Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
acuh


__ADS_3

Zarfan menmasang jacket tebal ke pundak Icha , agar Icha tak kedinginan , entah disadari atau tidak , sebenarnya Zarfan bisa membaca keadaan sebab semenjak mereka datang suasana agak kaku karna sepasang perempuan yang ada didepan sans sering menatap sinis kearah Icha ,maka dari itu Zarfan berinisiatif memberi perhatian lebih pada Icha karna mereka sams sama orang baru.


Adit dan Bagas begitu kompak dengan nyanyian nya , dilengkapi cengkrengan gitar dan nyala api unggun ditambah cahaya rembulan setiap mereka aling membakar stick bbq dari frozen food berupa sosis balso marsmallow , serta ayam dan ikan yang sudah dibaluri bumbu .


“ kamu duduk aja “ Zarfan berdiri kearah meja bumbu dan meracik hidangan nya untuk berdua lalu kembali denga tusuk sate jumbo yang dipenuhi saus. Saat hampir masak aromanya memenuhi penciuman mereka membuat sate jumbo lebih mengoda .


Mereka saling pandang namun Zarfan cuek malah menikmati miliknya dengan Icha .


“ Adik mu lebih hebat Hil “ tembak Naura .


“ emang iya , tapi kalau dirumah dia lebih banyak masak dan aku lebih banyak masak dan beres beres “


“ emang mama ngak pernah masak ya “ tanya Akira heran.


“ kami mandiri , bisa mengerjakan apapun sendiri “ Potong Zarfan membuat mata mereka mengarah padanya .


“ siapa yang nambah atau ada request , soalnya gue bawa bumbu special “ Hilman mengalihkan pembicaraan mengeluarkan satu kotak Tbone dan tenderloin yang sudah dibumbui serta beberapa kotak saus .


“ boleh boleh “ serempak menuju meja ,


Hilman cekatan membuat tusuk sate jumbo seperti punya Zarfan tadi , lalu mengaduk bumbu dan mengeluarkan dua botol saus dan diaduk kemudian dibaluri pada sate jumbo .


Jadilah sate jumbo komplit , ada beef tenderloin , sosis, bakso jamur , paprika , union , keju yang dilumuri saus special buatan Hilman ,ereka mendapat satu tusuk sate dan berpacu membakar. masing masing dapat dua tusuk

__ADS_1


..


“ Naura , bertiga aja sudah sempit apalagi berempat “ sergah Akira saat dia tahu kalau Icha sekamar dengan mereka padahal masih ada space karna kamar Hilman cukup luas .


“ ya kan ngak mungkin Icha tidur diluar , kan kita sama sama cewek Kira “


“ gimana donk , kita kan rencananya bertiga bukan berempat “ Akira ngak mau kalah semakin memperlihatkan ketidak sukaanya pada Icha apalagi semenjak dia datang Icha seperti seorang Princess yanh dilayani sang pangeran .


“ Hill gimana , apa ada kamar lain , kan ngak mungin Icha tidur diluar “


Naura memelas melihat tingkah Akira , dia menatap Hilman yang bingung .


“ ada sih tapi dirumah pohon , tapi ngak mungkin juga “ Dia mengaruk kepala.


“ trus kamu tidur dimana “ Icha segan, karna kehadirannya membuat suasana runyam .


“ Ngak pa pa kok , gue bisa tidur dikamar Abah , abah kan sediri “ samvil tersenyum .


“ yuk masuk " Zarfan menarik Icha yang masih bengong .


“ gue boleh gabung kan disini disana sempit sempit “ tawar Naura , padahal dia merasa terkucilkan jika bergabung dengan Akira dan Fadilla , saat Fadilla tidak ada Akira menyambutnya dengan baik lalu berbalik ketika Fadilla hadir.


“ boleh , kamar gue lebih besar dari kamarnya Hilman "

__ADS_1


Zarfan membukakan pintu kamarnya , Icha dan Naura tercengang melihat kamar Zarfan , berbeda dengan kamar Hilman tadi yang ada satu kasur besar dilantai cukup untuk tiga orang dan ngak banyak space bergerak , sedangkan kamar Zarfan dua kali lebih besar dengan ranjang ektra besar , bisa menampung empat orang karna ukurannya kings size , funiture nya unik dan masih ada sofa dijendela


.


“ kamar mandinya disini , ada air panas terus ni sabun sama odol sekalian handuk bersih masih disegel “ jelas Zarfan sambil merinci isi kamarnya , Zarfan memang lebih perfectsionis dibanding Hilman .


“ kalian istirahat lah , disini lumayan dingin kalo menjelang subuh , selimutnya pake dobel aja “


“ makasih ya “ ujar Icha .


Zarfan mengangukan kepala lalu menutup pintu .


“ beneran lo mau tidur dikamar abah “ Hilman ngak enak hati sengan adiknya , karna selama ini Zarfan tak pernah membiarkan siapapun masuk kekamar nya termasuk dia dan papa . Dikamar tamu tempat Hilman dan yang lain tidur lumayan luas masih bisa menampung empat sampai lima orang , namun lagi lagi sifat Zarfan yang tak terlalu suka istirahatnya terganggu dengan orang lain membuat Hilman bingung .


“ ngak pa pa kok , dari pada di rumah pohon , lagian dikamar Abah ranjang ada dua “ Zarfan meningalkan Hilman yang memperhatikannya turun kelantai satu.


Di kamar Hilman , Akira masih dongkol ditambah adik Hilman tak menyapa ataupun tersenyum kearah nya dia hanya perhatian pada Icha , padahal dia sudah tebar pesona semenjak tahu jika adik Hilman lebih tampan tapi nyatanya.


“ Apa sih lebih nya cewek satu itu , ngak adek ngak kakak sama aja “ Akiran masih kesal .


“ udah biarin aja , kan tadi Hilman udah bilang kalau adek nya ngak terlalu suka keramaian , ya karna dia mengenal Icha lebih dulu makanya dia lebih akrab , yuk tidur “ Dila melembutkan Akira yang masih kesel , sebenarnya dia juga binggung , semanjak Hilman datang bersama Icha , dia membuang muka , bahkan saat Hilman duduk disebelahnya diacuhkanya malah dia lebih memperhatikan Akira , beberapakali Hilman berusaha berbicara denganya malah diacuhkan bahkan dia lebih memilih diperhatikan Adit dibanding Hilman .


..

__ADS_1


__ADS_2