
"emangnya kamu ngak mau ketemu sama aku "
" bukan , tapi kan sudah malam " Naya serba salah
" tadi aku sampe jam sepuluh , ngak enak sama papa dan mama kamu pulang sendirian"
Kanaya makin galau , jelas dia ingin menjauhi Hilman sementara waktu tapi laki laki ini malah mendatanginya .
" aku ngantuk Nay boleh tidur disini " suara serak Hilman menandakan dia sangat mengantuk.
" dikamar aja " pasrah tak rela .
Hilman langsung berbaring diranjang tanpa melepaskan kaos kakinya , dia begitu lelah padahal diluar tadi baru beberapa menit dia tertidur , begitu serius nya Hilman menunggu sampai dia tahu apa yang dibahas Naya lewat telepon.
" jangan gitu Hill , kamu mandi dulu" rintih Naya tak rela, dia ingin tidur tapi sekarang Hilman sudah lelap .
perlahan dia mengambil sisi kiri lalu merebahkan badan , perlahan matanya menatap Hilman .
" apa kita pantas bersatu Hill , aku tidak mencintaimu sedangkan hatimu dimiliki Al , apa ada aku disana "
gumam Naya menatap wajah kusam Hilman , jambang halus terlihat sudah bermunculan , raut lelah menghiasi pelipis mata nya.
" aku ngak ingin salah jalan , maaf jika aku egois Hill aku tak suka berbagi miliku" sebutir air merembes di pipi mulus Naya , saat ini masalah terbesar yang dia pikirkan hanyalah status Hilman beristri dua , dia tak terima , padahal dulu dia sendiri yang memaksa Hilman dan Alicya setuju.
Kanaya merasakan kasur disebelahnya sudah dingin perlahan matanya terbuka lalu meneliti seluruh sudut kamar , sosok yang dia cari tidak ada disana , dan ranjang sebelah kanan sudah rapi .
" pagi ma " Naya mendelati meja makan "
" pagi apa , sudah jam sembilan , sudah nikah malah makin malas "
__ADS_1
" iya ma maaf capek kali " sambil mengambil nasi goreng dan dibubuhi ayam kecap dan telor mata sapi .
" eh mama mau kemana rapi amat "
" papa ngajak liburan ke pulau "
" kol aku ngak diajak , mama curang"
" ya terserah kami lah , kamu kan sudah punya suami minta aja sa suamimu "
Kanaya terdiam mendengar ujaran mamanya , semenjak pulang dari rumah sakit Papa dan Mama selalu memangil Hilman suami padahal dahulu tidak pernah.
Hari ini Naya menghabiskan waktu sendirian , mama dan papa sudah pergi , didapur mbok minah dan bi asih lagi keluar belanja , dia juga tak ingi ke kantor karna Cintya sudah bisa menghandle sendiri ditambah staff daru HaZa sangat kompeten mampu mengimbangi Cintya.
" hallo Nay lagi ngapain "
" ngak ada , nih lagi mager "
" eh ke mall yuk , kapan lagi kita jalan bareng " ternyata itu Jasmine .
" boleh deh kita kwtemuan dimana "
" kamu jemput aku , sekarang aku lagi di rumah sakit Raya medika "
" eh siapa yang sakit" Naya terkejut.
" Fabian kemaren dirawat "
" oke setengah jam lagi aku nyampe"
__ADS_1
Naya langsung bergegas ke kamar , mengunakan jeans belel dan kemeja putih berlogo merah , siapapun tahu betapa mahalnya produknyang diawali huruf S itu.
" yuk jalan "
" aku ngak mampir nih " sela Naya .
" ngak usah lagian teman Fabian rame , gadis dengan pipi chubby itu langsung masuk kemobil Naya , dengan dress semata kaki bercorak logo dua huruf terbalik serta sebuah dompet berlogo sama .
" eh bagus mobil mu Nay , ngak nyangka loh " penasaran .
" ngak juga , bagusan mobil mu"
" hahaha kamu lucu , mana mungkin civic hatcback ku dibandingakan ini , satu mobilmu dapat lima mobil ku lo " sambil mematut setiap sudut mobil .
" ah kamu bisa aja " tersipu malu "
Mereka menuju mall Grand Hyatt, mall yang ada dipusat kota , gedung berlantai enam itu dilengkapi dengan toko toko produk bermerek , banyak sosialita dan anak muda masa kini berdatangan .
" emang kamu mau beli apaan" Naya capek mengikuti Jasmine , pingulnya rada ngilu.
" cari toko Unique Jewerly , katanya kemaren memamerkan produk terbaru , mana tahu pas sama kantongku kan "
" nah itu dia " Menarik Naya masuk .
" mbak koleksi berlian pink nya masih ada "
" koleksi utamanya sudah habis nona yang ting gal cuma ini item ini" menunjukan dua cincin dengan mata berlian sebesar kacang hijau serta anting"
" Nay kok kalungmu persis dengan gambar itu "
__ADS_1