Cinta Ini Telah Terbagi

Cinta Ini Telah Terbagi
aku yang masak


__ADS_3

pulang lah Al , kami meunggumu dirumah “ Naya dan Alicya menangis , lepas sudah bebam yang menganjal dihati mereka .


“ maaf non saya belum bisa pulang , mungkin nanti setelah Hilman pulang atau besok “


“ kenapa apa kamu sakit“


“ engak non badan saya lemas jadi butuh istirahat “


“ al boleh saya kerumah kalian “


Naya ragu , tapi tetap menguatkan hatinya


“boleh non , ini rumah nona juga “


“ Aku minta alamat mu , biar sku kesana sekarang “


Naya tersenyum bahagia , tidak terlihat lagi guratan sedih diwajahnya walau mata dan pipinya semban habis menangis. Dia berias secantik mungkin .


“ Cintya , kantor tanggung jawabmu , kalau tak terlalu penting jangan menganguku “ senyum merekah dipipi Naya .


“ baik Nay , saya pastikan semua beres” Cintya iku senang.


..


“ maaf tuan Caesar untuk apa anda datang kemari” Naya terkejut melihat Caesar datang saat dia akan pargi .


“ sayang aku datang menjemput mu mengajakmu makan siang “ Caesar mencoba merangku pingang Naya tapi ditepis


“ kenapa sayang “


“ diam kau bajingan , jangan kira aku tak tahu akal bulus mu “ Bentak Naya yang sudah tidak tahan akan sikap tidak tahu malu Caesar.


“ apa yang kau bicarakan sayang "


“ jangan pura pura bodoh kau telah memperkosa Alicya dan kau juga mengincarku , untung saja seseorang menendang pusakamu malam , apa dia bisa bangu sekarang “ ledek Naya , dia melihat ketika Hilman menendang ************ Caesar sampai mengerah kesakitan bahkan untuk berdiripun dia tak bisa.

__ADS_1


“ jangan pernah kau muncul dikantorku , security usir bajingan ini “


Naya jika kembali ke mode singa sangat menakutkan bahkan tamu yang datang tak berani bergerak sedikit pun.


Dengan wajah memerah Caesar pergi dari Starlight , dia tak menyangka kalau Naya mengetahui kejadian malam itu.


“ awas kau Nay , kalian akan menangis berlutut di kakiku “ mengepal tangan.


Dengan mobil baru yang dibelikan suaminya sebagai hadiah ulang tahun Naya bergegas ke tempat Alicya.


. . .


(sebelumnya)


Hilman hanya sebentar ke kantor lalu kembali pulang.


“ kok sudah pulang” Al tersentak karna merasakan elusan lembut dipipinya, baru beberapa menit yang lalu dia kekamar istirahat .


“ kamu ngak suntuk dikamar terus“


“ yuk ikut “ Hilman memapah Al turun dari ranjang dan membantunya menganti pakaian.


“ hill aku ngak ingin kedokter lo “


“ iya aku tahu “ Hilman menyisir rambut dan mengikatnya.


“ bi kami pergi dulu “ saat melintasi ruang tengah


" kita kemana " Alicya menghentikan langkahnya.


" pergi kesuatu tempat yang kamu suka "


" bi kami pergi dulu “ saat melintasi ruang tengah


“ iya nak “ bibi bergegas .

__ADS_1


Hilman menuju selatan kota wilayah yanh baru dikembangkan beberapa bulan ini terlihat masih asri kemudian mobil mereka mengarah ke sebuah bertingkat.


“ Kita kemana “ Al ragu .


" ikut aja nanti pasti kamu senang"


Hilman menahan senyum sambil memapah Al masuk ke lift dan menekan nomor paling atas yang berarti lantai yang dituju berada dibagian atas gedung.


“ selamat datang dirumah “


sorak Hilman ketika membuka sebuah pintu .


Alicya menyipitkan matanya , dia heran tadi pagi dia curhat kalau mansion sepi sekarang Hilman sudah mengajak nya ke sebuah apartemen .


“ kamu serius Hill “


“Iya , ini rumah ku sebenarnya sudah lama dipersiapkan tapi karna ada sedikit renovasi ya baru sekarang kesini “


Sambil memeluk Al dari belakang , Al memutar badan dan mebalas pelukan .


“makasih ya “ Alicya memeriksa tempat tinggal baru mereka dengan bahagia sambil menarik Al mengitari seluruh ruangan.


Sebuah apartement dengan luas seratus meter persegi dua kamar tidur utama menghadap keluar terlihat pemandanga pegunungan hijau dilengkapi kamar mandi , satu ruang kerja , satu lagi ruang yang dijadikan gudang , dapur , ruang makan dan ruang santai cukup lapang serta balkon.


“ gimana kamu suka “ memeluk istrinya.


“ suka “


“ dibanding mansion “


“ lebih suka ini , disana terlalu sepi , terasa menyeramkan “menahan geli karna bibir Hilman menyentuh lehernya .


Hilman tertawa mendengar penuturan Al , memang rumah sebesar jarang ditempati , keluaga bi Hawa hanya beraktifitas dilantai bawah dan dibungalow , sedangkan kamar nya dilantai tiga empat dan lima hanya dihuni ketika pemilik kamarnya datang .


“ kamu mau makan apa , aku yang masak “ Hilman mengecup kening .

__ADS_1


“ gado gado “


__ADS_2