu .
" loh kok bengong , yuk makan " Jasmine mengandeng Naya ke restoran jepang yang ada di hadapan mereka , Jasmine tidak mengetahui kegalauan Naya.
__ADS_1
..
Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam , hujan diluar turun cukup lebat , Kanaya termenung diatas sofa dengan segelas susu coklat , semenjak pulang dari mall dia mengurung diri dikamar ditambah hujan sedari sore sudah turun .
hapenya sengaja di silent , sudah banyak notifikasi masuk bahkan ada puluhan pangilan masuk tak terjawab , setelah keluar dari toko berlian , hati Naya seakan ditusuk ribuan jarum , awalnya dia tak mengubris tapi lama kelamaan semakin menyiksa , sedari tadi dia menghitung jalan cerita antara dia dan Hilman , apa kurang dan lebih suaminya itu .
Susu sudah dingin diatas meja tapi tak seteguk pun diminumnya .
" Apa yang harus aku lakukan " gumamnya pada bias hujan yang menempel di jendela kamar.
Tidak ada yang kurang dari pribadi Hilman , memang selama ini dia tak dihujani kata kata romantis seperti saat dia bersama Bastian tapi Hilman sangat penyabar dan sering mengalah , beda dengan Bastian yang ego dan suka memaksa, Kanaya sama seperti gadis lain yang sangat bahagia dwngan gombalan mesra yang dilontarkan pasangan , tapi kenyamanan pastilah prioritas utama.
..
Kanaya bangun karna tubuhnya ngilu , berbaring disofa sangatlah tidak nyaman . dia mendesah karna Hilman tak pulang semalam .
Sarapan pagi sendiri karna orang tuanya liburan ke pulau , setelahbsarapan dia berangkat ke kantor sudah lebih seminggu Naya tidak masuk kerja , dia rindu kesibukan di balik meja kerja .
" selamat pagi tuan putri "
__ADS_1
seseorang dengan buket bunga besar sedang berdiri dipintu loby.
" pagi " Naya mundur selangkah .
" ayo naik , aku ada kejutan buat kamu "
sambil menyerahkan buket bunga Bastian mengandeng Naya menuju ruangannya.
" ini hadiah untuk mu semoga kmu menyukainya " memberikan kado berbalut pita .
" kamu jadi beliin buat aku " tiba tiba Naya kaku .
" ya pastilah , buat orang tersayang apasih yang engak " sambil mengedipkan mata.
" makasih ya Bas " setelah membuka kado , sebuah tas berwarna perak bertaburan swaroski sangat cantik.
" sayang nanti malam dinner diluar yuk " jemari Bastian mengelus manja pucuk kepala Naya.
" oke , kamu jemput ya "
__ADS_1